Efek Blog

Minggu, 31 Mei 2015

TATA LETAK DAUN, RUMUS DAUN, DAN DIAGRAM DAUN



A.    Tabel hasil pengamatan
No.
Nama Spesies
Tata Letak daun
Rumus daun
1.
Hibiscus rosa-sinensis
Tunggal tersebar
2/5
2.
Allamanda cathartica L.
Berkarang
-
3.
Pandanus sp
Spirostik
-
4.
Amaranthus spinosus L.
Tunggal tersebar
2/5
5.
Carica papaya L.
Tunggal tersebar
3/8








B.     Gambar, bagan, dan diagram daun hasil pengamatan
1.      Ranting kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Gambar
Keterangan:
1.  Batang
2.  Tangkai daun
3.  Daun

 







Foto literatur
Keterangan:
1.  Batang
2.  Tangkai daun
3.  Daun

 





Sumber: Anonim a. 2015






Rumus daun kembang sepatu adalah 2/5 × 3600 = 1440.
Bagan tata letak daun kembang sepatu dengan rumus 2/5 360 o

sudut divergensi 144o.


                                                                               
 





















Diagram daun kembang sepatu dengan rumus 2/5


 





















2.   Ranting Alamanda (Allamanda cathatica L.)
Gambar
Keterangan:
1.  Batang
2.  Tangkai daun
3.  Daun

 




Foto literatur
Keterangan:
1.  Batang
2.  Tangkai daun
3.  Daun

 






Sumber: Anonim b. 2015
3.   Tumbuhan Pandan (Pandanus sp)
Gambar
Keterangan:
1.  Batang
2.  Daun
3. Ujung daun
 






                  

Foto literatur
Keterangan:
1.  Batang
2.  Daun
3. Ujung daun
 





Sumber: Anonim c. 2015

4.   Tumbuhan Bayam (Amaranthus spinosus L.)
Gambar
Keterangan:
1.  Batang
2.  Tangkai daun
3.  Daun

 







Foto literatur
Keterangan:
1.  Batang
2.  Tangkai daun
3.  Daun

 




Sumber: Anonim d. 2015
Rumus daun bayam adalah 2/5 × 3600 = 1440.
 Bagan tata letak daun bayam dengan rumus 2/5 360 o

sudut divergensi 144o.

                                                                               
 
                                                                                            


 





















Diagram daun bayam dengan rumus 2/5
. Rumus daunnya adalah 2/5 dengan sudut divergensi 2/5 × 3600 = 1440.


 




















5.   Tanaman Pepaya (Carica papaya L.)
Gambar
Keterangan:
1.  Batang
2.  Tangkai daun
3.  Daun

 







Foto literatur
Keterangan:
1.  Batang
2.  Tangkai daun
3.  Daun

 





Sumber: Anonim e. 2015







Rumus daun pepaya adalah 3/8 × 3600 = 1350.
Bagan tata letak daun pepaya dengan rumus 3/8 360 o

sudut divergensi 135o.




 
























Diagram daun pepaya dengan rumus 3/8
Rumus daunnya adalah 3/8 dengan sudut divergensi 3/8 × 3600 = 1350.



                       














 





     I.      ANALISIS DATA
1.      Ranting kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Ordo                : Malvales
Family             : Malvaceae
Genus              : Hibiscus
Species            : Hibiscus rosa-sinensis L.
(Sumber: Cronquist. 1981)
Berdasarkan pengamatan daun kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis L.) termasuk daun tidak lengkap. Tanaman kembang sepatu mempunyai tata letak daun yang tersebar, setiap buku-buku batang hanya terdapat satu daun. Tanaman ini mempunyai rumus daun 2/5, yaitu pada perhitungan jumlah putaran untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun permulaan menghasilkan 2 putaran, dan jumlah daun yang dilewati ada 5 daun.
 Karakteristik tanaman ini mudah tumbuh pada kondisi iklim apapun dengan daerah penyebaran yang luas dari daerah yang hangat, panas sampai mediterania.  Susunan tubuh terdiri atas akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Tanaman sepatu ini memumpunyai akar tunggang coklat muda. Batangnya bulat, berkayu, keras ,berdiameter kurang lebih 9 cm. Daunya tunggal, tepi beringgit, ujungnya runcing, pangkal tumpul, panjang 10-16 cm dan lebarnya 5-11 cm berwarna hijau muda dan hijau. Bunganya berbentuk terompet, diketiak daun bewarna hijau kekuning-kuningan, mahkota terdiri dari 15-20 daun mahkota, berwarna merah muda. Buahnya kecil lonjong berdiameter kurang lebih 4 meter masih muda berwarna putih setelah tua berwarna coklat. Bijinya pipih dan putih(Sebastian,2008). Daun, bunga dan akar kembang sepatu (Hibicus rosasinensis) mengandung flavoinida, disamping itu daunnya mengandung sponin dan polifenal. Daun ini berkhasiat sebagai obat demam pada anak, obat batuk dan obat sariawan (Muzayyinah, 2008).
Daun kembang sepatu merupakan daun tunggal dan pada tiap-tiap buku-buku batang kembang sepatu terlihat hanya terdapat satu daun saja, sehingga tata letak daun sepatu adalah tunggal tersebar (folia sparsa).
Untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun permulaan garis spiral tadi mengelilingi batang 2 kali, dan jumlah daun yang dilewati selama itu adalah 5 kali, maka perbandingan kedua bilangan tadi akan merupakan pecahan 2/5, itulah rumus daun divergensinya. Dari rumus tersebut dapat kita cari sudut divergensinya, yaitu jarak sudut antara dua daun berturut-turut.
Sudut divergensi:

2.      Ranting alamanda (Allamanda cathartica L.)
Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Ordo                : Gentianales
Family             : Apocynaceae
Genus              : Allamanda
Species            : Allamanda cathartica L.
Sumber: Anonim. 2014. Deskripsi
Dari pengamatan pada ranting alamanda (Allamanda cathartica L.), diketahui bahwa pada tiap-tiap buku batang terdapat lebih dari dua daun, hal ini disebut tata letak daun berkarang. Tata letak daun yang berkarang tidak dapat ditentukan rumus daunn.
Daun alamanda (Allamanda cathartica L) adalah termasuk daun berkarang (folio verticillata), struktur batang merupakan pohon berkayu keras penampangya bulat, bercabang dan beranting banyak. Sehingga bila tanaman. Ini dibiarkan tumbuh alami dapat mencapai ketinggian 15 meter. Pada bagian batang cabang ataupun ranting terdapat duri-duri (spina) sebagai alat pemanjat. Bentuknya mirip jantung hati yang dasarnya agak bulat (bundar) dengan warna hijau tua namun, ada pula yang belang-belang (variegata) antara hijau dan putih bercampur kekuning-kuningan. Hal ini yang menarik dari tanaman alamanda adalah karakteristik bunganya yaitu bunga asli dan palsu (bractea) (Rukmana, 1995).
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:11), tata letak daun yang demikian ini dinamakan: berkarang (folia verticillata), dapat ditemukan pada pohon pulai (Alstonia scholaris R. Br.), alamanda (Allamanda cathartica L.). oleander (Nerium oleander L.).
3.      Tumbuhan pandan (Pandanus sp)
Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Ordo                : Pandanales
Family             : Pandanaceae
Genus              : Pandanus
Species            : Pandanus sp
(Sumber : Cronquist.1981)
Tumbuhan pandan (Pandanus sp.) mempunyai tata letak daun yang mengikuti garis-garis ortostik yang mengalami perubahan menjadi garis spiral yang melingkari batang. Hal itu juga dapat terjadi karena  pertumbuhan batang tidak lurus tetapi memutar. Oleh sebab itu, ortostiknya ikut memutar yang disebut spirostik. Batang tanaman pandan memperlihatkan tiga spirostik atau trispirostik. Morfologi daun pandan yaitu daun dengan ujung segitiga lancip, tepi daun dan lapisan bawah dari pada ibu tulang daun berduri tempel (emergensia), berlilin dan hijau tua, daun bentuk pita berpelepah.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalm bukunya yang berjudul morfologi tumbuhan, tumbuhan yang memiliki spirostik misalnya pancing (Costus speciosus Smith) mempunyai satu spirostik, Bupleurum falcatum mempunyai dua spirostik, pandan (pandanus sp) mempunyai 3 spirostik.

4.      Tanaman Bayam (Amaranthus spinosus L.)
Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Ordo                : Caryophyllales
Family             : Amaranthaceae
Genus              : Amaranthus
Species            : Amaranthus spinosus L.
(Sumber: Cronquist.1981)
Daun bayam merupakan daun tunggal dan pada tiap-tiap buku-buku batang bayam terlihat hanya terdapat satu daun saja, sehingga tata letak daun bayam adalah tunggal tersebar (folia sparsa).
Untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun permulaan garis spiral tadi mengelilingi batang sebanyak dua kali, dan jumlah daun yang dilewati selama itu adalah lima buah daun, maka perbandingan kedua bilangan tadi akan merupakan pecahan 2/5, itulah rumus daun (divergensi)nya. Dari rumus tersebut dapat kita cari sudut divergensinya, yaitu jarak sudut antara dua daun berturut-turut. Sudut divergensi: .









5.      Tanaman Pepaya (Carica papaya L.)
Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Ordo                : Violales
Family             : Caricaceae
Genus              : Carica
Species            : Carica papaya L.
(Sumber: Cronquist:1981)
Daun pepaya merupakan daun tunggal dan pada tiap-tiap buku-buku batang bayam terlihat hanya terdapat satu daun saja, sehingga tata letak daun bayam adalah tunggal tersebar (folia sparsa).
Untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun permulaan garis spiral tadi mengelilingi batang 3 kali, dan jumlah daun yang dilewati selama itu adalah 8 kali, maka perbandingan kedua bilangan tadi akan merupakan pecahan 3/8, itulah rumus daun (divergensi)nya. Dari rumus tersebut dapat kita cari sudut divergensinya, yaitu jarak sudut antara dua daun berturut-turut.
Sudut divergensi:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar