Efek Blog

Minggu, 31 Mei 2015

INSECTA



1.      Capung (Orthetrum sabina)
Klasifikasi :
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Arthropoda
Class                : Insecta
Order               : Odonata
Sub ordo         : Anisoptera
Family             : Libellulidae
Genus              : Orthetrum
Species            : Orthetrum sabina
(Sumber : Hegner, 1968)   
Orthetrum sabina termasuk kedalam keluarga Libellulidae. Keberadaanya mulai dari Eropa Tenggara, Afrika Utara, Jepang, Asia Tenggara, dan Australia. Dari segi corak dan warna capung yang satu ini memang terlihat gagah dan mirip dengan  Orthetrum Serapia dengan panjang sayap 60 hingga 85 mm. Capung ini memang salah satu spesies serangga yang hidupnya menggantungkan sumber air bersih, karena selama ia di dalam telur, menjadi larva, sampai menjadi capung ia tergantung pada sumber air bersih. Capung ini memiliki bagian tubuh seperti kepala, sayap, dan kaki. Capung in berwarna hitam

2.      Kupu-kupu (Danaus melanippus But)
Klasifikasi       :
Kingdom         : Animalia
Divisi               : Rhopalocera
Filum               : Arthropoda
Kelas               : Insecta
Ordo                : Lepidoptera
Family             : Nymphalidae
Genus              : Danaus
Spesies            : Danaus melanippus
(Sumber : Hegner, 1968)   
Berdasarkan pengamatan, Danaus melanippus atau kupu-kupu raja memiliki tubuh yang terdiri atas kepala, abdomen, antena, dan kaki. Rentang sayapnya maksimal 12 cm. Kupu-kupu ini mudah dikenali dengan coraknya yang unik yaitu berwarna jingga dan hitam disertai bintik-bintik. Corak tersebut menunjukkan bahwa kupu-kupu ini beracun. Racunnya berasal dari tanaman yang ia hisap.
Reproduksinya secara seksual, saat sel sperma membuahi sel betina, maka kupu-kupu betina akan melakukan imigrasi untuk meletakkan telurnya di tempat rumput susu yang beracun. Disinilah racun kupu-kupu ini berasal, racun ini akan menempel pada telur hingga dewasa. Setelah beberapa hari telur tersebut menjadi ulat, lalu menggantung terbalik dan meninggalkan kulitnya hingga menjadi kepompong. Kemudian keluar dari cangkangnya dan lahir kupu-kupu baru. Kupu-kupu ini mendapatkan makanannya dari nektar bunga untuk medapatkan nutrisi.





3.    Belalang (Disosteria carolina)

Klasifikasi
Animalia                : Animalia
Kingdom               : Invertebrata
Phylum                  : Arthropoda
Class                      : Insecta
Ordo                      : Orthoptera
Famili                    : Acricidae
Genus                    : Disosteria
Species                  : Disosteria carolina
(Sumber : Hegner, 1968)   
Disosteria carolina tubuhnya terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian Cephal, Toraks dan Abdomen. Cephalnya tersusun atas enam buku yang menjadi satu, thoraks dari belalang ini tersusun atas tiga buku dengan kaki dan sayap.
Sedangkan untuk abdomennya panjang tersusun atas beberapa buku. Hewan ini  tubuhnya terbungkus oleh ekso-skeleton yang melindungi organ lunak di sebelah dalam. Pada bagian cephal atau kepala belalang terdapat antena yang tersusun atas buku-buku dan mengandung bulu-bulu sensoris, mata faset (tersusun atas ommatidia) yang terletak di sebelah lateral dan juga terdapat tiga mata sederhana yang di sebut ocelli. Bagian kepalanya tersusun dari kapsul, yang bagian dorsal di sebut vertex, bagian lateral genae, dan anterior frons.
Type mulut dari spesies ini yaitu type mandibularis/penggigit yang terdiri dari : (a) Bibir atas/labrum; (b) Lidah; (c) Mandibula; (d) Maxillae; (e) Bibir bawah/labium. Pada bagian thoraks terdiri atas tiga bagian utama, bagian anterior yang besar yang di sebut prothoraks, bagian tengah yang disebut mesothoraks, dan bagian belakang yang disebut metathoraks. Pada tiap-tiap bukunya terdpat sepasang kaki yang kuat dan pada mesothoraks terdapat sayap. Bagian abdomennya terdiri dari 11 buku, dan buku bagian belakangnya mengalami modifikasi sehubungan dengan keperluan untuk mengadakan kopulasi dan pelekatan telur.

4.  Semut Rang-rang (Oecophylla sp.)
Klasifikasi :
Kingdom               : Animalia
Filum         : Arthropoda
Class          : Insecta
Ordo          : Hymenaptera
Famili        : Formicidae
Genus        : Oecophylla
Species      : Oecophylla sp.
(Sumber : Maskoer Jassin. 1987)
Semut ini termasuk ke dalam genus Oecophylla karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut : memiliki warna merah kehitaman (Orange dengan abdomen bergaris kehitaman) dan memiliki ukuran tubuh panjang 0,5 – 1 cm yang dilengkapi dengan protonom yang melebar. Tubuh dari jenis ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, thorax dan abdomen. Bentuk abdomen bulat 4 segmen dan bentuk mulut runcing serta memiliki tipe mulut penghisap dan penggigit.
Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang juga memiliki antena, kelenjar metapleural, dan bagian perut kedua yang berhubungan ke tangkai semut membentuk pinggang sempit (pedunkel) di antara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole). Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua, atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).
Pada bagian kepala terdapat sepasang antena yang variable dan matasitor dan mulut. Mulut berfungsi sebagai alat untuk mengunyah dan menjilat. Metamorfosis pada jenis ini adalah metamorfosis yang sempurna.. Makanan dari jenis ini sebagian besar adalah berasal dari insecta kecil lainnya, dan juga nektar.
Tubuh semut, seperti serangga lainnya, memiliki eksoskeleton atau kerangka luar yang memberikan perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot, berbeda dengan kerangka manusia dan hewan bertulang belakang. Serangga tidak memiliki paru-paru, tetapi mereka memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada bernama spirakel untuk sirkulasi udara dalam sistem respirasi mereka. Serangga juga tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup. Sebagai gantinya, mereka memiliki saluran berbentuk panjang dan tipis di sepanjang bagian atas tubuhnya yang disebut "aorta punggung" yang fungsinya mirip dengan jantung. sistem saraf semut terdiri dari sebuah semacam otot saraf ventral yang berada di sepanjang tubuhnya, dengan beberapa buah ganglion dan cabang yang berhubungan dengan setiap bagian dalam tubuhnya.
Pada kepala semut terdapat banyak organ sensor. Semut, layaknya serangga lainnya, memiliki mata majemuk yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil dan tergabung untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik. Mereka juga punya tiga oselus di bagian puncak kepalanya untuk mendeteksi perubahan cahaya dan polarisasi.  Kebanyakan semut umumnya memiliki penglihatan yang buruk, bahkan beberapa jenis dari mereka buta.
5.   Semut Gula (Formica yessensis)
Klasifikasi :
Kingdom      : Animalia
Phylum         : Arthropoda
Class            : Insecta
Ordo            : Hymnoptera
Famili           : Formicidae
Genus           : Formica
Species         : Formica yessensis
(Sumber : Maskoeri, jassin. 1984)
Formica yessensis merupakan semut kecil yang berwarna hitam memilki ukuran tubuh yang kecil yaitu sekitar 3 mm dengan abdomen yang berbentuk bulat oval tumpul.  Tubuh dari jenis ini terbagi atas tiga bagian, yaitu kepala, thorax dan abdomen. Pada bagian kepala terdapat sepasang antenna yang variable dan matasitor dan mulut. Mulut berfungsi dari jenis ini berfungsi sebagai alat untuk mengunyah dan menjilat. Makanan dari jenis ini sisa-sisa zat yang telah mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar