A.
Tabel
Hasil Pengamatan
|
No
|
Nama tumbuhan
|
Tipe akar
|
Bentuk akar
|
Modifikasi akar
|
|
1
|
Rumput
teki
|
Akar
serabut
|
Benang
|
Akar
rimpang
|
|
2
|
Lombok
|
Akar
tunggang
|
Benang
|
-
|
|
3
|
Terong
|
Akar
tungang
|
Benang
|
-
|
|
4
|
Wortel
|
Akar
tunggang
|
Tombak
|
Umbi
|
|
5
|
Bengkuwang
|
Akar
tunggang
|
Gasing
|
Umbi
|
|
6
|
Singkong
|
Akar
serbut
|
Benang
|
Umbi
|
|
7
|
Laos
|
Akar
serabut
|
Benang
|
Rimpang
|
|
8
|
Anggrek
kalajengking
|
Akar
udara
|
Benang
|
Akar
udara
|
|
9
|
Padi
|
Akar
serabut
|
Benang
|
-
|
|
10
|
Benalu
|
Akar
penggerek/penghisap
|
Tunggang
bercabang
|
Akar
penggerek
|
|
11
|
Sirih
|
Akar
pelekat
|
Benang
|
Perekat
|
B. Gambar Hasil Pengamatan
1.
Rumput
Teki (Cyperus rotundus)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Sumber: Anonim a. 2015
2.
Lombok
(Capsicum sp.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Sumber: Anonim b. 2015
3.
Terong
(Solanum sp.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Sumber:
Anonim c. 2015
4.
Wortel
(Daucus carota L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Sumber:
Anonim d. 2015
5.
Bengkuang
(Pachyrrhizus erosus Urb.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Sumber:
Anonim e. 2015
6.
Singkong
(Manihot utilissima Burm. F.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Sumber:
Anonim f. 2015
7.
Laos
(Alpinia galanga)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Sumber:
Anonim g. 2015
8.
Anggrek
Kalajengking (Arachis flos-aeris)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Sumber:
Anonim h. 2015
9.
Padi
(Oryza sativa L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Sumber:
Anonim i. 2015
10.
Benalu
(Loranthus sp.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Sumber:
Anonim j. 2015
11. Sirih (Piper betle L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan:
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar
|
Sumber:
Anonim k. 2015
II. ANALISIS DATA
1. Akar Rumput Teki (Cyperus rotundus L.)
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Sub classis : Commelinidae
Ordo :
Cyperales
Familia : Cyperaceae
Genus :
Cyperus
Species : Cyperus rotundus L.
(Sumber : Steenis, 2002)
Rumput teki merupakan akar serabut
karena akar bukan berasal dari calon akar yang asli dan bentuknya seperti
serabut. Bentuk akarnya adalah benang atau filiformis
karena akar yang menyusun akar-akar serabut kecil seperti benang. Rumput teki merupakan
tumbuhan yang memiliki tipe akar serabut yaitu akar yang memiliki akar lembaga
yang dalam perkembangan selanjutnya mati dan kemudian disusul oleh sejumlah
akar yang mempunyai ukuran besar hampir sama, dan semuanya keluar dari pangkal
akar. Kemudian bermodifikasi menjadi akar rimpang yang berada didalam tanah.
Akar ini mempunyai percabangan
yang bertujuan untuk memperluas bidang bidang penyerapan serta untuk memperkuat
berdirinya batang. Tanaman
rumput teki ini biasanya tumbuh berumpun, sehingga terdapat rimpang yang
merayap atau seperti umbi dengan geragih yang berfungsi sebagai alat
perkembangbiakan secara vegetatif.
2. Akar Lombok (Capsicum sp.)
Klasifikasi
:
Kingdom : Plantae
Divisio
: Magnoliophyta
Classis
: Magnoliopsida
Subclassis
: Asteridae
Ordo
: Solanales
Familia
: Solanaceae
Genus
: Capsicum
Spesies
: Capsicum sp.
(Sumber : Steenis, 2002)
Berdasarkan pengamatan yang
telah dilakukan, akar
pada tanaman lombok mempunyai sistem perakaran tunggang karena tumbuhan lombok
termasuk tumbuhan dikotil, dengan bentuk akar berupa benang. Tipe
akar Lombok adalah akar tunggang karena akar pokok yang berasal
dari akar lembaga. Bentuk akarnya tunggang bercabang atau ramonus. Tidak mengalami modifikasi akar.
Memiliki akar serabut
karena memiliki akar lembaga yang dalam perkembangan selanjutnya mati dan
kemudian disusul oleh sejumlah akar yang mempunyai ukuran besar hampir sama,
dan semuanya keluar dari pangkal akar. Tanaman ini memiliki bagian-bagian akar
seperti akar utama, ujung akar, leher akar, serabut akar, cabang akar, dan
rambut akar.
3. Akar Terong (Solanum sp.)
Klasifikasi
:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Sub classis : Asteridae
Ordo : Solanales
Familia : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum sp.
(Sumber : Steenis, 2002)
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, akar pada tanaman
terong mempunyai sistem perakaran tunggang karena pada terong akar lembaganya
tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang
lebih kecil. Pada terong dapat
dilihat dengan jelas mana batang akar sehingga dapat dibedakan, cabang akar,
serabut akar dan rambut-rambut akar.
Akar terong tidak mengalami
modifikasi, hanya saja, akar
lembaganya tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi
akar-akar yang lebih kecil.Bentuk akarnya adalah benang karena walaupun seperti
akar serabut namun tidak begitu mengalami percabangan.
4. Akar Wortel (Daucus carota L.)
Klasifikasi
:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Sub
Classis : Rosidae
Ordo : Apiales
Familia : Apiaceae
Genus : Daucus
Species : Daucus carota L.
(Sumber : Steenis, 2002)
Berdasarkan hasil pengamatan yang
dilakukan, wortel (Daucus carota L.)
merupakan tumbuhan yang memiliki tipe akar tunggang yang tidak bercabang.
Wortel memiliki akar berbentuk tombak atau Fusiformis karena pangkalnya yang besar dan meruncing ke ujung
dengan serabut-serabut akar
sebagai percabangan yang biasanya menjadi tempan penimbunan makanan. Akar
wortel merupakan modifikasi dari umbi akar yang merupakan tempat penimbunan
cadangan makanan.
Menurut Gembong
Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
tumbuhan (2013:93)
mengatakan bahwa salah satu contoh akar yang bentuknya seperti tombak adalah
wortel.
5. Akar Bengkuwang (Pachyrrhizus erosus Urb.)
Klasifikasi
:
Kingdom :
Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Sub
Classis : Caryophyllidae
Ordo : Caryophyllales
Familia : Chenopodiceae
Genus : Pachyrrhizus
Species : Pachyrrhizus
erosus Urb.
(Sumber
: Steenis,
2002)
Berdasarkan hasil pengamatan yang
dilakukan bahwa akar bengkuang merupakan akar tunggang karena akar
yang berasal dari akar lembaga.yang berhubungan dengan fungsinya sebagai tempat
penimbunan makanan cadangan. Umbi bengkuwang ini mempunyai bentuk seperti
gasing (napiformis), yaitu memiliki
pangkal akar yang besar dan membulat, cabangnya berupa akar-akar serabut yang
hanya terdapat pada ujung yang sempit meruncing. Akar berbentuk gasing ini juga
termasuk dalam akar tunggang yang tidak bercabang atau sedikit bercabang.
Merupakan modifikasi
dari umbi batang (tuber). Akar
bengkuang mengalami modifikasi menjadi umbi akar yang berfungsi sebagai tempat
penimbunan makanan cadangan. Akar bengkuang dapat dikonsumsi dan dimanfaatkan sebagai
bahan baku kosmetik serta dimanfaatkan sebagai obat tradisional.
Menurut
Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
tumbuhan (2009:93) mengatakan bahwa salah satu contoh akar yang bentuknya
gasing adalah bangkuwang.
6. Akar Singkong (Manihot utilisima Burm. F.)
Klasifikasi
:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Sub Classis : Rosidae
Ordo : Euphorbiales
Familia : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Species : Manihot utilisima Burm. F.
(Sumber
: Steenis,
2002)
Berdasarkan hasil pengamatan yang
dilakukan bahwa akar singkong merupakan tumbuhan yang memiliki akar serabut karena akar yang
menyusun akar serabut tersebut kecil-kecil. Akarnya dapat bermodifikasi menjadi
umbi akar yang merupakan penjelmaan dari akar-akar serabut. Umbinya merupakan
tempat penimbunan makanan, disamping itu terdapat juga cabang akar (radix
lateralis). Umbi akar ini tidak mungkin dapat dijadikan sebagai alat
perkembangbiakan. Tanaman
ini berkembang biak secara vegetatif dengan stek batang.
7. Akar Laos (Alpinia galanga)
Klasifikasi
:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Sub Classis : Zingeberidae
Ordo : Zingiberales
Familia : Zingiberaceae
Genus : Alpinia
Species : Alpinia galangal
(Sumber
: Steenis,
2002)
Berdasarkan
pengamatan, tumbuhan
laos merupakan tumbuhan yang memiliki akar serabut dengan bentuk akar seperti
benang. Akarnya merupakan modifikasi dari batang yaitu akar rimpang. Rimpang
laos ini sebenarnya adalah perubahan bentuk atau hasil modifikasi dari batang
berserta daun yang terdapat di dalam tanah. Bercabang-cabang, tumbuh mendatar,
dan dari segi ujungnya dapat tumbuh tunas yang baru yang muncul di atas tanah,
dan dapat merupakan suatu tumbuhan baru.
Di samping sebagai alat
perkembangbiakan, rimpang ini juga berfungsi sebagai tempat penimbunan zat-zat
cadangan makanan yang dimanfaatkan manusia sebagai rempah-rempah. Tanda-tanda
yang membuktikan bahwa rimpang merupakan modifikasi dari batang, yaitu beruas-ruas,
berbuku-buku, akar tidak pernah bersilia, berdaun, tetapi daunnya telah menjelma menjadi
sisik-sisik, mempunyai kuncup-kuncup dan tumbuhnya
tidak ke pusat bumi atau air, makan tetapi kadang-kadang langsung ke atas, muncul di atas tanah.
8. Akar Anggrek kalajengking (Arachis flos-aeris)
Klasifikasi
:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Sub
Classis : Liliidae
Ordo : Orchidales
Familia : Orchidaceae
Genus : Arachis
Species : Arachis flos-aeris
(Sumber
: Steenis,
2002)
Berdasarkan
pengamatan
yang dilakukan, tanaman Anggrek
kalajengking memiliki sistem perakaran memiliki akar udara atau akar gantung (radix aereus) yang mempunyai sifat dan tugas khusus. Akar ini
keluar dari bagian-bagian di atas tanah, menggantung di udara dan tumbuh ke
arah tanah. Bergantung
pada tingginya tempat permukaan keluarnya akar ini dapat amat panjang. Selama
masih menggantung, akar ini hanya dapat membantu dalam penyerapan aiur dan zat
gas di udara, dan sering kali mempunyai jaringan khusus untuk menimbun air atau
udara yang disebut velamen, tetapi setelah
mencapai tanah. Untuk bagian yang masuk dalam tanah berkelakuan seperti akar
biasa, yaitu menyerap air dan zat makanan dari tanah. Sedangkan
bagian yang di atasnya sering kali berubah menjadi batang yang
kemudian menjadi tempat tumbuhnya bunga.
Menurut
Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
tumbuhan (2013:96)
mengatakan bahwa salah satu contoh akar udara adalah anggrek kalajengking.
9. Akar Padi (Oryza sativa L.)
Klasifikasi
:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Sub Classis : Commelinidae
Ordo : Cyperales
Familia : Poaceae
Genus : Oryza.
Species : Oryza sativa L.
(Sumber
: Steenis,
2002)
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, tanaman padi merupakan
tumbuhan yang memiliki akar serabut karena akar-akar serabutnya yang
panjang, dan cabang
akarnya sangat banyak serta
kecil-kecil. Bentuk akarnya seperti benang yang berguna untuk memperluas bidang
penyerapan dan untuk memperkuat berdirinya batang.
Akar
pada padi adalah akar serabut. Akar serabut ini berbentuk benang karena
akar-akar serabutnya yang kecil dan panjang. Tidak mengalami modifikasi pada
akarnya.
Menurut
Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
tumbuhan (2013:95)
mengatakan bahwa salah satu contoh akar serabut yang bentuknya seperti benang
adalah pada padi.
10. Akar Benalu (Loranthus sp.)
Klasifikasi
:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Sub
Classis : Rosidae
Ordo : Santalales
Familia : Loranthaceae
Genus : Loranthus
Species : Loranthus sp.
(Sumber
: Steenis,
2002)
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, tumbuhan benalu
merupakan tumbuhan yang memiliki
akar penggerek atau akar pengisap (houstorium)
yaitu akar yang berguna untuk menyerap air ataupun zat makanan dari inangnya dan merupakan perakaran
tunggang, yaitu akar yang berguna untuk menyerap air ataupun zat makanan dari
inangnya. Akar penggerek ini menembus kulit batang inangnya sampai ke bagian
yang berkayu. Akar
penggerek ini dapat
hanya berupa akar-akar pendek yang melekat pada tuan rumahnya, yang
berfungsi menghisap
air dan zat-zat makanan. Akar penghisap pada tumbuhan benalu ini nampak pipih
menggembol dan melekat pada cabang inangnya. Benalu merupakan tumbuhan yang
hidup parasit pada inangnya dan bersifat merugikan, karena dapat membunuh inang
yang ditempati.
Menurut
Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
tumbuhan (2013:96)
mengatakan bahwa salah satu contoh akar penghisap atau akar penggerek adalah
pada benalu.
11. Akar Tanaman sirih (Piper betle L.)
Klasifikasi
:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Sub
classis : Magnoliidae
Ordo : Piperales
Familia : Piperaceae
Genus : Piper
Species : Piper betle L.
(Sumber
: Steenis,
2002)
Berdasarkan
pengamatan yang dilakukan, tanaman
sirih merupakan tanaman yang memiliki sistem
perakaran adalah akar pelekat karena akar-akarnya
keluar dari buku-buku batang tumbuhan memanjat dan berguna untuk menempel pada
penunjangnya saja. Akar tanaman sirih terdiri dari batang akar, cabang akar dan
serabut akar. Untuk tanaman sirih dapat kita temukan bahwa sirih mempunyai
sistem perakaran serabut yaitu akar semuanya keluar dari pangkal batang.
Akar-akar serabut ini mempunyai bentuk seperti benang (filiformis).
Jika
dihubungkan dengan cara hidup yang disesuaikan dengan keadaan-keadaan tertentu,
pada tanaman sirih terdapat akar yang mempunyai sifat dan tugas khusus berupa
akar pelekat. Akar pelekat ini merupakan akar-akar yang keluar dari buku-buku
batang tumbuhan yang tumbuh memanjang dan berguna untuk menempel pada
penunjangnya.
Menurut
Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
tumbuhan (2013:96)
mengatakan bahwa akar sirih itu mengalami modifikasi akar yang disebut akar
pelekat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar