A.
Tabel hasil pengamatan
|
No.
|
Nama Spesies
|
Tata Letak daun
|
Rumus daun
|
|
1.
|
Hibiscus rosa-sinensis
|
Tunggal tersebar
|
2/5
|
|
2.
|
Allamanda cathartica L.
|
Berkarang
|
-
|
|
3.
|
Pandanus sp
|
Spirostik
|
-
|
|
4.
|
Amaranthus spinosus L.
|
Tunggal tersebar
|
2/5
|
|
5.
|
Carica papaya L.
|
Tunggal tersebar
|
3/8
|
B.
Gambar, bagan, dan diagram daun hasil pengamatan
1.
Ranting kembang
sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Gambar
|
Keterangan:
1. Batang
2. Tangkai daun
3. Daun
|
|
|
|
Keterangan:
1. Batang
2. Tangkai daun
3. Daun
|
Sumber: Anonim a. 2015
Rumus
daun kembang sepatu
adalah
2/5 × 3600 = 1440.
Bagan tata letak daun
kembang sepatu dengan rumus 2/5 360
o
|
|
|
|
|
|
Diagram daun
kembang sepatu dengan rumus 2/5
|
|
2. Ranting Alamanda (Allamanda cathatica L.)
Gambar
|
Keterangan:
1. Batang
2. Tangkai daun
3. Daun
|
Foto literatur
|
|
|
Keterangan:
1. Batang
2. Tangkai daun
3. Daun
|
Sumber: Anonim b. 2015
3. Tumbuhan Pandan (Pandanus sp)
Gambar
|
Keterangan:
1. Batang
2. Daun
3.
Ujung daun
|
Foto
literatur
|
|
|
Keterangan:
1. Batang
2. Daun
3.
Ujung daun
|
Sumber: Anonim c. 2015
4. Tumbuhan
Bayam (Amaranthus spinosus L.)
Gambar
|
Keterangan:
1. Batang
2. Tangkai daun
3. Daun
|
|
|
|
Keterangan:
1. Batang
2. Tangkai daun
3. Daun
|
Sumber: Anonim d. 2015
Rumus
daun bayam adalah
2/5 × 3600 = 1440.
Bagan tata letak daun bayam dengan rumus 2/5 360 o
|
|
|
|
|
|
Diagram daun
bayam dengan rumus 2/5
. Rumus daunnya adalah 2/5 dengan sudut divergensi 2/5 ×
3600 = 1440.
|
|
5. Tanaman
Pepaya (Carica papaya L.)
Gambar
|
Keterangan:
1. Batang
2. Tangkai daun
3. Daun
|
|
|
|
Keterangan:
1. Batang
2. Tangkai daun
3. Daun
|
Sumber: Anonim e. 2015
Rumus
daun pepaya adalah
3/8 × 3600 = 1350.
Bagan
tata letak daun pepaya
dengan rumus 3/8 360 o
|
|
|
|
|
|
Diagram daun
pepaya dengan rumus 3/8
Rumus daunnya adalah 3/8 dengan sudut divergensi 3/8 × 3600 = 1350.
|
|
I. ANALISIS DATA
1.
Ranting
kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Magnoliopsida
Ordo :
Malvales
Family :
Malvaceae
Genus :
Hibiscus
Species : Hibiscus rosa-sinensis
L.
(Sumber: Cronquist. 1981)
Berdasarkan pengamatan daun kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis L.) termasuk daun
tidak lengkap. Tanaman
kembang sepatu mempunyai tata letak daun yang tersebar, setiap buku-buku batang
hanya terdapat satu daun. Tanaman ini mempunyai rumus daun 2/5, yaitu pada
perhitungan jumlah putaran untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun
permulaan menghasilkan 2 putaran, dan jumlah daun yang dilewati ada 5 daun.
Karakteristik tanaman ini mudah
tumbuh pada kondisi iklim apapun dengan daerah penyebaran yang luas dari daerah
yang hangat, panas sampai mediterania. Susunan tubuh terdiri atas akar, batang, daun,
bunga, buah, dan biji. Tanaman sepatu ini memumpunyai akar tunggang coklat
muda. Batangnya bulat, berkayu, keras ,berdiameter kurang lebih 9 cm. Daunya tunggal, tepi beringgit,
ujungnya runcing, pangkal tumpul, panjang 10-16 cm
dan lebarnya 5-11 cm
berwarna hijau muda dan hijau. Bunganya berbentuk terompet, diketiak daun
bewarna hijau kekuning-kuningan, mahkota terdiri dari 15-20 daun mahkota,
berwarna merah muda. Buahnya kecil lonjong berdiameter kurang lebih 4 meter
masih muda berwarna putih setelah tua berwarna coklat. Bijinya pipih dan
putih(Sebastian,2008). Daun, bunga dan akar kembang sepatu (Hibicus rosasinensis) mengandung
flavoinida, disamping itu daunnya mengandung sponin dan polifenal. Daun ini
berkhasiat sebagai obat demam pada anak, obat batuk dan obat sariawan
(Muzayyinah, 2008).
Daun kembang sepatu merupakan daun tunggal dan pada
tiap-tiap buku-buku batang kembang sepatu terlihat hanya terdapat satu daun
saja, sehingga tata letak daun sepatu adalah tunggal tersebar (folia sparsa).
Untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun
permulaan garis spiral tadi mengelilingi batang 2 kali, dan jumlah daun yang
dilewati selama itu adalah 5 kali, maka perbandingan kedua bilangan tadi akan
merupakan pecahan 2/5, itulah rumus daun divergensinya. Dari rumus tersebut
dapat kita cari sudut divergensinya, yaitu jarak sudut antara dua daun
berturut-turut.
Sudut divergensi:
2.
Ranting
alamanda (Allamanda cathartica L.)
Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Gentianales
Family : Apocynaceae
Genus : Allamanda
Species : Allamanda cathartica L.
Sumber:
Anonim. 2014. Deskripsi
Dari pengamatan pada
ranting alamanda (Allamanda cathartica
L.), diketahui bahwa pada tiap-tiap buku batang terdapat lebih dari dua daun,
hal ini disebut tata letak daun berkarang. Tata letak daun yang berkarang tidak
dapat ditentukan rumus daunn.
Daun
alamanda (Allamanda cathartica L)
adalah termasuk daun berkarang (folio verticillata), struktur batang merupakan pohon
berkayu keras penampangya bulat, bercabang dan beranting banyak. Sehingga bila
tanaman. Ini dibiarkan tumbuh alami dapat mencapai ketinggian 15 meter. Pada
bagian batang cabang ataupun ranting terdapat duri-duri (spina) sebagai alat
pemanjat. Bentuknya mirip jantung hati yang dasarnya agak bulat (bundar) dengan
warna hijau tua namun, ada pula yang belang-belang (variegata) antara hijau dan
putih bercampur kekuning-kuningan. Hal ini yang menarik dari tanaman alamanda
adalah karakteristik bunganya yaitu bunga asli dan palsu (bractea) (Rukmana,
1995).
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan
(1985:11), tata letak daun yang demikian ini dinamakan: berkarang (folia verticillata), dapat ditemukan
pada pohon pulai (Alstonia scholaris R.
Br.), alamanda (Allamanda cathartica L.).
oleander (Nerium oleander L.).
3.
Tumbuhan
pandan (Pandanus sp)
Klasifikasi:
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Magnoliopsida
Ordo :
Pandanales
Family :
Pandanaceae
Genus :
Pandanus
Species : Pandanus
sp
(Sumber
: Cronquist.1981)
Tumbuhan pandan (Pandanus sp.) mempunyai tata letak daun yang mengikuti garis-garis ortostik yang
mengalami perubahan menjadi garis spiral yang melingkari batang. Hal itu juga
dapat terjadi karena pertumbuhan batang
tidak lurus tetapi memutar. Oleh sebab itu, ortostiknya ikut memutar yang disebut
spirostik. Batang tanaman pandan memperlihatkan tiga spirostik atau
trispirostik. Morfologi daun pandan yaitu daun dengan ujung
segitiga lancip, tepi daun dan lapisan bawah dari pada ibu tulang daun berduri
tempel (emergensia), berlilin dan hijau tua, daun bentuk pita berpelepah.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalm bukunya yang
berjudul morfologi tumbuhan, tumbuhan yang memiliki spirostik misalnya pancing
(Costus speciosus Smith) mempunyai
satu spirostik, Bupleurum falcatum
mempunyai dua spirostik, pandan (pandanus
sp) mempunyai 3 spirostik.
4.
Tanaman
Bayam (Amaranthus spinosus L.)
Klasifikasi:
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Magnoliopsida
Ordo :
Caryophyllales
Family :
Amaranthaceae
Genus :
Amaranthus
Species : Amaranthus spinosus L.
(Sumber:
Cronquist.1981)
Daun bayam merupakan daun tunggal dan pada tiap-tiap
buku-buku batang bayam terlihat hanya terdapat satu daun saja, sehingga tata
letak daun bayam adalah tunggal tersebar (folia
sparsa).
Untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun
permulaan garis spiral tadi mengelilingi batang sebanyak dua kali, dan jumlah
daun yang dilewati selama itu adalah lima buah daun, maka perbandingan kedua
bilangan tadi akan merupakan pecahan 2/5, itulah rumus daun (divergensi)nya.
Dari rumus tersebut dapat kita cari sudut divergensinya, yaitu jarak sudut
antara dua daun berturut-turut. Sudut divergensi:
.
5.
Tanaman
Pepaya (Carica papaya L.)
Klasifikasi:
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Magnoliopsida
Ordo :
Violales
Family :
Caricaceae
Genus :
Carica
Species :
Carica papaya L.
(Sumber:
Cronquist:1981)
Daun pepaya merupakan daun tunggal dan pada tiap-tiap
buku-buku batang bayam terlihat hanya terdapat satu daun saja, sehingga tata
letak daun bayam adalah tunggal tersebar (folia
sparsa).
Untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun
permulaan garis spiral tadi mengelilingi batang 3 kali, dan jumlah daun yang
dilewati selama itu adalah 8 kali, maka perbandingan kedua bilangan tadi akan
merupakan pecahan 3/8, itulah rumus daun (divergensi)nya. Dari rumus tersebut
dapat kita cari sudut divergensinya, yaitu jarak sudut antara dua daun
berturut-turut.
Sudut divergensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar