Efek Blog

Selasa, 24 Maret 2015

PROTOZOA


a.   Gambar hasil pengamatan

a.   Euglena viridis
Menurut literatur
 


                                                                          


 







Sumber: Gambar 1. 2015
Keterangan : Euglena viridis ditemukan pada medium biasa (pada air comberan) dan medium biakan (pada air comberan yang ditutupi kertas karbon) serta pada air sawah dan comberan yang tertutupi plastik transparan.
b.   Volvox globator
Menurut literatur


 











Sumber : Gambar 2. 2015
Keterangan : Volvox globator ditemukan pada medium
   biakan (pada air kolam yang ditutupi plastik transparan dan karbon).

c. Amoeba sp
    Menurut literatur


 









Sumber: Gambar 3. 2015
Keterangan: Amoeba sp ditemukan di air sawah dalam perlakuan gelas aqua
tertutupi kertas transparan pada medium biakan.
d.      Paramecium caudatum
Text Box: Keterangan:
1.  Cilium
2.  Micronukleus
3.  Makronukleus
4.  Celah mulut
5.  PellicleText Box:  Menurut literatur
                                                                          









 








Sumber: Gambar 4. 2015
Keterangan : Paramecium caudatum ditemukan di air kolam (pada medium biakan yang ditutupi kertas transparan), serta air sawah dan air kolam dalam gelas aqua tertutupi kertas karbon.

V.    ANALISIS DATA
1.    Euglena viridis
Klasifikasi       :
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Protozoa
Superclass       : Mastigophora
Class                : Phytomastigoporea
Ordo                : Euglenida
Famili              : Euglenidae
Genus              : Euglena
Spesies            : Euglenaviridis
Spesies ini memiliki silia yang sama panjang, yang terdapat pada seluruh permukaan tubuhnya. Bentuk tubuh panjang, runcing pada anterior dan tumpul pada posterior. Lapisan luar yang memadat disebut ektoplasma dan bagian di sebelah disebut endoplasma yang wujudnya padat.
Euglena viridis adalah Protista yang dapat bertindak sebagai heterotrof dan dapat pula sebagai autotrof. Ketika bertindak sebagai heterotrof, Euglena viridis mengelilingi partikel dan mengkonsumsi makanan dengan fagositosis. Ketika bertindak sebagai autotrof, Euglena viridis menggunakan kloroplas, (warna hijau) yang mengandung Klorofil a, Klorofil b, dan beberapa karotenoidpigmen, untuk menghasilkan gula oleh fotosintesis. Setiap kloroplas memiliki tiga membran, dan ada di tumpukan tilakoid tiga. Untuk mengamati lingkungannya, sel berisi eyespot, organel primitif yang menyaring sinar matahari ke dalam cahaya-mendeteksi, foto-sensitif struktur di dasar flagela; hanya mengizinkan panjang gelombang cahaya tertentu untuk memukulnya. Foto ini mendeteksi daerah yang sensitif terhadap cahaya yang dapat ditularkan melalui eyespot. Ketika cahaya tersebut terdeteksi, Euglena viridis mungkin sesuai menyesuaikan posisi untuk meningkatkan fotosintesis.
Euglena viridis juga struktural dinding sel kurang, tapi memiliki kulit tipis sebagai gantinya. Yang kulit tipis terbuat dari protein band yang spiral ke bawah panjang Euglena viridis dan berbaring di bawah membran plasma. Adanya mitokondria dan kloroplas membuat mereka unik. Ketika mereka berada di bawah sinar matahari mereka mampu menggunakannya seperti tanaman untuk menghasilkan energi. Ketika mereka berada dalam kegelapan mereka mampu untuk memakan bahan dan organisme kecil lainnya seperti binatang. Jika mereka memakan organisme lain ini terutama melalui proses fagositosis. Ini adalah ketika mereka mengelilingi organisme atau bahan dengan membran dan menyerapnya ke dalam diri mereka. Mereka memiliki titik mata (eyespot/stigma) sangat primitif yang memungkinkan mereka untuk menentukan tingkat cahaya di lingkungan mereka.
Dalam kondisi kelembaban rendah, sebuah Euglena viridis membentuk dinding pelindung di sekitar itu sendiri dan tertidur sebagai spora sampai kondisi lingkungan membaik. Euglena viridis juga dapat bertahan dalam gelap dengan menyimpan paramylon butiran dalam tubuh pyernoid dalam kloroplas. Euglena berkembang biak dengan membelah diri secara longitudinal. Euglena viridis bereproduksi secara aseksual dengan proses pembelahan biner. Ini berarti bahwa Euglena viridis dewasa hanya dapat menjalani proses dan dibagi menjadi dua Euglena. Pada dasarnya, mereka membuat tiruan. Struktur dan cara hidup telah membuat mereka sangat sukses. Euglena telah ada selama ribuan tahun dan terus berkembang di seluruh dunia saat ini.

2.     Volvox globator
Klasifikasi
 kingdom : Animalia
 Filum       : Protozoa
 Class        : Phitomastigophora
 Ordo        : Phytomonadina
Family      : Phytomonadideae
 Genus       : Volvox
 Spesies     : Volvox globator

Bentuk tubuh macam-macam ada yang seperti bola, bulat memanjang, atau seperti sandal bahkan ada yang bentuknya tidak menentu. Namun pada volvox ini berbentuk bola berukuran kecil. Hidup di dalam air tawar, merupakan koloni dari beribu-ribu binatang bersel satu dengan masing-masing mempunyai dua flagel. Di dalam koloni dapat terbentuk koloni baru dan kemudian melepaskan diri dari koloni lama menjadi koloni tersendiri.
Antara satu sel dengan sel lainya yang saling berdekatan di hubungkan oleh benang-benang sitoplasma, makanan dari sekitar ditangkap dan sintesis oleh sel-sel vegetatif. Volvox globatort diri atas ratusan sel yang digabungkan oleh suatu jalinan plotoplasma. Sebagian sel-selnya mempunyai titik mata, chlorophyl, vakuola kontraktil, dan dua flagella. Sel-sel tersebut disebut sel somatis. Spesies ini berbentuk bola yang berongga dan rongga itu berisi bubur cair, pada dinding bagian luar tertanam 3-17 ribu sel secara individu.
Air kotor ada hubungannya dengan jumlah protozoa. Karena air yang kotor merupakan tempat hidup yang ideal bagi protozoa. Sebab disana banyak terdapat makanan untuk protozoa seperti jasad-jasad renik dan lain-lain. Pada air kotor protozoa dapat hidup dengan aman karena jarang ada yang mengganggu. Filum yang paling banyak ditemukan ialah filum flagellata (Mestigophora). Cara bergeraknya semua berputar-putar kesana-kemari.

3.    Amoeba sp
Klasifikasi:
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Protoza
Sub phylum     : Plasmoderma
Classis             : Sarcodina
Sub Classis      : Rhizopoda
Ordo                : Amoebima
Family             : Amoebioae
Genus              : Amoeba
Species            : Amoeba sp
Amoeba hidup di air tawar basah/ tempat berair. Tubuh terdiri atas kulit luar (ektoplasma), selaput luar disebut plasmolemma. Bagian dalam di sebut bagian plasmagel, bagian plasmasol, dan butiran-butiran lemak. Rongga berdenyut berfungsi sebagai alat pengeluaran cairan supaya nilai osmosis isi sel terpelihara. Bila  Amoeba diambil intinya, akan segera mati tetapi bila diambil protoplasmanya akan membentuk protoplasma baru. Amoeba memakan bakteri, alga bersel satu dan makhuk hidup yang bersel satu lainnya.
Makanan dicerna di rongga makanan, sisanya ditinggalkan. Berkembangbiak secara vegetatif membelah diri di dahului dengan pembelahan intinya. Amoeba mengambil oksigen untuk pernafasan dan mengeluarkan karbon dioksida melalui selaput plasma. Bergerak dengan menjulurkan kaki semunya (pseudopodia), gerakannya ini disebut amoeboid.  Amoeba ada yang dibungkus cangkang ada pula yang tanpa selubung cangkang (telanjang), biasanya yang tanpa selubung bentuknya asimetris dan selalu berubah.
Bagian tubuh amoeba yang hanya satu selter diri atas vakuola makanan, vakuola kontraktil, inti, endoplasma, ektoplasma, plasmagel, plasmolema, tudung hyalin, lembaran plasma gel, plasma sol, dan juga kristal-kristal. Amoeba sp terdapat dalam air tawar baik pada air tergenang maupun yang mengalir. Perkembamgan dalam reproduksi amoeba merupakan pertumbuhan yang sederhana, sel sebagai hasil pembelahan binary jadi sel yang penuh dengan keunikan volume secara perlahan-lahan. Hewan ini bernapas dengan cara difusi.
Pengambilan makanan terjadi tanpa bantuan bagian bentuk mulut dan dapat terjadi dibagian mana saja pada permukaan tubuh dimana makanan berupa protozoa yang ditelang melalui permukaan tubuh yang membujur keluar.



4.    Paramecium caudatum
Klasifikasi      
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Protozoa
Superclass       : Cilliata
Class                : Holotriohea
Order               : Hymonostimatida
Famili              : Holotrichidae
Genus              : Paramecium
Species            : Paramecium caudatum
     Hidup di air tawar yang banyak mengandung bakteri atau zat-zat organik. Bentuknya seperti sandal (canela), ada bagian yang dempak disebelah depan dan meruncing dibagian belakang. Padanya terdapat banyak silia untuk alat gerak dengan cara bergetar. Terdapat trichocyst, mulut, rongga makanan, rongga berdenyut, macronukleus,  micronukleus, dan sel dubur.
Berembang biak secara vegetatif membelah diri secara transversal, dimulai dengan membelah makronukleus yang diikuti oleh sitoplasmanya, membelah diri dapat terjadi kurang lebih tiap 24 jam. Setelah erjadi beberapa kali pembiakan vegetatif, terjadila pembiakan generatif secara konjugasi ysng dimulai pertemuan antara 2 individu pada bagian mulut, kemudian terjadi peristiwa macronuklius lenyap, dan membelah secara meiosis menjadi empat, tiga diantaranya lenyap yang satu membelah menjadi dua micronuklius (haploid) dan terjadi tukar-menukar mikronukleus sehingga terjadi persatuan mikronukleus haploid menjadi mikronukleus diploid, tiap individu memisahkan diri.
Respirasi dan eksresi terjadi melalui permukaan tubuhnya (selaput plasma). Tubuhnya dilindungi oleh pellicle, dibawah pellicle terdapat trichocyst yang akan dikeluarkan jika dirangsang. Trichocyst ini berfungsi juga sebagai alat pelindung jika diserang oleh musuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar