1. Capung (Orthetrum
sabina)
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Order : Odonata
Sub ordo : Anisoptera
Family : Libellulidae
Genus : Orthetrum
Species : Orthetrum sabina
(Sumber : Hegner, 1968)
Orthetrum sabina termasuk kedalam keluarga Libellulidae. Keberadaanya mulai dari
Eropa Tenggara, Afrika Utara, Jepang, Asia Tenggara, dan Australia. Dari segi
corak dan warna capung yang satu ini memang terlihat gagah dan mirip dengan
Orthetrum Serapia dengan panjang sayap 60 hingga 85 mm. Capung ini memang salah satu
spesies serangga yang hidupnya menggantungkan sumber air bersih, karena selama
ia di dalam telur, menjadi larva, sampai menjadi capung ia tergantung pada
sumber air bersih. Capung ini
memiliki bagian tubuh seperti kepala, sayap, dan kaki. Capung in berwarna hitam
2. Kupu-kupu (Danaus
melanippus But)
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Divisi
: Rhopalocera
Filum
: Arthropoda
Kelas
: Insecta
Ordo
: Lepidoptera
Family
: Nymphalidae
Genus
: Danaus
Spesies
: Danaus melanippus
(Sumber : Hegner, 1968)
Berdasarkan pengamatan, Danaus
melanippus atau kupu-kupu raja memiliki tubuh yang terdiri
atas kepala, abdomen, antena, dan kaki. Rentang sayapnya maksimal 12 cm.
Kupu-kupu ini mudah dikenali dengan coraknya yang unik yaitu berwarna jingga
dan hitam disertai bintik-bintik. Corak tersebut menunjukkan bahwa kupu-kupu
ini beracun. Racunnya berasal dari tanaman yang ia hisap.
Reproduksinya secara
seksual, saat sel sperma membuahi sel betina, maka kupu-kupu betina akan
melakukan imigrasi untuk meletakkan telurnya di tempat rumput susu yang beracun.
Disinilah racun kupu-kupu ini berasal, racun ini akan menempel pada telur
hingga dewasa. Setelah beberapa hari telur tersebut menjadi ulat, lalu
menggantung terbalik dan meninggalkan kulitnya hingga menjadi kepompong.
Kemudian keluar dari cangkangnya dan lahir kupu-kupu baru. Kupu-kupu ini
mendapatkan makanannya dari nektar bunga untuk medapatkan nutrisi.
3. Belalang (Disosteria carolina)
Klasifikasi
Animalia : Animalia
Kingdom :
Invertebrata
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Ordo : Orthoptera
Famili : Acricidae
Genus : Disosteria
Species : Disosteria carolina
(Sumber : Hegner,
1968)
Disosteria carolina tubuhnya terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian
Cephal, Toraks dan Abdomen. Cephalnya tersusun atas enam buku yang menjadi
satu, thoraks dari belalang ini tersusun atas tiga buku dengan kaki dan sayap.
Sedangkan untuk abdomennya panjang tersusun atas beberapa buku. Hewan
ini tubuhnya terbungkus oleh
ekso-skeleton yang melindungi organ lunak di sebelah dalam. Pada bagian cephal
atau kepala belalang terdapat antena yang tersusun atas buku-buku dan
mengandung bulu-bulu sensoris, mata faset (tersusun atas ommatidia) yang
terletak di sebelah lateral dan juga terdapat tiga mata sederhana yang di sebut
ocelli. Bagian kepalanya tersusun dari kapsul, yang bagian dorsal di sebut
vertex, bagian lateral genae, dan anterior frons.
Type mulut dari spesies ini yaitu type mandibularis/penggigit yang terdiri
dari : (a) Bibir atas/labrum; (b) Lidah; (c) Mandibula; (d) Maxillae; (e) Bibir
bawah/labium. Pada bagian thoraks terdiri atas tiga bagian utama, bagian
anterior yang besar yang di sebut prothoraks, bagian tengah yang disebut
mesothoraks, dan bagian belakang yang disebut metathoraks. Pada tiap-tiap
bukunya terdpat sepasang kaki yang kuat dan pada mesothoraks terdapat sayap.
Bagian abdomennya terdiri dari 11 buku, dan buku bagian belakangnya mengalami
modifikasi sehubungan dengan keperluan untuk mengadakan kopulasi dan pelekatan
telur.
4. Semut Rang-rang (Oecophylla sp.)
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Class : Insecta
Ordo : Hymenaptera
Famili : Formicidae
Genus : Oecophylla
Species : Oecophylla
sp.
(Sumber : Maskoer Jassin. 1987)
Semut ini termasuk ke dalam
genus Oecophylla karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut : memiliki warna
merah kehitaman (Orange dengan abdomen bergaris kehitaman) dan memiliki ukuran
tubuh panjang 0,5 – 1 cm yang dilengkapi dengan protonom yang melebar. Tubuh
dari jenis ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, thorax dan abdomen.
Bentuk abdomen bulat 4 segmen dan bentuk mulut runcing serta memiliki tipe
mulut penghisap dan penggigit.
Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga
lain yang juga memiliki antena, kelenjar metapleural, dan bagian
perut kedua yang berhubungan ke tangkai semut membentuk pinggang sempit
(pedunkel) di antara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan
metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole). Petiole yang dapat
dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua, atau yang kedua dan ketiga
abdominal segmen ini bisa terwujud).
Pada bagian kepala terdapat
sepasang antena yang variable dan matasitor dan mulut. Mulut berfungsi sebagai
alat untuk mengunyah dan menjilat. Metamorfosis pada jenis ini adalah
metamorfosis yang sempurna.. Makanan dari jenis ini sebagian besar adalah
berasal dari insecta kecil lainnya, dan juga nektar.
Tubuh semut, seperti serangga lainnya, memiliki eksoskeleton atau kerangka luar yang memberikan
perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot, berbeda dengan kerangka
manusia dan hewan bertulang belakang. Serangga tidak
memiliki paru-paru, tetapi mereka
memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada bernama spirakel untuk sirkulasi udara dalam sistem respirasi
mereka. Serangga juga tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup. Sebagai
gantinya, mereka memiliki saluran berbentuk panjang dan tipis di sepanjang
bagian atas tubuhnya yang disebut "aorta punggung" yang fungsinya
mirip dengan jantung. sistem saraf
semut terdiri dari sebuah semacam otot saraf ventral yang berada di sepanjang
tubuhnya, dengan beberapa buah ganglion dan cabang yang berhubungan dengan
setiap bagian dalam tubuhnya.
Pada kepala semut
terdapat banyak organ sensor. Semut, layaknya serangga lainnya, memiliki mata majemuk yang terdiri dari kumpulan lensa
mata yang lebih kecil dan tergabung untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik.
Mereka juga punya tiga oselus di bagian puncak kepalanya untuk mendeteksi
perubahan cahaya dan polarisasi. Kebanyakan semut umumnya memiliki penglihatan
yang buruk, bahkan beberapa jenis dari mereka buta.
5. Semut Gula (Formica yessensis)
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Ordo : Hymnoptera
Famili : Formicidae
Genus : Formica
Species : Formica yessensis
(Sumber : Maskoeri, jassin. 1984)
Formica yessensis merupakan semut kecil yang berwarna hitam memilki ukuran tubuh yang kecil
yaitu sekitar 3 mm dengan abdomen yang berbentuk bulat oval tumpul. Tubuh dari jenis ini terbagi atas tiga
bagian, yaitu kepala, thorax dan abdomen. Pada bagian kepala terdapat sepasang
antenna yang variable dan matasitor dan mulut. Mulut berfungsi dari jenis ini
berfungsi sebagai alat untuk mengunyah dan menjilat. Makanan dari jenis ini sisa-sisa zat yang telah
mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar