Efek Blog

Minggu, 31 Mei 2015

PERANAN PROTEIN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA



BAB I
PENDAHULUAN

I.I  Latar Belakang
Sebagai suatu ilmu disiplin, ‘biokimia mengalami kemajuan berkat penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli biokimia. Manfaat yang diperoleh tampak pada penerapan hasil-hasil penelitian tersebut. Pada dasarnya penerapan biokimia banyak terdapat dalam bidang pertanian dan kedokteran. Sebagai conton biokimia mempunyai peranan dalam memecahkan masalah gizi, penyakit-penyakit akibat dari kurang gizi temtama pada anak-anak. Biokimia juga dapat menjelaskan hal-hal dalam bidang farmakologi dan toksikologi brena dua bidang ini berhubungan dengan pengaruh bahan kimia dari luar terhadap metabolisme.
Salah satu penerapan biokimia yaitu dengan megkonsumsi protein untuk kebutuhan tubuh manusia. Kita mungkin tahu protein adalah makro-nutrisi dan vital bagi kesehatan yang baik. Untuk memperoleh protein kita dapat mengkonsumsi  dari berbagai sumber protein seperti telur, susu, ikan, kacang, lentil, dan kacang-kacangan. Tapi apa sebenarnya kandungan dan manfaat protein untuk  tubuh ? Mengapa Kita membutuhkannya? Dalam makalah ini akan dibahas hal tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan Protein ?
2.      Bagaimana peranan Protein dalam tubuh manusia?
3.      Apa saja kandungan Protein dalam tubuh manusia?
4.      Bagaimana jika kelebihan dan kekurangan Protein?



I.3 Tujuan Penulisan
Makalah ini bertujuan agar mahasiswa dapat memahami tentang :
1.       Defenisi Protein,
2.       Peranan Protein pada manusia,
3.       Kandungan Protein pada manusia, dan
4.      Bagaimana jika kelebihan dan kekurangan Protein.



1.4    Manfaat Penulisan

            Untuk memberikan pengetahuan tentang peranan, kandungan dan pengaruh protein apabila kelebihan maupun kekurangan asupan protein dalam tubuh manusia.


1.5    Metode Penulisan
Penulisan makalah ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik studi kepustakaaan. Yang bersumber dari beberapa media tulis, baik berupa buku maupun media lainnya yang berkaitan dengan masalah-masalah yang dibahas.







BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Protein
         Protein adalah senyawa organik kompleks dengan bobot molekul yang tinggi dan merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Atom-atom itu membentuk unit-unit asam amino. Urutan asam amino dalam protein maupun hubungan antara asam amino satu dengan yang lain, menentukan sifat biologis suatu protein. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
A.    Struktur Protein
Hal ini penting untuk memahami bahwa struktur atau susunan molekul protein menentukan fungsinya. Protein adalah makromolekul dasarnya yang terbuat dari rantai polipeptida. Sebuah molekul protein dapat dibentuk dari rantai polipeptida tunggal atau lebih. Setiap rantai polipeptida terdiri dari string yang panjang dan asam amino berkelanjutan yang diselenggarakan bersama oleh ikatan peptida. Ikatan ini terbentuk antara karboksil (COOH-) kelompok sebuah asam amino dan amino (kelompok NH2-) dari asam amino yang berdekatan. Jenis dan jumlah asam amino yang diatur secara linear menimbulkan beragam jenis protein yang ditemukan di alam. Protein disintesis dalam sitoplasma sel melalui proses yang disebut translasi. Dalam proses mRNA ini, diproduksi di inti sel (transkripsi), diangkut ke dalam sitoplasma melalui membran inti.
Macam-macam struktur protein :
1. Struktur primer
Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1) hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer, (2) analisis sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman, (3) kombinasi dari digesti dengan tripsin dan spektrometri massa, dan (4) penentuan massa molekular dengan spektrometri massa.
2. Struktur sekunder
Struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:
  • alpha helix (α-helix, "puntiran-alfa"), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral;
  • beta-sheet (β-sheet, "lempeng-beta"), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H);
  • beta-turn, (β-turn, "lekukan-beta"); dan
  • gamma-turn, (γ-turn, "lekukan-gamma").
Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur tersier. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin. Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR).
3. Struktur tersier
      Protein ini memiliki banyak sbeta-sheet dan alpha-helix yang sangat pendek.
4. Struktur kuarterner
     Pada struktur kuartener, setelah struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak fungsional.
5. Struktur domain
     Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Struktur ini terdiri dari 40-350 asam amino. Bila struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah, maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. Inilah yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener.
B.      Penguraian Protein dalam Tubuh
Dalam tubuh kita, protein mengalami perubahan-perubahan tertentu dengan kecepatan yang berbeda untuk tiap protein. Protein dalam darah, hati dan organ tubuh lain mempunyai waktu paruh (half-life) antara 2,5 sampai 10 hari. Protein yang terdapat pada jaringan otot mempunyai waktu paruh = 120 hari. Rata-rata tiap hari 1,2 gram protein per kilogram berat badan diubah menjadi senyawa lain. Ada tiga kemungkinan mekanisme pengubahan protein yaitu :
a.      Sel-sel mati, lalu komponennya mengalami proses penguraian atau katabolisme dan dibentuk sel-sel baru.
b.      Masing-masing protein mengalami proses penguraian dan terjadi sintesis protein baru, tanpa ada sel yang mati.
c.       Protein dikeluarkan dari dalam sel diganti dengan sintesis protein baru.
Protein dalam makanan diperlukan untuk menyediakan asam amino yang akan digunakan untuk memproduksi senyawa nitrogen yang lain, untuk mengganti protein dalam jaringan yang mengalami proses penguraian dan untuk mengganti nitrogen yang telah dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urea. Ada beberapa asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tidak dapat diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang memadai. Oleh karena itu asam amino tersebut,yang dinamakan asam essensial yang dibutuhkan oleh manusia.
Secara ringkas metabolisme protein makhluk hidup ditunjukkan pada Gambar berikut :







Protein dalam makanan diperlukan untuk menyediakan asam amino yang akan digunakan untuk memproduksi senyawa nitrogen yang lain, untuk mengganti protein dalam jaringan yang mengalami proses penguraian dan untuk mengganti nitrogen yang telah dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urea. Ada beberapa asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tidak dapat diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang memadai. Oleh karena itu asam amino tersebut dinamakan asam amino esensial, harus diperoleh dari makanan. Asam-asam amino esensial yang dibutuhkan oleh manusia ialah sebagai berikut : Histidin, Isoleusin, Leusin, Lisin, Metionin, Arginin, Fenilalanin, Treonin, Triptofan dan Valin.

2.2 Peranan Protein Dalam Tubuh
Setelah dicerna, protein terurai menjadi asam amino penyusun, yang diklasifikasikan ke dalam esensial atau non-esensial. Asam amino esensial tidak dapat disintesis oleh tubuh kita, maka harus dilengkapi dengan sumber makanan. Yang non esensial dapat disintesis oleh tubuh kita. Peranan Protein, yaitu :
1.      Sumber energi
 Protein adalah sumber energi seperti karbohidrat dan lemak. Bobot yang sama karbohidrat dan protein yang memberikan jumlah energi yang sama (kalori). Ketika kita makan makanan yang kaya protein, mereka dipecah menjadi asam amino penyusunnya oleh enzim. Tubuh kita tidak mampu menyimpan protein dalam bentuk yang sama. Asupan tambahan akan menghasilkan mengubah protein menjadi lemak (untuk penyimpanan) atau energi (untuk konsumsi). Ini kemudian digunakan oleh sel hidup sebagai bahan bakar untuk membangun otot-otot baru, tulang rawan, dan memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan atau sel. Ada berbagai sumber tanaman (kacang-kacangan, kacang kedelai, dll) dan sumber hewani (daging, ikan, unggas) protein yang merupakan bagian dari diet kita. Kasein memasok tubuh dengan nutrisi yang dibutuhkan untuk mengembangkan tulang dan membungkus otot. Dalam sistem tanaman mereka memainkan peran penting dalam perkecambahan. Protein disimpan bertindak sebagai sumber nitrogen untuk embrio berkembang, memasok dengan energi yang diperlukan.

2.      Dukungan struktural untuk Sel Hidup
 Salah satu fungsi yang paling penting dari protein adalah untuk memberikan identitas struktural untuk organisme hidup. Protein berserat yang disebut kolagen, memberikan kekuatan, ketegasan, dan struktur sel-sel tubuh dan jaringan, menahan mereka bersama-sama di tempat. Tanpa kehadiran mereka, sel-sel tidak akan mampu untuk terus bersama, dan jaringan dan organ akan runtuh. Jaringan ikat seperti jaringan adiposa, tulang rawan, tendon, dan ligamen terdiri dari protein ini. Keratin membentuk penghalang pelindung bagi sebagian besar makhluk hidup. Itu membuat lapisan terluar dari kulit kita, kuku, dan rambut. Pada hewan, hal ini membantu dalam mengembangkan tanduk, bulu, dan skala, sedangkan pada burung berkembang paruh, bulu, dan cakar.
3.      Transporter
 Menurut model mosaik cair membran sel kita terdiri dari protein dan lipid. Protein globular dan protein yang transmembran membantu dalam mengatur aliran ion dan molekul kecil seperti ion natrium dan molekul glukosa melalui sel. Pengangkutan molekul tersebut terjadi melalui proses difusi. Protein transmembran memperluas di kedua sisi dari membran sel yang bertindak sebagai regulator dengan memungkinkan atau menolak masuknya ion dan molekul. Protein globular bertindak sebagai pembawa dengan mengikat molekul dan memfasilitasi transportasi ke dalam membran sel. Setelah diangkut, protein ini melepaskan diri dari molekul. Transferin adalah contoh dari protein transportasi. Ini membawa besi dalam sistem kekebalan tubuh.
4.      Katalis Biokimia
 Enzim adalah protein di alam. Enzim membantu mengkatalisis (meningkatkan laju reaksi) berbagai proses biokimia penting seperti glikolisis. Enzim melakukannya dengan menurunkan energi minimum yang diperlukan untuk melaksanakan proses biokimia, yang disebut energi aktivasi. Setiap enzim mengikat hanya substrat tertentu dan meningkatkan tingkat konversi substrat menjadi produk lain. Produk ini kemudian siap digunakan oleh tubuh makhluk hidup untuk mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan normal. Misalnya, enzim heksokinase bertindak pada glukosa (substrat) untuk memberikan serangkaian produk yang ditindak lanjuti oleh berbagai enzim melepaskan molekul ATP (energi) untuk metabolisme sel.
5.      Hormon
 Hormon adalah protein yang berfungsi sebagai pembawa pesan kimia. Ketika disekresikan hormon bertindak pada sel target mereka, jaringan, dan organ. Hormon mengikat reseptor hadir spesifik pada permukaan target. Setelah terpasang, hormo menyebabkan aliran respon sinyal. Respon ini sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental seseorang. Tanaman juga memiliki hormon, yang disebut fitohormon. Sebuah contoh dari hormon manusia adalah hormon pertumbuhan. Seperti namanya, hal ini membantu dalam pertumbuhan keseluruhan tubuh yang hidup. Contoh lain adalah insulin yang merupakan hormon yang disekresi oleh pankreas. Ini dirilis dalam darah dan mengatur kadar gula.
6.      Prajurit Sistem Kekebalan
 Sistem kekebalan tubuh membantu dalam mempertahankan tubuh terhadap mikroba penyebab penyakit, kontaminan, dan benda asing lainnya. Kebanyakan respon imun yang dilakukan oleh entitas protein. Sebagai contoh, antibodi diproduksi oleh sel B dari sistem kekebalan tubuh yang sangat spesifik untuk antigen tertentu (benda asing seperti bakteri dll). Antibodi ini membantu dalam memberantas dan menetralkan patogen berbahaya. Juga, sistem komplemen dari sistem kekebalan tubuh kita memiliki sejumlah molekul protein kecil. Protein ini seperti C3, C9, dll, bisa diaktifkan secara bertahap menciptakan pori-pori di membran sel target (bakteri, virus, dll). Hal ini menyebabkan membran pecah dan akhirnya lisis sel. Dalam kasus cedera, fibrinogen, suatu protein dalam plasma darah, membentuk fibrin. Fibrin, secara harfiah, segel dari luka dan tidak mengizinkan masuknya setiap infeksi asing.
7.      Buffering Action
 Kita tahu darah yang bertindak sebagai media transportasi dalam tubuh manusia dan hewan. Ini memasok nutrisi penting, hormon, antibodi, dll, untuk berbagai organ tubuh. Namun, ia mempertahankan lingkungan pH stabil untuk menjalankan fungsinya dengan baik. PH ini dikelola oleh sistem penyangga protein bersama dengan bikarbonat dan sistem penyangga fosfat. Protein memiliki gugus amino dan gugus karboksil membuat mereka mampu menyumbangkan dan menerima ion hidrogen. Oleh karena itu, ketika darah kita menjadi terlalu asam atau basa, mereka menerima atau menyumbangkan ion H +. Hal ini memastikan pH netral 7,4 dalam darah.
Itulah secara ringkas pentingnya protein bagi tubuh. Protein bekerja secara erat dengan biomolekul lain untuk mempertahankan hidup. Oleh karena itu, seseorang harus memiliki asupan protein yang tepat. Ini akan memastikan pertumbuhan dan perkembangan, baik secara mental dan fisik. Penting untuk memahami bahwa kekurangan protein dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kwashiorkor, marasmus, cachexia, dll ini memiliki tingkat kematian yang tinggi dan harus ditangani dengan segera. Asam amino sangat penting untuk penggantian apa yang anatomi manusia tidak mampu melakukannya sendiri.
2.3  Kandungan Protein pada Tubuh Manusia
Protein bagi tubuh adalah sebagai zat pembangun, misalnya pada anak-anak sangat berperan untuk perkembangan tubuh dan sel otaknya. Sedangkan pada orang dewasa, apabila terjadi luka, memar dan sebagainya, maka protein dapat membangun kembali sel-sel yang rusak. Isoflavon yang terkandung dalam kacang kedelai adalah senyawa glikosida yang larut dalam air dan bersifat anti aging (anti penuaan dini). Dan anti oxidant (anti radikal bebas).
Biasanya orang-orang yang mengikuti pengaturan pola makan rendah kalori membutuhkan lebih banyak protein sebagai pengganti. Menurut riset dari National Academy of Sciences, diet tinggi protein berbahaya untuk orang-orang yang mengidap penyakit ginjal. Dari riset tersebut, porsi amannya adalah mengganti 10-35 % asupan kalori dengan protein. Banyak riset yang juga menunjukkan kalau penambahan asupan protein bisa berguna untuk mengatasi obesitas, dan mencegah osteoporosis. Protein yang berlebih bisa diuraikan menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis. Dalam diet rendah kalori, hal ini terjadi terus menerus. Salah satu keuntungan mendapatkan asupan glukosa dari protein adalah proses penyerapan melalu aliran darah berlangsung sangat lambat, sehingga nggak mengakibatkan kenaikan gula darah.
Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengonsumsi 1 g protein per kg berat tubuhnya. Keuntungan protein yaitu sebagai sumber energi, pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan, sebagai sintesis hormon,enzim,antibodi, dan pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel.
Berikut daftar makanan dengan jumlah kandungan proteinnya.

1.      Daging:           Hamburger, 4 ons – 28 gram
                               Steak, 6 ons – 42 gram
                           Daging potong – 7 gram protein per ons
2.      Ayam:            Dada, 3,5 ons – 30 gram
                      Paha atas – 10 gram
 Drumstick – 11 gram
 Sayap – 6 gram
                      Daging ayam giling 4 ons – 35 gram
3.      Ikan:                Fillet ikan – 6 gram per ons
Tuna kaleng 6 ons – 40 gram
4.      Telur dan produk susu:
                        Telur – 6 gram
                        Susu 1 gelas – 8 gram
                        Yogurt, 1 mangkuk – sekitar 8-12 gram
                        Cottage cheese, ½ mangkuk – 15 gram
                        Soft cheese (Mozarella, Brie, Camembert) – 6 gram
                        Medium cheese (Cheddar, Swiss) – 7-8 gram per ons
                        Hard cheese (Parmesan) – 10 gram pre ons
5.      Kacang-kacangan (termasuk kedelai):
                        Tahu, ½ mangkuk – 20 gram
                        Susu kedelai – 1 gelas – 6-10 gram
                        Kacang kedelai, ½ mangkuk – 14 gram
                           Kacang-kacangan (black beans, pinto, lentil) – 7-10 gram
                        Peanut butter, 2 sendok makan – 8 gram
                        Almond, ¼ mangkuk – 8 gram
                        Kacang tanah, ¼ mangkuk – 9 gram
                        Kacang Mede, ¼ mangkuk – 5 gram
                        Biji labu, ¼ mangkuk – 8 gram
                        Biji bunga matahari, ¼ mangkuk – 6 gram

2.4  Kelebihan dan Kekurangan Protein
1.      Kelebihan Protein
Protein secara berlebihan tidak menguntungkan bagi tubuh. Makanan yang tinggi protein biasanya tinggi lemak sehingga dapat dapat menyebabkan obesitas. Kelebihan protein tidak baik, karena dapat mengganggu metabolisme protein yang berada di hati. Ginjal pun akan terganggu tugasnya, karena bertugas membuang hasil metabolisme protein yang tidak terpakai. Malah bila kadar protein terlalu tinggi bisa-bisa kalsium keluar dari tubuh. Ini kan bisa jadi penyebab osteoporosis.
Karena protein merupakan makanan pembentuk asam, kelebihan asupan protein akan meningkatkan kadar keasaman tubuh, khususnya keasaman darah dan jaringan. Kondisi ini disebut asidosis. Gangguan pencernaan, seperti kembung, sakit mag, sembelit, merupakan gejala awal asidosis.Top of FormBottom of Form
2.      Kekurangan Protein
Kekuran protein diantaranya, kelaparan yang berat dan nutrisi yang cukup, terdapat tingkatan yang bervariasi dari nutrisi yang tidak memadai, seperti kurang kalori protein (kkp), yang merupakan penyebab kematian pada anak-anak di negara-negara berkembang, pertumbuhan yang cepat, adanya infeksi, cedera atau penyakit menahun, dapat meningkatkan kebutuhan akan zat-zat gizi, terutama pada bayi dan anak-anak yang sebelumnya telah menderita malnutrisi. Kurang kalori protein disebabkan oleh konsumsi kalori yang tidak memadai, yang mengakibatkan kekurangan protein dan mikronutrisi (zat gizi yang diperlukan dalam jumlah sedikit, misalnya vitamin dan mineral). Terdapat tiga jenis kkp, yaitu:
a.       Kkp Kering
Jika seseorang tampak kurus dan mengalami dehidrasi. Kkp kering disebut marasmus, merupakan akibat dari kelaparan yang hampir menyeluruh. Seorang anak yang mengalami marasmus, mendapatkan sangat sedikit makanan. Badannya sangat kurus akibat hilangnya otot dan lemak tubuh. Jika anak mengalami cedera atau infeksi yang meluas, prognosanya buruk dan bisa berakibat fatal.
b.      Kkp Basah
Jika seseorang tampak membengkak karena tertahannya cairan. Kkp basah disebut kwashiorkor, yang dalam bahasa afrika berarti ‘anak pertama-anak kedua’. Istilah tersebut berdasarkan pengamatan bahwa anak pertama menderita kwashiorkor ketika anak kedua lahir dan menggeser anak pertama dari pemberian asi ibunya. Anak pertama yang telah disapih tersebut mendapatkan makanan yang jumlah zat gizinya lebih sedikit bila dibandingkan dengan asi, sehingga tidak tumbuh dan berkembang. Kekurangan protein pada kwashiorkor biasanya lebih jelas dibandingkan dengan kekurangan kalori, yang mengakibatkan: tertahannya cairan (edema), penyakit kulit dan perubahan warna rambut. Anak yang menderita kwashiorkor biasanya telah menjalani penyapihan, sehingga usianya lebih besar daripada anak yang menderita marasmus.
c.       Kkp Menengah
Jika seseorang berada dalam kondisi diantara kkp kering dan kkp basah. Kkp menengah disebut marasmik-kwashiorkor. Anak-anak yang menderita kkp ini menahan beberapa cairan dan memiliki lebih banyak lemak tubuh dibandingkan dengan penderita marasmus. Tubuh menghancurkan/memecahkan jaringannya sendiri untuk digunakan sebagai kalori:
• cadangan karbohidrat yang disimpan dalam hati habis terpakai
• protein di otot dipecah untuk menghasilkan protein baru
• cadangan lemak dipecah untuk menghasilkan kalori.
Sebagai akibatnya seluruh tubuh mengalami penyusutan. Pada kwashiorkor, tubuh hanya mampu menghasilkan sedikit protein baru. akibatnya kadar protein dalam darah menjadi berkurang, menyebabkan cairan terkumpul di lengan dan tungkai sebagaiedema. Kadar kolesterol juga menurun dan terjadi perlemakan pada hati yang membesar (pengumpulan lemak yang berlebihan di dalam sel-sel hati). Kekurangan protein akan menganggu: pertumbuhan badan, sistem kekebalan, kemampuan untuk memperbaiki kerusakan jaringan, produksi enzim dan hormon. Pada marasmus dan kwashiorkor sering terjadi diare. Perkembangan tingkah laku pada anak yang menderita malnutrisi berat sangat lambat dan bisa terjadi keterbelakangan mental. Biasanya anak yang menderita marasmus tampak lebih sakit daripada anak yang lebih tua yang menderita kwashiorkor.




BAB III
PENUTUP
3.1     Kesimpulan
1.      Protein adalah senyawa organik kompleks dengan bobot molekul yang tinggi dan merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.
2.      Peranan Protein, yaitu : Sumber energi, Dukungan struktural untuk Sel Hidup, Transporter, Katalis Biokimia, Hormon, Prajurit Sistem Kekebalan, Buffering Action
3.      Protein bagi tubuh adalah sebagai zat pembangun, pada anak-anak berperan untuk perkembangan tubuh dan sel otaknya. Sedangkan pada orang dewasa, apabila terjadi luka, memar dan sebagainya, maka protein dapat membangun kembali sel-sel yang rusak.
4.      Kelebihan protein dapat mengganggu metabolisme, ginjal, kalsium keluar dari tubuh, penyebab osteoporosis, meningkatkan kadar keasaman tubuh, gangguan pencernaan, seperti kembung, sakit mag, sembelit, merupakan gejala awal asidosis.Top of FormBottom of Form
5.      Kekuran protein diantaranya, kelaparan yang berat, kurang kalori protein (kkp), adanya infeksi, cedera atau penyakit menahun, dapat meningkatkan kebutuhan akan zat-zat gizi, terutama pada bayi dan anak-anak yang sebelumnya telah menderita malnutrisi.
3.2    Saran
Dengan mempelajari biokimia kita mengetahui tentang reaksi-reaksi kimia penting yang terjadi dalam sel. Hal ini berarti kita dapat memahami proses-proses yang terjadi dalam tubuh. Dengan demikian diharapkan kita akan mampu menghindari hal-hal dari luar yang akan mempengaruhi proses dalam sel-sel tubuh, misalnya kita dapat mengatur makanan yang akan kita makan sehingga kita memperoleh manfaat dari makanan secara optimal. Sehingga kita dapat menerapkan dalam kehidupan sehari – hari dengan salah satunya yaitu menjaga pola hidup yang sehat. Agar dampak terburuk, dapat kita cegah.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Anonim c. 2015. http://klinikgizi.com/2014/10/02/karakteristik-protein-manfaat-dan-dampak-kekurangan-pada-tubuh/. Diakses 10 Mei 2015.
Roswieem,Albert L.1982.Dasar-Dasar Biokimia.Erlangga:Jakarta.
Lehninger,A.L.(1997).Dasar-Dasar Biokimia(edisi ke-Jilid 1,diterjemahkan oleh M.Thenawidjaja).Jakarta:Erlangga.hlm.hlm.313.
Poedjiati,Anna.(1994).Dasar-Dasar Biokimia.Universitas Indonesia:Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar