a. Gambar
hasil pengamatan
a. Euglena
viridis
Menurut literatur
![]() |
Sumber: Gambar 1. 2015
Keterangan
: Euglena viridis ditemukan pada
medium biasa (pada air comberan) dan
medium biakan (pada air comberan yang ditutupi kertas karbon) serta pada air
sawah dan comberan yang tertutupi plastik transparan.
b. Volvox globator
Menurut literatur
![]() |
Sumber : Gambar 2. 2015
Keterangan : Volvox globator ditemukan pada medium
biakan (pada air kolam yang ditutupi plastik transparan dan karbon).
c. Amoeba
sp
Menurut literatur
![]() |
Sumber: Gambar 3. 2015
Keterangan: Amoeba
sp ditemukan di air sawah dalam perlakuan gelas aqua
tertutupi kertas
transparan pada medium biakan.
d. Paramecium
caudatum

Menurut literatur![]() |
|||
![]() |
|||
Sumber: Gambar 4. 2015
Keterangan
: Paramecium caudatum ditemukan di air kolam
(pada medium biakan yang ditutupi kertas transparan), serta air sawah dan air kolam dalam gelas aqua tertutupi
kertas karbon.
V.
ANALISIS
DATA
1. Euglena
viridis
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Protozoa
Superclass : Mastigophora
Class : Phytomastigoporea
Ordo : Euglenida
Famili : Euglenidae
Genus : Euglena
Spesies : Euglenaviridis
Spesies ini memiliki silia yang sama panjang, yang terdapat pada seluruh permukaan
tubuhnya. Bentuk tubuh panjang, runcing pada anterior dan tumpul pada posterior.
Lapisan luar yang memadat disebut ektoplasma dan bagian di sebelah disebut
endoplasma yang wujudnya padat.
Euglena
viridis adalah Protista yang dapat bertindak sebagai
heterotrof dan dapat pula sebagai autotrof. Ketika bertindak sebagai
heterotrof, Euglena viridis
mengelilingi partikel dan mengkonsumsi makanan dengan fagositosis. Ketika bertindak
sebagai autotrof, Euglena viridis
menggunakan kloroplas, (warna hijau) yang
mengandung Klorofil
a, Klorofil b, dan beberapa karotenoidpigmen,
untuk menghasilkan gula oleh fotosintesis. Setiap kloroplas
memiliki tiga membran, dan ada di tumpukan tilakoid tiga. Untuk mengamati
lingkungannya, sel berisi eyespot,
organel primitif yang menyaring sinar matahari ke dalam cahaya-mendeteksi,
foto-sensitif struktur di dasar flagela; hanya mengizinkan panjang gelombang
cahaya tertentu untuk memukulnya. Foto ini mendeteksi daerah yang sensitif
terhadap cahaya yang dapat ditularkan melalui eyespot. Ketika cahaya tersebut
terdeteksi, Euglena viridis mungkin
sesuai menyesuaikan posisi untuk meningkatkan fotosintesis.
Euglena
viridis juga struktural dinding sel kurang, tapi memiliki kulit tipis
sebagai gantinya. Yang kulit tipis terbuat dari protein band yang spiral ke
bawah panjang Euglena viridis dan
berbaring di bawah membran plasma. Adanya mitokondria dan kloroplas membuat
mereka unik. Ketika mereka berada di bawah sinar matahari mereka mampu
menggunakannya seperti tanaman untuk menghasilkan energi. Ketika mereka berada
dalam kegelapan mereka mampu untuk memakan bahan dan organisme kecil lainnya
seperti binatang. Jika mereka memakan organisme lain ini terutama melalui
proses fagositosis. Ini adalah ketika mereka mengelilingi organisme atau bahan
dengan membran dan menyerapnya ke dalam diri mereka. Mereka memiliki titik mata
(eyespot/stigma)
sangat primitif yang memungkinkan mereka untuk menentukan tingkat cahaya di
lingkungan mereka.
Dalam kondisi
kelembaban rendah, sebuah Euglena viridis membentuk dinding pelindung di
sekitar itu sendiri dan tertidur sebagai spora
sampai kondisi lingkungan membaik. Euglena
viridis juga dapat bertahan dalam gelap dengan menyimpan paramylon butiran dalam tubuh
pyernoid dalam kloroplas. Euglena berkembang
biak dengan membelah diri secara longitudinal. Euglena viridis bereproduksi secara aseksual dengan proses
pembelahan biner. Ini berarti bahwa Euglena viridis dewasa hanya dapat
menjalani proses dan dibagi menjadi dua Euglena. Pada dasarnya, mereka membuat
tiruan. Struktur dan cara hidup telah membuat mereka sangat sukses. Euglena
telah ada selama ribuan tahun dan terus berkembang di seluruh dunia saat ini.
2.
Volvox
globator
Klasifikasi
kingdom :
Animalia
Filum :
Protozoa
Class
: Phitomastigophora
Ordo
: Phytomonadina
Family : Phytomonadideae
Genus : Volvox
Spesies : Volvox globator
Bentuk tubuh macam-macam ada yang
seperti bola, bulat memanjang, atau seperti sandal bahkan ada yang bentuknya
tidak menentu. Namun pada volvox ini berbentuk
bola berukuran kecil. Hidup di dalam air tawar, merupakan
koloni dari beribu-ribu binatang bersel satu dengan masing-masing mempunyai dua
flagel. Di dalam koloni dapat terbentuk koloni baru
dan kemudian melepaskan diri dari koloni lama menjadi koloni tersendiri.
Antara satu sel
dengan sel lainya yang saling berdekatan di hubungkan oleh benang-benang sitoplasma,
makanan dari sekitar ditangkap dan sintesis oleh sel-sel vegetatif. Volvox globatort diri atas ratusan sel yang digabungkan oleh suatu jalinan plotoplasma.
Sebagian sel-selnya mempunyai titik mata, chlorophyl, vakuola kontraktil, dan dua
flagella. Sel-sel tersebut disebut sel somatis. Spesies ini berbentuk bola yang
berongga dan rongga itu berisi bubur cair, pada dinding bagian luar tertanam
3-17 ribu sel secara individu.
Air kotor ada hubungannya dengan
jumlah protozoa. Karena air yang kotor merupakan tempat hidup yang ideal bagi
protozoa. Sebab disana banyak terdapat makanan untuk protozoa seperti jasad-jasad
renik dan lain-lain. Pada air kotor protozoa dapat hidup dengan aman karena
jarang ada yang mengganggu. Filum yang paling banyak ditemukan ialah filum
flagellata (Mestigophora). Cara bergeraknya semua berputar-putar kesana-kemari.
3.
Amoeba sp
Klasifikasi:
Kingdom :
Animalia
Phylum :
Protoza
Sub phylum :
Plasmoderma
Classis :
Sarcodina
Sub Classis :
Rhizopoda
Ordo :
Amoebima
Family :
Amoebioae
Genus :
Amoeba
Species :
Amoeba sp
Amoeba hidup di air tawar basah/ tempat
berair. Tubuh terdiri atas kulit luar (ektoplasma),
selaput luar disebut plasmolemma.
Bagian dalam di sebut bagian plasmagel, bagian plasmasol, dan butiran-butiran
lemak. Rongga berdenyut berfungsi sebagai alat pengeluaran cairan supaya nilai
osmosis isi sel terpelihara. Bila Amoeba diambil
intinya, akan segera mati tetapi bila diambil protoplasmanya akan membentuk
protoplasma baru. Amoeba memakan
bakteri, alga bersel satu dan makhuk hidup yang bersel satu lainnya.
Makanan dicerna di
rongga makanan, sisanya ditinggalkan. Berkembangbiak secara vegetatif membelah
diri di dahului dengan pembelahan intinya. Amoeba mengambil oksigen untuk pernafasan
dan mengeluarkan karbon dioksida melalui selaput plasma. Bergerak dengan menjulurkan kaki semunya (pseudopodia),
gerakannya ini disebut amoeboid. Amoeba
ada yang dibungkus cangkang ada pula yang tanpa selubung cangkang (telanjang),
biasanya yang tanpa selubung bentuknya asimetris dan selalu berubah.
Bagian tubuh amoeba yang hanya satu selter diri atas
vakuola makanan, vakuola kontraktil, inti, endoplasma, ektoplasma, plasmagel,
plasmolema, tudung hyalin, lembaran plasma gel, plasma sol, dan juga kristal-kristal.
Amoeba sp terdapat dalam air tawar baik pada air tergenang maupun yang mengalir. Perkembamgan dalam reproduksi amoeba
merupakan pertumbuhan yang sederhana, sel sebagai hasil pembelahan binary jadi sel
yang penuh dengan keunikan volume secara perlahan-lahan. Hewan ini
bernapas dengan cara difusi.
Pengambilan makanan terjadi tanpa bantuan bagian
bentuk mulut dan dapat terjadi dibagian mana saja pada permukaan tubuh dimana
makanan berupa protozoa yang ditelang melalui permukaan tubuh yang membujur keluar.
4.
Paramecium caudatum
Klasifikasi
Kingdom :
Animalia
Phylum : Protozoa
Superclass : Cilliata
Class : Holotriohea
Order : Hymonostimatida
Famili :
Holotrichidae
Genus : Paramecium
Species :
Paramecium caudatum
Hidup di air tawar yang banyak mengandung
bakteri atau zat-zat organik. Bentuknya seperti sandal (canela), ada bagian yang dempak disebelah depan dan meruncing
dibagian belakang. Padanya terdapat banyak silia untuk alat gerak dengan cara
bergetar. Terdapat trichocyst, mulut,
rongga makanan, rongga berdenyut, macronukleus, micronukleus,
dan sel dubur.
Berembang
biak secara vegetatif membelah diri secara transversal, dimulai dengan membelah
makronukleus yang diikuti oleh sitoplasmanya, membelah diri dapat terjadi
kurang lebih tiap 24 jam. Setelah erjadi beberapa kali pembiakan vegetatif,
terjadila pembiakan generatif secara konjugasi ysng dimulai pertemuan antara 2
individu pada bagian mulut, kemudian terjadi peristiwa macronuklius lenyap, dan
membelah secara meiosis menjadi empat, tiga diantaranya lenyap yang satu
membelah menjadi dua micronuklius (haploid) dan terjadi tukar-menukar
mikronukleus sehingga terjadi persatuan mikronukleus haploid menjadi
mikronukleus diploid, tiap individu memisahkan diri.
Respirasi
dan eksresi terjadi melalui permukaan tubuhnya (selaput plasma). Tubuhnya
dilindungi oleh pellicle, dibawah pellicle terdapat trichocyst yang akan
dikeluarkan jika dirangsang. Trichocyst ini berfungsi juga sebagai alat
pelindung jika diserang oleh musuh.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar