BAB I
PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang
Sebagai
suatu ilmu disiplin, ‘biokimia mengalami kemajuan berkat penelitian yang telah
dilakukan oleh para ahli biokimia. Manfaat yang diperoleh tampak pada penerapan
hasil-hasil penelitian tersebut. Pada dasarnya penerapan biokimia banyak
terdapat dalam bidang pertanian dan kedokteran. Sebagai conton biokimia
mempunyai peranan dalam memecahkan masalah gizi, penyakit-penyakit akibat dari
kurang gizi temtama pada anak-anak. Biokimia juga dapat menjelaskan hal-hal
dalam bidang farmakologi dan toksikologi brena dua bidang ini berhubungan
dengan pengaruh bahan kimia dari luar terhadap metabolisme.
Salah satu
penerapan biokimia yaitu dengan megkonsumsi protein untuk kebutuhan tubuh
manusia. Kita mungkin tahu protein adalah makro-nutrisi dan
vital bagi kesehatan yang baik. Untuk memperoleh protein kita dapat
mengkonsumsi dari berbagai sumber
protein seperti telur, susu, ikan, kacang, lentil, dan kacang-kacangan. Tapi
apa sebenarnya kandungan dan manfaat protein untuk tubuh ? Mengapa Kita membutuhkannya? Dalam makalah
ini akan dibahas hal tersebut.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan Protein ?
2.
Bagaimana peranan Protein dalam
tubuh manusia?
3.
Apa saja kandungan Protein dalam tubuh manusia?
4.
Bagaimana jika kelebihan dan kekurangan Protein?
I.3 Tujuan Penulisan
Makalah ini bertujuan agar mahasiswa dapat memahami tentang :
1. Defenisi Protein,
2. Peranan Protein pada manusia,
3. Kandungan Protein pada manusia, dan
4. Bagaimana jika kelebihan dan kekurangan Protein.
1.4
Manfaat Penulisan
Untuk memberikan pengetahuan tentang peranan, kandungan
dan pengaruh protein apabila kelebihan maupun kekurangan asupan protein dalam
tubuh manusia.
1.5
Metode
Penulisan
Penulisan
makalah ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik studi kepustakaaan.
Yang bersumber dari beberapa media tulis, baik berupa buku maupun media lainnya
yang berkaitan dengan masalah-masalah yang dibahas.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Protein
Protein
adalah senyawa organik
kompleks dengan bobot molekul yang tinggi dan merupakan polimer
dari monomer-monomer asam amino
yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul
protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen
dan kadang kala sulfur serta fosfor.
Atom-atom itu membentuk unit-unit asam amino. Urutan asam amino dalam protein
maupun hubungan antara asam amino satu dengan yang lain, menentukan sifat
biologis suatu protein. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi
semua sel
makhluk hidup dan virus.
A.
Struktur Protein
Hal ini penting untuk memahami bahwa struktur
atau susunan molekul protein menentukan fungsinya. Protein adalah makromolekul
dasarnya yang terbuat dari rantai polipeptida. Sebuah molekul protein dapat
dibentuk dari rantai polipeptida tunggal atau lebih. Setiap rantai polipeptida
terdiri dari string yang panjang dan asam amino berkelanjutan yang
diselenggarakan bersama oleh ikatan peptida. Ikatan ini terbentuk antara
karboksil (COOH-) kelompok sebuah asam amino dan amino (kelompok NH2-)
dari asam amino yang berdekatan. Jenis dan jumlah asam amino yang diatur secara
linear menimbulkan beragam jenis protein yang ditemukan di alam. Protein
disintesis dalam sitoplasma sel melalui proses yang disebut translasi. Dalam proses mRNA ini,
diproduksi di inti sel (transkripsi), diangkut ke dalam sitoplasma melalui
membran inti.
Macam-macam struktur
protein :
1. Struktur primer
Struktur primer protein
merupakan urutan asam amino penyusun protein yang
dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Struktur primer protein bisa ditentukan dengan
beberapa metode: (1) hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan
kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid
analyzer, (2) analisis sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman, (3) kombinasi dari
digesti dengan tripsin dan spektrometri massa, dan (4) penentuan massa
molekular dengan spektrometri massa.
2. Struktur sekunder
Struktur sekunder
protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino
pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder
misalnya ialah sebagai berikut:
- alpha helix (α-helix, "puntiran-alfa"), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral;
- beta-sheet (β-sheet, "lempeng-beta"), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H);
- beta-turn, (β-turn, "lekukan-beta"); dan
- gamma-turn, (γ-turn, "lekukan-gamma").
Gabungan dari aneka
ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan struktur tiga dimensi yang
dinamakan struktur tersier. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa
molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil
(misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener.
Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin. Struktur sekunder bisa ditentukan dengan
menggunakan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier
Transform Infra Red (FTIR).
3. Struktur tersier
Protein ini memiliki banyak sbeta-sheet
dan alpha-helix yang sangat pendek.
4. Struktur kuarterner
Pada struktur kuartener, setelah struktur
kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak fungsional.
5. Struktur domain
Struktur protein lainnya yang juga dikenal
adalah domain. Struktur ini terdiri dari 40-350 asam amino. Bila struktur domain
pada struktur kompleks ini berpisah, maka fungsi biologis masing-masing
komponen domain penyusunnya tidak hilang. Inilah yang membedakan struktur domain
dengan struktur kuartener.
B. Penguraian Protein
dalam Tubuh
Dalam tubuh
kita, protein mengalami perubahan-perubahan tertentu dengan kecepatan yang
berbeda untuk tiap protein. Protein dalam darah, hati dan organ tubuh lain
mempunyai waktu paruh (half-life) antara 2,5 sampai 10 hari. Protein yang
terdapat pada jaringan otot mempunyai waktu paruh = 120 hari. Rata-rata tiap
hari 1,2 gram protein per kilogram berat badan diubah menjadi senyawa lain. Ada
tiga kemungkinan mekanisme pengubahan protein yaitu :
a. Sel-sel
mati, lalu komponennya mengalami proses penguraian atau katabolisme dan
dibentuk sel-sel baru.
b. Masing-masing
protein mengalami proses penguraian dan terjadi sintesis protein baru, tanpa
ada sel yang mati.
c. Protein
dikeluarkan dari dalam sel diganti dengan sintesis protein baru.
Protein dalam makanan diperlukan untuk
menyediakan asam amino yang akan digunakan untuk memproduksi senyawa nitrogen
yang lain, untuk mengganti protein dalam jaringan yang mengalami proses
penguraian dan untuk mengganti nitrogen yang telah dikeluarkan dari tubuh dalam
bentuk urea. Ada beberapa asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tidak
dapat diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang memadai. Oleh karena itu asam
amino tersebut,yang dinamakan asam essensial yang dibutuhkan oleh manusia.
Secara ringkas
metabolisme protein makhluk hidup ditunjukkan pada Gambar berikut :
Protein dalam makanan
diperlukan untuk menyediakan asam amino yang akan digunakan untuk memproduksi
senyawa nitrogen yang lain, untuk mengganti protein dalam jaringan yang
mengalami proses penguraian dan untuk mengganti nitrogen yang telah dikeluarkan
dari tubuh dalam bentuk urea. Ada beberapa asam amino yang dibutuhkan oleh
tubuh, tetapi tidak dapat diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang memadai. Oleh
karena itu asam amino tersebut dinamakan asam amino esensial, harus
diperoleh dari makanan. Asam-asam amino esensial yang dibutuhkan oleh manusia
ialah sebagai berikut : Histidin,
Isoleusin, Leusin, Lisin, Metionin, Arginin, Fenilalanin, Treonin, Triptofan
dan Valin.
2.2 Peranan
Protein Dalam Tubuh
Setelah
dicerna, protein terurai menjadi asam amino penyusun, yang diklasifikasikan ke
dalam esensial atau non-esensial. Asam amino esensial
tidak dapat disintesis oleh tubuh kita, maka harus dilengkapi dengan sumber makanan.
Yang non esensial dapat disintesis oleh tubuh kita. Peranan Protein, yaitu :
1.
Sumber energi
Protein adalah sumber energi seperti
karbohidrat dan lemak. Bobot yang sama karbohidrat dan protein yang memberikan
jumlah energi yang sama (kalori). Ketika kita makan makanan yang kaya protein,
mereka dipecah menjadi asam amino penyusunnya oleh enzim. Tubuh kita tidak
mampu menyimpan protein dalam bentuk yang sama. Asupan tambahan akan
menghasilkan mengubah protein menjadi lemak (untuk penyimpanan) atau energi
(untuk konsumsi). Ini kemudian digunakan oleh sel hidup sebagai bahan bakar
untuk membangun otot-otot baru, tulang rawan, dan memperbaiki jaringan yang
mengalami kerusakan atau sel. Ada berbagai sumber tanaman (kacang-kacangan,
kacang kedelai, dll) dan sumber hewani (daging, ikan, unggas) protein yang
merupakan bagian dari diet kita. Kasein memasok tubuh dengan nutrisi yang
dibutuhkan untuk mengembangkan tulang dan membungkus otot. Dalam sistem tanaman
mereka memainkan peran penting dalam perkecambahan. Protein disimpan bertindak
sebagai sumber nitrogen untuk embrio berkembang, memasok dengan energi yang
diperlukan.
2.
Dukungan struktural untuk Sel Hidup
Salah satu fungsi yang paling penting dari
protein adalah untuk memberikan identitas struktural untuk organisme hidup.
Protein berserat yang disebut kolagen,
memberikan kekuatan, ketegasan, dan struktur sel-sel tubuh dan jaringan,
menahan mereka bersama-sama di tempat. Tanpa kehadiran mereka, sel-sel tidak
akan mampu untuk terus bersama, dan jaringan dan organ akan runtuh. Jaringan
ikat seperti jaringan adiposa, tulang rawan, tendon, dan ligamen terdiri dari
protein ini. Keratin membentuk penghalang pelindung bagi sebagian besar makhluk
hidup. Itu membuat lapisan terluar dari kulit kita, kuku, dan rambut. Pada
hewan, hal ini membantu dalam mengembangkan tanduk, bulu, dan skala, sedangkan
pada burung berkembang paruh, bulu, dan cakar.
3.
Transporter
Menurut model mosaik cair membran sel kita
terdiri dari protein dan lipid. Protein globular dan protein yang transmembran
membantu dalam mengatur aliran ion dan molekul kecil seperti ion natrium dan
molekul glukosa melalui sel. Pengangkutan molekul tersebut terjadi melalui
proses difusi. Protein transmembran memperluas di kedua sisi dari membran sel
yang bertindak sebagai regulator dengan memungkinkan atau menolak masuknya ion dan
molekul. Protein globular bertindak sebagai pembawa dengan mengikat molekul dan
memfasilitasi transportasi ke dalam membran sel. Setelah diangkut, protein ini
melepaskan diri dari molekul. Transferin adalah contoh dari protein
transportasi. Ini membawa besi dalam sistem kekebalan tubuh.
4.
Katalis Biokimia
Enzim adalah protein di alam. Enzim membantu
mengkatalisis (meningkatkan laju reaksi) berbagai proses biokimia penting
seperti glikolisis. Enzim melakukannya dengan menurunkan energi minimum yang diperlukan
untuk melaksanakan proses biokimia, yang disebut energi aktivasi. Setiap enzim
mengikat hanya substrat tertentu dan meningkatkan tingkat konversi substrat
menjadi produk lain. Produk ini kemudian siap digunakan oleh tubuh makhluk
hidup untuk mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan normal. Misalnya, enzim
heksokinase bertindak pada glukosa (substrat) untuk memberikan serangkaian
produk yang ditindak lanjuti oleh berbagai enzim melepaskan molekul ATP
(energi) untuk metabolisme sel.
5.
Hormon
Hormon adalah protein yang berfungsi sebagai
pembawa pesan kimia. Ketika disekresikan hormon bertindak pada sel target
mereka, jaringan, dan organ. Hormon mengikat reseptor hadir spesifik pada
permukaan target. Setelah terpasang, hormo menyebabkan aliran respon sinyal.
Respon ini sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental seseorang. Tanaman
juga memiliki hormon, yang disebut fitohormon. Sebuah contoh dari hormon
manusia adalah hormon pertumbuhan. Seperti namanya, hal ini membantu dalam
pertumbuhan keseluruhan tubuh yang hidup. Contoh lain adalah insulin yang
merupakan hormon yang disekresi oleh pankreas. Ini dirilis dalam darah dan
mengatur kadar gula.
6.
Prajurit Sistem Kekebalan
Sistem kekebalan tubuh membantu dalam
mempertahankan tubuh terhadap mikroba penyebab penyakit, kontaminan, dan benda
asing lainnya. Kebanyakan respon imun yang dilakukan oleh entitas protein.
Sebagai contoh, antibodi diproduksi oleh sel B dari sistem kekebalan tubuh yang
sangat spesifik untuk antigen tertentu (benda asing seperti bakteri dll).
Antibodi ini membantu dalam memberantas dan menetralkan patogen berbahaya.
Juga, sistem komplemen dari sistem kekebalan tubuh kita memiliki sejumlah
molekul protein kecil. Protein ini seperti C3, C9, dll, bisa diaktifkan secara
bertahap menciptakan pori-pori di membran sel target (bakteri, virus, dll). Hal
ini menyebabkan membran pecah dan akhirnya lisis sel. Dalam kasus cedera,
fibrinogen, suatu protein dalam plasma darah, membentuk fibrin. Fibrin, secara
harfiah, segel dari luka dan tidak mengizinkan masuknya setiap infeksi asing.
7.
Buffering Action
Kita tahu darah yang bertindak sebagai media
transportasi dalam tubuh manusia dan hewan. Ini memasok nutrisi penting, hormon,
antibodi, dll, untuk berbagai organ tubuh. Namun, ia mempertahankan lingkungan
pH stabil untuk menjalankan fungsinya dengan baik. PH ini dikelola oleh sistem
penyangga protein bersama dengan bikarbonat dan sistem penyangga fosfat.
Protein memiliki gugus amino dan gugus karboksil membuat mereka mampu
menyumbangkan dan menerima ion hidrogen. Oleh karena itu, ketika darah kita
menjadi terlalu asam atau basa, mereka menerima atau menyumbangkan ion H +. Hal
ini memastikan pH netral 7,4 dalam darah.
Itulah
secara ringkas pentingnya protein bagi tubuh. Protein bekerja secara erat
dengan biomolekul lain untuk mempertahankan hidup. Oleh karena itu, seseorang
harus memiliki asupan protein yang tepat. Ini akan memastikan pertumbuhan dan
perkembangan, baik secara mental dan fisik. Penting untuk memahami bahwa
kekurangan protein dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kwashiorkor,
marasmus, cachexia, dll ini memiliki tingkat kematian yang tinggi dan harus
ditangani dengan segera. Asam amino sangat penting untuk penggantian apa yang
anatomi manusia tidak mampu melakukannya sendiri.
2.3 Kandungan Protein pada Tubuh Manusia
Protein bagi tubuh adalah sebagai
zat pembangun, misalnya pada anak-anak sangat berperan untuk perkembangan tubuh
dan sel otaknya. Sedangkan pada orang dewasa, apabila terjadi luka, memar dan
sebagainya, maka protein dapat membangun kembali sel-sel yang rusak. Isoflavon
yang terkandung dalam kacang kedelai adalah senyawa glikosida yang larut dalam
air dan bersifat anti aging (anti penuaan dini). Dan anti oxidant (anti radikal
bebas).
Biasanya orang-orang yang mengikuti pengaturan pola makan
rendah kalori membutuhkan lebih banyak protein sebagai pengganti. Menurut riset
dari National Academy of Sciences, diet tinggi protein berbahaya untuk
orang-orang yang mengidap penyakit ginjal. Dari riset tersebut, porsi amannya
adalah mengganti 10-35 % asupan kalori dengan protein. Banyak riset yang juga
menunjukkan kalau penambahan asupan protein bisa berguna untuk mengatasi
obesitas, dan mencegah osteoporosis. Protein yang berlebih bisa diuraikan
menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis. Dalam diet rendah kalori, hal
ini terjadi terus menerus. Salah satu keuntungan mendapatkan asupan glukosa
dari protein adalah proses penyerapan melalu aliran darah berlangsung sangat
lambat, sehingga nggak mengakibatkan kenaikan gula darah.
Protein sendiri mempunyai banyak
sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap
sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya
mengonsumsi 1 g protein per kg berat tubuhnya. Keuntungan protein yaitu sebagai sumber energi, pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan,
sebagai sintesis hormon,enzim,antibodi, dan pengatur keseimbangan kadar asam
basa dalam sel.
Berikut daftar makanan dengan jumlah kandungan
proteinnya.
1.
Daging:
Hamburger, 4 ons – 28 gram
Steak,
6 ons – 42 gram
Daging potong – 7 gram protein per ons
2.
Ayam: Dada, 3,5 ons – 30 gram
Paha atas – 10 gram
Drumstick – 11 gram
Sayap – 6 gram
Daging ayam giling
4 ons – 35 gram
3.
Ikan: Fillet ikan – 6 gram per ons
Tuna kaleng 6 ons – 40 gram
4.
Telur dan produk susu:
Telur – 6
gram
Susu 1 gelas
– 8 gram
Yogurt, 1
mangkuk – sekitar 8-12 gram
Cottage
cheese, ½ mangkuk – 15 gram
Soft cheese
(Mozarella, Brie, Camembert) – 6 gram
Medium cheese (Cheddar, Swiss) – 7-8 gram per
ons
Hard cheese
(Parmesan) – 10 gram pre ons
5.
Kacang-kacangan (termasuk kedelai):
Tahu, ½
mangkuk – 20 gram
Susu kedelai
– 1 gelas – 6-10 gram
Kacang
kedelai, ½ mangkuk – 14 gram
Kacang-kacangan (black beans, pinto, lentil)
– 7-10 gram
Peanut
butter, 2 sendok makan – 8 gram
Almond, ¼
mangkuk – 8 gram
Kacang
tanah, ¼ mangkuk – 9 gram
Kacang Mede,
¼ mangkuk – 5 gram
Biji labu, ¼
mangkuk – 8 gram
Biji bunga
matahari, ¼ mangkuk – 6 gram
2.4 Kelebihan dan Kekurangan Protein
1. Kelebihan Protein
Protein
secara berlebihan tidak menguntungkan bagi tubuh. Makanan yang tinggi protein
biasanya tinggi lemak sehingga dapat dapat menyebabkan obesitas. Kelebihan
protein tidak baik, karena dapat mengganggu metabolisme protein yang berada di hati.
Ginjal pun akan terganggu tugasnya, karena bertugas membuang hasil metabolisme
protein yang tidak terpakai. Malah bila kadar protein terlalu tinggi bisa-bisa
kalsium keluar dari tubuh. Ini kan bisa jadi penyebab osteoporosis.
Karena protein merupakan makanan pembentuk asam, kelebihan asupan protein akan meningkatkan kadar keasaman tubuh, khususnya keasaman darah dan jaringan. Kondisi ini disebut asidosis. Gangguan pencernaan, seperti kembung, sakit mag, sembelit, merupakan gejala awal asidosis.
Karena protein merupakan makanan pembentuk asam, kelebihan asupan protein akan meningkatkan kadar keasaman tubuh, khususnya keasaman darah dan jaringan. Kondisi ini disebut asidosis. Gangguan pencernaan, seperti kembung, sakit mag, sembelit, merupakan gejala awal asidosis.
2. Kekurangan Protein
Kekuran protein diantaranya, kelaparan yang berat dan
nutrisi yang cukup, terdapat tingkatan yang bervariasi dari nutrisi yang tidak
memadai, seperti kurang kalori protein (kkp), yang merupakan penyebab kematian
pada anak-anak di negara-negara berkembang, pertumbuhan yang cepat, adanya
infeksi, cedera atau penyakit menahun, dapat meningkatkan kebutuhan akan
zat-zat gizi, terutama pada bayi dan anak-anak yang sebelumnya telah menderita
malnutrisi. Kurang kalori protein disebabkan oleh konsumsi kalori yang tidak
memadai, yang mengakibatkan kekurangan protein dan mikronutrisi (zat gizi yang
diperlukan dalam jumlah sedikit, misalnya vitamin dan mineral). Terdapat tiga
jenis kkp, yaitu:
a. Kkp Kering
Jika seseorang tampak kurus dan mengalami dehidrasi.
Kkp kering disebut marasmus, merupakan akibat dari kelaparan yang hampir
menyeluruh. Seorang anak yang mengalami marasmus, mendapatkan sangat sedikit
makanan. Badannya sangat kurus akibat hilangnya otot dan lemak tubuh. Jika anak
mengalami cedera atau infeksi yang meluas, prognosanya buruk dan bisa berakibat
fatal.
b. Kkp Basah
Jika seseorang tampak membengkak karena tertahannya
cairan. Kkp basah disebut kwashiorkor, yang dalam bahasa afrika berarti ‘anak pertama-anak
kedua’. Istilah tersebut berdasarkan pengamatan bahwa anak pertama menderita
kwashiorkor ketika anak kedua lahir dan menggeser anak pertama dari pemberian
asi ibunya. Anak pertama yang telah disapih tersebut mendapatkan makanan yang
jumlah zat gizinya lebih sedikit bila dibandingkan dengan asi, sehingga tidak
tumbuh dan berkembang. Kekurangan protein pada kwashiorkor biasanya lebih jelas
dibandingkan dengan kekurangan kalori, yang mengakibatkan: tertahannya cairan
(edema), penyakit kulit dan perubahan warna rambut. Anak yang menderita
kwashiorkor biasanya telah menjalani penyapihan, sehingga usianya lebih besar
daripada anak yang menderita marasmus.
c. Kkp Menengah
Jika seseorang berada dalam kondisi diantara kkp
kering dan kkp basah. Kkp menengah disebut marasmik-kwashiorkor. Anak-anak yang
menderita kkp ini menahan beberapa cairan dan memiliki lebih banyak lemak tubuh
dibandingkan dengan penderita marasmus. Tubuh menghancurkan/memecahkan
jaringannya sendiri untuk digunakan sebagai kalori:
• cadangan karbohidrat yang disimpan dalam hati habis terpakai
• protein di otot dipecah untuk menghasilkan protein baru
• cadangan lemak dipecah untuk menghasilkan kalori.
Sebagai akibatnya seluruh tubuh mengalami penyusutan. Pada kwashiorkor, tubuh hanya mampu menghasilkan sedikit protein baru. akibatnya kadar protein dalam darah menjadi berkurang, menyebabkan cairan terkumpul di lengan dan tungkai sebagaiedema. Kadar kolesterol juga menurun dan terjadi perlemakan pada hati yang membesar (pengumpulan lemak yang berlebihan di dalam sel-sel hati). Kekurangan protein akan menganggu: pertumbuhan badan, sistem kekebalan, kemampuan untuk memperbaiki kerusakan jaringan, produksi enzim dan hormon. Pada marasmus dan kwashiorkor sering terjadi diare. Perkembangan tingkah laku pada anak yang menderita malnutrisi berat sangat lambat dan bisa terjadi keterbelakangan mental. Biasanya anak yang menderita marasmus tampak lebih sakit daripada anak yang lebih tua yang menderita kwashiorkor.
• protein di otot dipecah untuk menghasilkan protein baru
• cadangan lemak dipecah untuk menghasilkan kalori.
Sebagai akibatnya seluruh tubuh mengalami penyusutan. Pada kwashiorkor, tubuh hanya mampu menghasilkan sedikit protein baru. akibatnya kadar protein dalam darah menjadi berkurang, menyebabkan cairan terkumpul di lengan dan tungkai sebagaiedema. Kadar kolesterol juga menurun dan terjadi perlemakan pada hati yang membesar (pengumpulan lemak yang berlebihan di dalam sel-sel hati). Kekurangan protein akan menganggu: pertumbuhan badan, sistem kekebalan, kemampuan untuk memperbaiki kerusakan jaringan, produksi enzim dan hormon. Pada marasmus dan kwashiorkor sering terjadi diare. Perkembangan tingkah laku pada anak yang menderita malnutrisi berat sangat lambat dan bisa terjadi keterbelakangan mental. Biasanya anak yang menderita marasmus tampak lebih sakit daripada anak yang lebih tua yang menderita kwashiorkor.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.
Protein adalah senyawa organik kompleks dengan
bobot molekul yang tinggi dan merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain
dengan ikatan peptida.
2.
Peranan Protein,
yaitu : Sumber energi, Dukungan struktural untuk Sel Hidup, Transporter, Katalis Biokimia, Hormon,
Prajurit Sistem Kekebalan, Buffering Action
3.
Protein bagi tubuh
adalah sebagai zat pembangun, pada anak-anak berperan untuk perkembangan tubuh
dan sel otaknya. Sedangkan pada orang dewasa, apabila terjadi luka, memar dan
sebagainya, maka protein dapat membangun kembali sel-sel yang rusak.
4.
Kelebihan protein
dapat mengganggu metabolisme, ginjal, kalsium keluar dari tubuh, penyebab
osteoporosis, meningkatkan kadar keasaman tubuh, gangguan pencernaan, seperti
kembung, sakit mag, sembelit, merupakan gejala awal asidosis.
5.
Kekuran protein
diantaranya, kelaparan yang berat, kurang kalori protein (kkp), adanya infeksi,
cedera atau penyakit menahun, dapat meningkatkan kebutuhan akan zat-zat gizi,
terutama pada bayi dan anak-anak yang sebelumnya telah menderita malnutrisi.
3.2 Saran
Dengan
mempelajari biokimia kita mengetahui tentang reaksi-reaksi kimia penting yang
terjadi dalam sel. Hal ini berarti kita dapat memahami proses-proses yang terjadi
dalam tubuh. Dengan demikian diharapkan kita akan mampu menghindari hal-hal
dari luar yang akan mempengaruhi proses dalam sel-sel tubuh, misalnya kita dapat
mengatur makanan yang akan kita makan sehingga kita memperoleh manfaat dari
makanan secara optimal. Sehingga kita dapat menerapkan dalam kehidupan sehari –
hari dengan salah satunya yaitu menjaga pola hidup yang sehat. Agar dampak
terburuk, dapat kita cegah.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Anonim
a. 2015. http://www.sridianti.com/peran-fungsi-protein-dalam-organisme-hidup.html. Diakses 10 Mei 2015.
Anonim
b. 2015. http://www.fimela.com/lifestyle-relationship/protein-seberapa-banyak-yang-dibutuhkan-110526s.html. Diakses 10 Mei 2015.
Anonim c. 2015. http://klinikgizi.com/2014/10/02/karakteristik-protein-manfaat-dan-dampak-kekurangan-pada-tubuh/.
Diakses 10 Mei 2015.
Roswieem,Albert L.1982.Dasar-Dasar Biokimia.Erlangga:Jakarta.
Lehninger,A.L.(1997).Dasar-Dasar Biokimia(edisi
ke-Jilid 1,diterjemahkan oleh M.Thenawidjaja).Jakarta:Erlangga.hlm.hlm.313.
Poedjiati,Anna.(1994).Dasar-Dasar Biokimia.Universitas Indonesia:Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar