Efek Blog

Minggu, 31 Mei 2015

RUMUS BUNGA DA DIAGRAM BUNGA



A.  Tabel Hasil Pengamatan
No.
Nama Bunga
Kelamin Bunga
Simetri Bunga
Rumus Bunga
1.
Bunga Alamanda (Alamanda cathartica L.)                                   2. Bunga Kertas (Bougainvillea spectabilis)                                   3. Bunga Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)                                   4. Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)                                   5. Bunga Tasbih (Canna sp)                                   6. Bunga Teratai (Nymphaea lotus L.)
Bunga Banci
Bersimetri Banyak

* K 5, C (5), A ∞, G 1
2.
Bunga Kertas (Bougainvillea spectabilis)                                   3. Bunga Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)                                   4. Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.                                   5. Bunga Tasbih (Canna sp)                                   6. Bunga Teratai (Nymphaea lotus L.)
Bunga Banci
Bersimetri Banyak

* K(5), C(3), A 8, G 1

3.
Bunga Anggrek Kalajengking
(Arachis flos-aeris)
Bunga Banci
Bersimetri Satu
↑ P 5, A 2, G 1
4.
Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)
Bunga Banci
Bersimetri Banyak
* K [6 + (5)], C 5, A (~), G 5
5.
Bunga Tasbih
(Canna sp.)
Bunga Banci
Bersimetri Satu
K 3, C 3, A (5), G (3)
6.
Bunga Teratai (Nymphaea lotus L.)
Bunga Banci
Bersimetri Banyak
* K 4 + C (4+8+8), A ~ , G 1



B.  Gambar Hasil Pengamatan
1.      Bunga Alamanda (Allamanda cathartica L.)
a.       Diagram bunga
Dengan Rumus Bunga: * K 5, C (5), A ∞, G 1














2.      Bunga Kertas (Bougainvillea spectabilis)
a.       Diagram bunga
Dengan Rumus Bunga: * K(5), C(3), A 8, G 1












3.      Bunga Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
a.       Diagram bunga
Dengan Rumus Bunga: ↑ P 5, A 2, G 1














4.      Bunga Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.)
a.       Diagram bunga
Dengan Rumus Bunga: * K [6 + (5)], C 5, A (~), G 5













5.      Bunga Tasbih (Canna sp.)
a.       Diagram bunga
Dengan Rumus Bunga: K 3, C 3, A (5), G (3)














6.      Bunga Teratai (Nymphaea lotus L.)
a.       Diagram bunga
Dengan Rumus Bunga: * K 4 + C (4+8+8), A ~ , G 1













V. ANALISIS DATA
1.    Bunga Alamanda (Allamanda cathartica L)
Klasifikasi :
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Sub Classis      : Asteridae
Ordo                : Gentianales
Familia            : Apocynaceae
Genus              : Allamanda
Species            : Allamanda cathartica L.
(Sumber: Steenis, 2002)
Alamanda merupakan bunga berjenis kelamin banci karena dalam 1 bunga terdapat dua alat kelamin sekaligus (hermaphrodit) yaitu putik dan benang sari. Bunga ini memiliki 5 kelopak yang bebas satu sama lain dan terletak dalam 1 lingkaran. Mahkota bunga ada 5 lembar yang saling berlekatan satu sama lain dan tersusun dalam 1 lingkaran. Mahkota bunga ini berbentuk membulat beraturan. Benang sari jumlahnya tak terhingga. Mahkota bunga dan benang sarinya saling berlekatan dengan putik berjumlah satu buah. Bunga ini bersimetri banyak (polysimetris). Bunga ini tumbuh pada ujung cabang. Setiap tangkai bunga terdapat lebih dari 2 bunga. Bunga Alamanda ini berwarna kuning cerah. Ukurannya ada yang besar dan ada yang kecil, disesuaikan dengan ukuran daunnya. Berdasarkan jumlah dan letak kelopak, mahkota, benang sari dan putik, bunga alamanda dapat dirumuskan sebagai berikut * K 5, C (5), A ∞, G 1 artinya bunga alamanda termasuk bunga banci yang memiliki simetri banyak, kelopak bunga terdiri atas 1 lingkaran berjumlah 5, Mahkota bunga berjumlah 5 serta benang sari  berjumlah tak terhingga. Kemudian putik berjumlah 1.
Dari literatur menyatakan pada ranting alamanda diketahui bahwa alamanda mempunyai rumus bunga ♀↑K5, C5, A5, G1, A1. Artinya bunga alamanda adalah bunga banci, bersimetri 1, memiliki 5 buah kelopak yang tidak berlekatan, dan memiliki banyak benang sari yang berlekatan satu sama lain dan seluruhnya berlekatan lagi dengan 5 buah daun mahkotanya, pada bunga ini putiknya hanya ada satu dan tidak berlekatan.”
Terdapat perbedaan pada literatur dikatakan bahwa benang sari terdapat banyak dan seluruhnya berlekatan, pada pengamatan yang dilakukan memang benar benang sarinya banyak namun benang sari tersebut jika diteliti lebih lanjut terlihat tidak berlekatan.

2.      Bunga Kertas (Bougainvillea spectabilis)
Klasifikasi :
Kingdom                   : Plantae
Divisio                       : Magnoliophyta
Classis                        : Magnoliopsida
Subclassis                  : Caryophyllidae
Crdo                          : Caryophyllles
Familia                       : Nyctginaceae
Genus                        : Bougainvillea
Species                       :Bougainvillea spectabilis
(Sumber : Steenis, 2002)
Bunga bogenvil atau bunga kertas merupakan bunga berjenis kelamin banci atau memiliki dua alat kelamin sekaligus, yaitu putik dan benang sari. Bunga ini dikatakan bersimetri banyak karena bunga ini dapat dilipat lebih dari 1 kali lipatan dimana lipatan tersebut setangkup. Bunga ini tumbuh pada ujung cabang. Setiap tangkai bunga terdapat lebih dari 2 bunga. Bunga ini ada yang berwarna merah muda, putih dan jingga. Berdasarkan jumlah dan letak kelopak, mahkota, benang sari dan putik bunga kertas dapat dirumuskan sebagai berikut * K(5), C(3), A 8, G 1. Dari rumus tersebut dapat diterangkan bahwa pada kembang sepatu merupakan bunga banci (hermaphroditus) yang ditunjukkan oleh lambang , terdapat kelopak bunga berjumlah 5 buah berlekatan, jumlah mahkotanya 3 buah yang saling berlekatan, jumlah benang sarinya (A) 8 yang lebih panjang dari putik dan jumlah putiknya (G) 1 buah yang terletak di dalam mahkota yang sangat pendek. Bakal buahnya tak dapat diamati daun buahnya karena sangat kecil yang terletak menumpang pada dasar bunga. Dari pengamatan bunga ini asimetri.
Menurut literatur ”dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa bunga kertas (Bougenvile) terletak diujung, namun ada pula yang terletak diketiak daun. Bunga ini daun pemikatnya ditempeli oleh satu bunga tabung untuk setiap satu daun pemikat. Rumus bunganya adalah ♀↑ K(5), C(5), A7, G1, artinya bunga kertas merupakan bunga banci yang bersimetri 1, memiliki 5 buah mahkota yang saling berlekatan dengan benang sari yang tak terhingga/ banyak dan 1 buah putik yang tidak berlekatan. Tanaman ini merupakan tumbuhan liana yang kokoh dan menjauhi batang.”
Terdapat perbedaan, pada literatur dikatakan bahwa mahkota bunga ada 5, namun saat diteliti hanya ada 3 buah yang terlihat. Jumlah benang sari dikatakan ada 7 dan tidak berlekatan, tapi pada saat pengamatan yan terlihat ada 8 benang sari yang tidak berlekatan. Perbedaan ini terjadi mungkin karena perbedaan bunganya.

3.    Bunga Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
Klasifikasi :
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Liliopsida
SubClassis       : Lilidae
Ordo                : Orchidales
Familia            : Orchidaceae
Genus              : Arachis
Species            : Arachis flos-aeris
(Sumber : Steenis, 2002)
            Bunga anggrek kalajengking merupakan bunga berjenis kelamin banci (hermaphroditus), dan bersimetri satu (zygomorf). Bunga ini tidak memiliki mahkota dan kelopak, akan tetapi bunga  ini memiliki 5 tenda bunga yang tersusun dalam satu lingkaran. Bentuk tenda bunganya memanjang yang bentuk dan ukurannya tidak sama. Ukuran tenda bunganya ada yang panjang dan ada yang pendek, bentuknya sangat mirip dengan hewan kalajengking. Pada tenda bunga ini terdapat bintik-bintik cokelat diseluruh permukaannya. Bunga ini memiliki 2 benang sari dan 1 putik. Benang sarinya dilindungi oleh sebuah penutup, dan putik berada di atas penutup tersebut. Bunga ini tumbuh pada tangkainya. Setiap tangkai terdapat lebih dari 3 atau lebih bunga, sehingga bunga ini dikelompokkan dalam bunga majemuk. Berdasarkan jumlah dan letak kelopak, mahkota, benang sari dan putik, bunga anggrek kalajengking dapat dirumuskan sebagai berikut ↑ P 5, A 2, G 1.
Menurut literatur ”Bunga ini termasuk bunga majemuk berkelamin dua, zygomorf, mempunyai benang sari dan kepala putik yang terletak pada suatu kotak dan pada tenda bunga mempunyai serupa tajuk dan warnanya bermacam – macam. Seperti warna tajuk bunga. Bunganya banyak terdapat pada setiap tangkai dan berbentuk seperti kalajengking. Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa bunga anggrek mempunyai rumus bunga ♀↑P5, A1, G1. Artinya bunga ini merupakan bunga banci yang bersimetri 1, memiliki 5 buah daun tenda bunga yang tidak berlekatan, 2 buah benang sari dan 2 buah putik yang juga tidak saling berlekatan.”

4.      Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Klasifikasi :
Kingdom                    : Plantae
Divisio                       : Magnoliophyta
Classis                        : Magnoliopsida
Subclassis                   : Dillenidae
Ordo                          : Malvales
Familia                       : Malvaceae
Genus                         : Hibiscus
Species                       : Hibiscus rosa-sinensis L.
(Sumber : Steenis, 2002) 
Bunga sepatu merupakan bunga berjenis kelamin banci, yaitu memiliki 2 alat kelamin sekaligus (hermaphroditus) yaitu putik dan benang sari. Bunga ini terdiri dari kelopak, kelopak tambahan, mahkota, putik dan benang sari. Kelopak (kalyx) bunga ini sebanyak 6 buah dengan kelopak tambahan sebanyak 5 buah yang saling berlekatan. Jumlah mahkotanya sebanyak 5 buah dan berwarna merah tua. Benang sari (androecium) pada bunga ini jumlahnya tak terhingga (∞) dan putik (gynaecium) yang berjumlah 5 buah. Bakal buah berada dibawah mahkota bunga namun masih menupang di dasar bunga. Bunga ini tumbuh pada ujung cabang. Mahkotanya berbentuk lanset. Serbuk sarinya berwarna kuning. Berdasarkan jumlah dan letak kelopak, mahkota, benang sari dan putik, bunga kembang sepatu dapat dirumuskan sebagai berikut * K [6 + (5)], C 5, A (~), G 5.
Menurut literatur ”Bunga sepatu termasuk bangsa malvales, mempunyai ciri khas yaitu terdapatnya ‘columna’, yaitu bagian bunga yang terdiri dari pelekatan bagian bawah tangkai sarinya membentuk badan yang menyelubungi putik dan bagian pangkalnya berlekatan dengan pangkal daun-daun mahkota, sehingga bila mahkota bunga ditarik keseluruhannya akan terlepas dari bunga bersama-sama dengan benang-benang sari dengan meninggalkan kelopak dan bakal buah saja. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa bunga sepatu memiliki rumus bunga ↑K (7 + (5)) + 6, C5, A(), G5. Artinya bunga sepatu merupakan bunga banci, yaitu pada bunganya terdapat puitk dan benang sari. Bersimetri 1, dan mempunyai 5 buah kelopak utama yang saling berlekatan dan dilengkap dengan daun pelindung / kelopak tambahan sebanyak 6 buah yang tidak saling berlekatan, 5 buah mahkota bunga yang juga tidak berlekatan. Benang sarinya sangat banyak dan saling berlekatan.”
Terdapat perbedaan pada literatur dikatakan mempunyai 5 buah kelopak utama yang saling berlekatan dan dilengkap dengan daun pelindung / kelopak tambahan sebanyak 6 buah yang tidak saling berlekatan, 5 buah mahkota bunga yang juga tidak berlekatan, benang sarinya sangat banyak dan saling berlekatan, namun pada percobaan yang dilakukan terlihat kelopaknya ada 6, kelopak tambahan ada 5 yang saling berlekatan dan benang sarinya banyak namun tidak berlekatan.

5.      Bunga Tasbih (Canna sp.)
Klasifikasi :
Kingdom                     : Plantae
Divisio                       : Magnoliophyta
Classis                        : Magnoliopsida
Subclassis                    : Zingiberidae
Ordo                            : Zingiberales
Familia                        : Cannaceae
Genus                          : Canna
Species                        : Canna sp.
(Sumber : Steenis, 2002)
Bunga tasbih merupakan bunga majemuk yang mempunyai karangan bunga yang kerap kali bercabang, bunga dalam bulir atau tandan, tangkainya pendek atau duduk, kelopak daun tidak sama dan kerap kali berwarna seperti mahkota, akan tetapi ukurannya lebih kecil.  Bunga tasbih berjenis kelamin banci (hermaphroditus) karena dalam satu bunga terdapat 2 alat kelamin sekaligus, yaitu alat kelamin jantan dan betina. Bunga tasbih ini bersifat tidak simetris (asimetris). Berdasarkan jumlah dan letak kelopak, mahkota, benang sari dan putiknya, bunga tasbih dapat dirumuskan sebagai berikut K 3, C 3, A (5), G (3). Dari rumus tersebut dapat diterangkan bahwa pada bunga tasbih merupakan bunga banci (hermaphrodites), terdapat kelopak bunga (K) yang berjumlah 3 yang tidak berlekatan tersusun dalam satu lingkaran, mahkota bunganya (C) berjumlah 3 buah dan tidak berlekatan, jumlah benang sarinya (A) 5 dan berlekatan dan bentuknya menyerupai mahkota dan jumlah putiknya (G) 3 buah yang terletak paling bawah. Bakal buahnya tenggelam pada dasar bunga yang terjadi dari 3 daun buah yang berlekatan. Bagian bunganya khususnya pada mahkotanya simetri banyak.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:215), Suku Cannaceae, misalnya bunga tasbih (Canna indica Hort.) ♀ * K 3, C 3, A 5, G (3). Terdapat perbedaan pada literatur dan hasil pengamatan. Pada literatur benang sarinya tidak berlekatan sedangkan yang diamati berlekatan. Perbedaan ini sangat mungkin terjadi karena perbedaan bunganya.

6.      Bunga Teratai (Nymphaea lotus)
Klasifikasi :
Kingdom                     : Plantae
Divisio                       : Magnoliophyta
Classis                        : Magnoliopsida
Subclassis                    : Magnolidae
Ordo                          ,: Nymphaeales
Familia                       : Nymphaeaceae
Genus                         : Nymphaea
Species                       : Nymphaea lotus L.
(Sumber : Steenis, 2002)
Bunga teratai merupakan bunga berjenis kelamin banci (hermaphroditus) karena memiliki 2 alat kelamin sekaligus, yaitu benang dan putik. Bunga ini memiliki kelopak 4 buah  dan benang sari yang jumlahnya tak terhingga dan putik sebanyak 1 buah. Bunga ini bersifat simetri banyak, artinya, dapat dilipat setangkup lebih dari dua kali/dua posisi. Berdasarkan jumlah dan letak tenda bunga (perigonium), benang sari, dan putik, bunga teratai dapat dirumuskan sebagai berikut * K 4 + C (4+8+8), A ~ , G 1. Dari rumus bunganya berarti bunga teratai juga merupakan bunga banci (hermaphroditus) yang bersimetri banyak (actinomorphus).
Menurut literatur ”Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa bunga teratai mempunyai rumus bunga ♂P(4 + 4 + 8 + 8 + 8 + 8), A, G1. Artinya bunga teratai merupakan bunga jantan (hanya memiliki benang sari) yang bersimetri 1, seta memiliki benang sari yang sangat banyak/ tak terhingga. Tenda bunga berwarna putih. Bentuk tenda bunga yaitu jorong, tidak saling berlekatan satu sama lain, dan terletak berseling. Memiliki banyak benang sari yang terkumpul berbentuk pipih, terletak disebelah dalam tenda bunga.”
            Terdapat perbedaan pada literatur dikatakan bahwa bunga teratai merupakan bunga jantan, memiliki tenda bunga yang banyak.  Namun saat pengamatan merupakan bunga banci, karena adanya benang sari dan putik dan bunga ini memiliki kelopak serta mahkota.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar