A. Tabel Hasil Pengamatan
|
No.
|
Nama Bunga
|
Kelamin Bunga
|
Simetri Bunga
|
Rumus Bunga
|
|
1.
|
Bunga
Alamanda (Alamanda cathartica L.) 2. Bunga
Kertas (Bougainvillea spectabilis) 3. Bunga
Anggrek Kalajengking (Arachis
flos-aeris) 4.
Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis
L.) 5. Bunga
Tasbih (Canna sp) 6.
Bunga Teratai (Nymphaea lotus L.)
|
Bunga Banci
|
Bersimetri Banyak
|
☿ * K 5, C
(5), A ∞, G 1
|
|
2.
|
Bunga
Kertas (Bougainvillea spectabilis) 3. Bunga
Anggrek Kalajengking (Arachis
flos-aeris) 4.
Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis
L. 5. Bunga
Tasbih (Canna sp) 6.
Bunga Teratai (Nymphaea lotus L.)
|
Bunga Banci
|
Bersimetri Banyak
|
☿* K(5), C(3), A 8, G 1
|
|
3.
|
Bunga Anggrek Kalajengking
(Arachis
flos-aeris)
|
Bunga Banci
|
Bersimetri Satu
|
☿ ↑ P 5, A 2, G 1
|
|
4.
|
Bunga Sepatu (Hibiscus
rosa-sinensis L.)
|
Bunga Banci
|
Bersimetri Banyak
|
☿ * K [6 + (5)], C 5, A (~), G 5
|
|
5.
|
Bunga Tasbih
(Canna sp.)
|
Bunga Banci
|
Bersimetri Satu
|
☿ ↑ K 3, C 3, A (5), G (3)
|
|
6.
|
Bunga Teratai (Nymphaea
lotus L.)
|
Bunga Banci
|
Bersimetri Banyak
|
☿ * K 4 + C
(4+8+8), A ~ , G 1
|
B. Gambar Hasil Pengamatan
1.
Bunga Alamanda (Allamanda
cathartica L.)
a.
Diagram bunga
Dengan Rumus Bunga:
☿ * K 5, C (5), A ∞, G 1
2.
Bunga Kertas (Bougainvillea
spectabilis)
a.
Diagram bunga
Dengan Rumus Bunga:
☿*
K(5),
C(3), A
8, G 1
3.
Bunga Anggrek
Kalajengking (Arachis flos-aeris)
a.
Diagram bunga
Dengan Rumus Bunga:
☿
↑ P 5, A 2, G 1
4.
Bunga Sepatu (Hibiscus
rosa sinensis L.)
a.
Diagram bunga
Dengan Rumus Bunga:
☿ * K [6 + (5)], C 5, A (~), G 5
5.
Bunga Tasbih (Canna
sp.)
a.
Diagram bunga
Dengan Rumus Bunga: ☿ ↑ K 3, C 3, A (5), G (3)
6.
Bunga Teratai (Nymphaea
lotus L.)
a.
Diagram bunga
Dengan Rumus Bunga:
☿ * K 4 + C (4+8+8), A ~ , G 1
V. ANALISIS DATA
1. Bunga Alamanda (Allamanda
cathartica L)
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Sub Classis : Asteridae
Ordo : Gentianales
Familia : Apocynaceae
Genus : Allamanda
Species : Allamanda cathartica L.
(Sumber: Steenis, 2002)
Alamanda
merupakan bunga berjenis kelamin banci karena
dalam 1 bunga terdapat dua alat kelamin sekaligus (hermaphrodit) yaitu putik
dan benang sari. Bunga ini
memiliki 5 kelopak yang bebas
satu sama lain dan terletak dalam 1 lingkaran. Mahkota bunga ada 5 lembar yang saling berlekatan satu
sama lain dan tersusun dalam 1 lingkaran. Mahkota
bunga ini berbentuk membulat beraturan. Benang sari jumlahnya tak
terhingga.
Mahkota
bunga dan benang sarinya saling berlekatan dengan putik berjumlah satu buah. Bunga ini bersimetri banyak
(polysimetris). Bunga ini
tumbuh pada ujung cabang. Setiap tangkai bunga terdapat lebih dari 2 bunga.
Bunga Alamanda ini berwarna kuning cerah. Ukurannya ada yang besar dan ada yang
kecil, disesuaikan dengan ukuran daunnya. Berdasarkan jumlah dan letak kelopak,
mahkota, benang sari dan putik, bunga alamanda dapat dirumuskan sebagai berikut ☿ * K 5, C (5), A ∞, G 1
artinya bunga alamanda termasuk bunga banci yang memiliki simetri banyak, kelopak bunga
terdiri atas 1 lingkaran berjumlah 5, Mahkota bunga berjumlah 5 serta benang
sari berjumlah tak terhingga. Kemudian putik
berjumlah 1.
Dari literatur
menyatakan pada ranting alamanda diketahui bahwa alamanda mempunyai
rumus bunga ♀↑K5, C5, A5, G1, A1. Artinya bunga
alamanda adalah bunga banci, bersimetri 1, memiliki 5 buah kelopak yang tidak
berlekatan, dan memiliki banyak benang sari yang berlekatan satu sama lain dan
seluruhnya berlekatan lagi dengan 5 buah daun mahkotanya, pada bunga ini putiknya
hanya ada satu dan tidak berlekatan.”
Terdapat perbedaan pada
literatur dikatakan bahwa benang sari terdapat banyak dan seluruhnya
berlekatan, pada pengamatan yang dilakukan memang benar benang sarinya banyak
namun benang sari tersebut jika diteliti lebih lanjut terlihat
tidak berlekatan.
2. Bunga Kertas (Bougainvillea
spectabilis)
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Subclassis : Caryophyllidae
Crdo : Caryophyllles
Familia : Nyctginaceae
Genus : Bougainvillea
Species :Bougainvillea spectabilis
(Sumber : Steenis, 2002)
Bunga
bogenvil atau bunga kertas merupakan bunga berjenis kelamin banci atau memiliki dua alat kelamin
sekaligus, yaitu putik dan benang sari. Bunga ini dikatakan bersimetri banyak
karena bunga ini dapat dilipat lebih dari 1 kali lipatan dimana lipatan
tersebut setangkup. Bunga ini tumbuh pada ujung cabang. Setiap tangkai bunga
terdapat lebih dari 2 bunga. Bunga ini ada yang berwarna merah muda, putih dan
jingga. Berdasarkan jumlah dan letak kelopak, mahkota, benang sari dan putik
bunga kertas dapat dirumuskan sebagai berikut ☿* K(5), C(3), A 8, G 1. Dari
rumus tersebut dapat diterangkan bahwa pada kembang sepatu merupakan bunga
banci (hermaphroditus) yang
ditunjukkan oleh lambang ☿, terdapat kelopak bunga berjumlah 5
buah berlekatan, jumlah mahkotanya 3 buah yang saling berlekatan, jumlah benang sarinya
(A) 8
yang lebih panjang dari putik dan jumlah putiknya (G) 1 buah yang terletak di
dalam mahkota yang sangat pendek. Bakal buahnya tak dapat diamati daun buahnya
karena sangat kecil yang terletak menumpang pada dasar bunga. Dari pengamatan
bunga ini asimetri.
Menurut literatur ”dari hasil pengamatan
dapat diketahui bahwa bunga kertas (Bougenvile) terletak diujung, namun ada
pula yang terletak diketiak daun. Bunga ini daun pemikatnya ditempeli oleh satu bunga
tabung untuk setiap satu daun pemikat. Rumus bunganya adalah ♀↑ K(5),
C(5), A7, G1, artinya bunga kertas merupakan
bunga banci yang bersimetri 1, memiliki 5 buah mahkota yang saling berlekatan
dengan benang sari yang tak terhingga/ banyak dan 1 buah putik yang tidak
berlekatan. Tanaman ini merupakan tumbuhan liana yang kokoh dan menjauhi
batang.”
Terdapat perbedaan, pada
literatur dikatakan bahwa mahkota bunga ada 5, namun saat diteliti hanya ada 3
buah yang terlihat. Jumlah benang sari dikatakan ada 7 dan tidak berlekatan,
tapi pada saat pengamatan yan terlihat ada 8 benang sari yang tidak berlekatan.
Perbedaan ini terjadi mungkin karena perbedaan bunganya.
3. Bunga Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Liliopsida
SubClassis : Lilidae
Ordo :
Orchidales
Familia :
Orchidaceae
Genus :
Arachis
Species :
Arachis flos-aeris
(Sumber : Steenis, 2002)
Bunga anggrek
kalajengking merupakan
bunga berjenis kelamin banci
(hermaphroditus),
dan bersimetri satu (zygomorf). Bunga ini tidak memiliki mahkota dan kelopak, akan tetapi
bunga ini memiliki 5 tenda bunga yang
tersusun dalam satu lingkaran. Bentuk tenda bunganya memanjang yang bentuk dan
ukurannya tidak sama. Ukuran tenda bunganya ada yang panjang dan ada yang
pendek, bentuknya sangat mirip dengan hewan kalajengking. Pada tenda
bunga ini terdapat bintik-bintik cokelat diseluruh permukaannya. Bunga ini
memiliki 2 benang sari dan 1 putik. Benang sarinya dilindungi oleh sebuah
penutup, dan putik berada di atas penutup tersebut. Bunga ini tumbuh pada
tangkainya. Setiap tangkai terdapat lebih dari 3 atau lebih bunga,
sehingga bunga ini dikelompokkan dalam bunga majemuk. Berdasarkan jumlah dan
letak kelopak, mahkota, benang sari dan putik, bunga anggrek kalajengking dapat
dirumuskan sebagai berikut☿ ↑ P 5, A 2, G 1.
Menurut literatur ”Bunga
ini termasuk bunga majemuk berkelamin dua, zygomorf, mempunyai benang sari dan
kepala putik yang terletak pada suatu kotak dan pada tenda bunga mempunyai
serupa tajuk dan warnanya bermacam – macam. Seperti warna tajuk bunga. Bunganya
banyak terdapat pada setiap tangkai dan berbentuk seperti kalajengking. Dari
hasil pengamatan dapat diketahui bahwa bunga anggrek mempunyai rumus bunga ♀↑P5,
A1, G1. Artinya bunga ini merupakan bunga banci yang
bersimetri 1, memiliki 5 buah daun tenda bunga yang tidak berlekatan, 2 buah
benang sari dan 2 buah putik yang juga tidak saling berlekatan.”
4. Bunga
Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Subclassis : Dillenidae
Ordo : Malvales
Familia : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Species : Hibiscus rosa-sinensis L.
(Sumber : Steenis, 2002)
Bunga
sepatu merupakan bunga berjenis kelamin banci, yaitu memiliki 2 alat kelamin
sekaligus (hermaphroditus) yaitu
putik dan benang sari. Bunga ini terdiri dari kelopak, kelopak tambahan,
mahkota, putik dan benang sari. Kelopak (kalyx) bunga ini sebanyak 6 buah dengan kelopak tambahan
sebanyak 5 buah yang saling berlekatan. Jumlah mahkotanya sebanyak 5 buah dan
berwarna merah
tua. Benang sari (androecium) pada
bunga ini jumlahnya tak terhingga (∞) dan putik (gynaecium) yang berjumlah 5 buah. Bakal buah
berada dibawah mahkota bunga namun masih menupang di dasar bunga. Bunga ini
tumbuh pada ujung cabang. Mahkotanya berbentuk lanset. Serbuk sarinya berwarna
kuning. Berdasarkan jumlah dan letak kelopak, mahkota, benang sari dan putik,
bunga kembang
sepatu dapat dirumuskan sebagai berikut☿ * K [6 + (5)], C 5, A (~), G 5.
Menurut literatur ”Bunga
sepatu termasuk bangsa malvales, mempunyai ciri khas yaitu terdapatnya
‘columna’, yaitu bagian bunga yang terdiri dari pelekatan bagian bawah tangkai
sarinya membentuk badan yang menyelubungi putik dan bagian pangkalnya
berlekatan dengan pangkal daun-daun mahkota, sehingga bila mahkota bunga
ditarik keseluruhannya akan terlepas dari bunga bersama-sama dengan
benang-benang sari dengan meninggalkan kelopak dan bakal buah saja. Dari hasil
pengamatan diketahui bahwa bunga sepatu memiliki rumus bunga ♀↑K (7 +
(5)) + 6, C5, A(∽), G5.
Artinya bunga sepatu merupakan bunga banci, yaitu pada bunganya terdapat puitk
dan benang sari. Bersimetri 1, dan mempunyai 5 buah kelopak utama yang saling
berlekatan dan dilengkap dengan daun pelindung / kelopak tambahan sebanyak 6
buah yang tidak saling berlekatan, 5 buah mahkota bunga yang juga tidak
berlekatan. Benang sarinya sangat banyak dan saling berlekatan.”
Terdapat perbedaan pada
literatur dikatakan mempunyai 5 buah kelopak utama yang saling berlekatan dan
dilengkap dengan daun pelindung / kelopak tambahan sebanyak 6 buah yang tidak
saling berlekatan, 5 buah mahkota bunga yang juga tidak berlekatan, benang
sarinya sangat banyak dan saling berlekatan, namun pada percobaan yang
dilakukan terlihat kelopaknya ada 6, kelopak tambahan ada 5 yang saling
berlekatan dan benang sarinya banyak namun tidak berlekatan.
5. Bunga
Tasbih (Canna sp.)
Klasifikasi :
Kingdom :
Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Subclassis : Zingiberidae
Ordo : Zingiberales
Familia : Cannaceae
Genus : Canna
Species : Canna sp.
(Sumber : Steenis, 2002)
Bunga
tasbih merupakan bunga majemuk yang mempunyai karangan bunga yang kerap kali
bercabang, bunga dalam bulir atau tandan, tangkainya pendek atau duduk, kelopak daun
tidak sama dan kerap kali berwarna seperti mahkota, akan
tetapi ukurannya lebih kecil. Bunga tasbih berjenis kelamin banci (hermaphroditus) karena dalam satu bunga terdapat 2
alat kelamin sekaligus, yaitu
alat kelamin jantan dan betina. Bunga tasbih ini bersifat tidak simetris (asimetris).
Berdasarkan jumlah dan letak kelopak, mahkota, benang sari dan putiknya, bunga
tasbih dapat dirumuskan sebagai berikut☿ ↑ K 3, C 3, A (5), G (3). Dari rumus
tersebut dapat diterangkan bahwa pada bunga tasbih merupakan bunga banci (hermaphrodites), terdapat kelopak bunga
(K) yang berjumlah 3 yang tidak berlekatan tersusun dalam satu lingkaran, mahkota bunganya (C) berjumlah
3 buah dan tidak berlekatan, jumlah benang sarinya (A) 5 dan berlekatan dan
bentuknya menyerupai mahkota dan jumlah putiknya (G) 3 buah yang terletak
paling bawah. Bakal buahnya tenggelam pada dasar bunga yang terjadi dari 3 daun
buah yang berlekatan. Bagian bunganya khususnya pada mahkotanya simetri banyak.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya
Morfologi Tumbuhan (1985:215), Suku Cannaceae, misalnya bunga tasbih (Canna indica Hort.) ♀ * K 3, C 3, A 5, G (3). Terdapat
perbedaan pada literatur dan hasil pengamatan. Pada literatur benang
sarinya tidak berlekatan sedangkan yang diamati berlekatan. Perbedaan ini sangat mungkin terjadi karena perbedaan
bunganya.
6. Bunga
Teratai (Nymphaea lotus)
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Subclassis : Magnolidae
Ordo ,: Nymphaeales
Familia : Nymphaeaceae
Genus : Nymphaea
Species : Nymphaea lotus L.
(Sumber : Steenis, 2002)
Bunga teratai merupakan bunga
berjenis kelamin banci (hermaphroditus)
karena memiliki 2 alat kelamin sekaligus, yaitu benang dan putik. Bunga ini
memiliki kelopak 4 buah dan benang sari
yang jumlahnya tak terhingga dan putik sebanyak 1 buah. Bunga ini bersifat
simetri banyak, artinya, dapat dilipat setangkup lebih dari dua kali/dua
posisi. Berdasarkan jumlah dan letak tenda bunga (perigonium), benang sari, dan
putik, bunga teratai dapat dirumuskan sebagai berikut☿ * K 4 + C
(4+8+8), A ~ , G 1.
Dari rumus bunganya berarti bunga teratai juga merupakan bunga banci (hermaphroditus) yang bersimetri banyak (actinomorphus).
Menurut literatur ”Dari
hasil pengamatan dapat diketahui bahwa bunga teratai mempunyai rumus bunga ♂↑P(4
+ 4 + 8 + 8 + 8 + 8), A∽, G1.
Artinya bunga teratai merupakan bunga jantan (hanya memiliki benang sari) yang
bersimetri 1, seta memiliki benang sari yang sangat banyak/ tak terhingga.
Tenda bunga berwarna putih. Bentuk tenda bunga yaitu jorong, tidak saling
berlekatan satu sama lain, dan terletak berseling. Memiliki banyak benang sari
yang terkumpul berbentuk pipih, terletak disebelah dalam tenda bunga.”
Terdapat perbedaan pada literatur
dikatakan bahwa bunga teratai merupakan bunga jantan, memiliki tenda bunga yang
banyak. Namun saat pengamatan merupakan
bunga banci, karena adanya benang sari dan putik dan bunga
ini memiliki kelopak serta mahkota.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar