A.
Tabel Hasil Pengamatan
|
No.
|
Nama Spesies
|
Tipe Bunga Majemuk
|
Bentuk Bunga majemuk
|
|
1
|
Bunga Merak (Caesalpinia
pulcherrima Swart.)
|
Tak berbatas
|
Tandan
|
|
2
|
Bunga Soka
(Ixora
grandiflora L.)
|
Tak berbatas
|
Malai rata
|
|
3
|
Bunga Putri Malu
(Mimosa pudica L.)
|
Tak berbatas
|
Bongkol
|
|
4
|
Bunga
♂ dan ♀ jagung
(Zea mays L.)
|
Tak berbatas
|
Bulir majemuk ♂
Bongkol ♀
|
|
5
|
Bunga Kelapa
(Cocos nucifera L.)
|
Tak berbatas
|
Tongkol majemuk
|
|
6
|
Bunga Matahari
(Helianthus
annuus L.)
|
Tak berbatas
|
Cawan
|
|
7
|
Bunga Lamtoro
(Leucaena glauca L.)
|
Tak berbatas
|
Bongkol
|
|
8
|
Bunga Melati
(Jasminum sambae
L.)
|
Berbatas
|
Anak payung menggarpu
|
|
9
|
Bunga Sirih (Piper
betle L.)
|
Tak berbatas
|
Untai
|
|
10
|
Bunga Eceng Gondok (Eichornia
crassipes)
|
Tak berbatas
|
Tandan
|
|
11
|
Bunga Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
|
Tak berbatas
|
Malai
|
|
12
|
Bunga Alamanda
(Alamanda
cathartica L.)
|
Berbatas
|
Anak payung menggarpu
|
|
13
|
Bunga Telang
(Clitoria
ternatea L.)
|
Tak berbatas
|
Tandan
|
|
14
|
Bunga Bogenvil (Bougenvillea
spectabilis)
|
Tak berbatas
|
Payung majemuk
|
|
15
|
Bunga Tasbih (Canna
sp.)
|
Berbatas
|
Tangga berseling
|
|
16
|
Bunga Kangkung
(Ipomea aquatica)
|
Berbatas
|
Anak payung menggarpu
|
B. Hasil Pengamatan
1. Bunga Merak (Caesalpinia pulcherrima Swart.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Mahkota
4. Putik
5. Benang sari
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Mahkota
4. Putik
5. Benang sari
|
(sumber:Anonim.2013.a)
(Sumber: Anonim a. 2015)
2. Bunga Soka (Ixora grandiflora L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Mahkota
4. Putik
5. Benang sari
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Mahkota
4. Putik
5. Benang sari
|
(Sumber: Anonim b. 2015)
3. Bunga Putri Malu (Mimosa pudica L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Mahkota
4. Putik
5. Benang sari
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Mahkota
4. Putik
5. Benang sari
|
(sumber:Anonim.2013.a)
(Sumber: Anonim c. 2015)
4. Bunga
♂ dan ♀ jagung (Zea mays L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Daun
3. Putik
4. Benang sari
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Daun
3. Putik
4. Benang sari
|
(Sumber:
Anonim d. 2015)
5. Bunga
Kelapa (Cocos nucifera L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Mahkota
5. Putik
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Mahkota
5. Putik
|
(Sumber: Anonim e. 2015)
6. Bunga
Matahari (Helianthus annuus L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Mahkota
5. Putik
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Mahkota
5. Putik
|
(Sumber: Anonim f. 2015)
7. Bunga
Lamtoro (Leucaena glauca L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Mahkota
5. Putik
6. Benang sari
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Mahkota
5. Putik
6. Benang sari
|
(Sumber: Anonim g. 2015)
8. Bunga
Melati (Jasminum sambae L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Mahkota
5. Putik
6. Benang sari
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Mahkota
5. Putik
6. Benang sari
|
(Sumber: Anonim h. 2015)
9. Bunga
Sirih (Piper betle L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Putik
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Putik
|
(Sumber: Anonim i. 2015)
10. Bunga
Enceng Gondok (Eichornia crassipes)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
3. Daun
4. Putik
5. Benang sari
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Mahkota
5. Putik
6. Benang sari
|
(Sumber: Anonim j. 2015)
11. Bunga
Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Tenda bunga
4. Putik
5. Benang sari
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Tenda bunga
4. Putik
5. Benang sari
|
(Sumber: Anonim k. 2015)
12. Bunga
Alamanda (Allamanda cathartica L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Mahkota
5. Putik
6. Benang sari
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Mahkota
5. Putik
6. Benang sari
|
(Sumber: Anonim l. 2015)
13. Bunga
Telang (Clitoria ternatea)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Mahkota
4. Putik
5. Benang sari
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Mahkota
5. Putik
6. Benang sari
|
(Sumber:
Anonim m. 2015)
14. Bunga
Bogenvil (Bougenvillia spectabilis)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Mahkota
4. Putik
5. Benang sari
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Mahkota
4. Putik
5. Benang sari
|
(Sumber:
Anonim n. 2015)
15. Bunga
Tasbih (Canna sp.)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Putik
5. Benang sari
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Putik
5. Benang sari
|
(Sumber:
Anonim o. 2015)
16. Bunga
Kangkung (Ipomea aquatica)
Berdasarkan hasil pengamatan
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Mahkota
5. Putik
6. Benang sari
|
Berdasarkan literatur
|
|
|
Keterangan :
1. Tangkai bunga
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Mahkota
5. Putik
6. Benang sari
|
(Sumber:
Anonim p. 2015)
V. ANALISIS DATA
1. Bunga
Merak (Caesalpinia pulcherrima Swart.)
Klasifikasi:
Kingdom :
Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Subclassis : Rosidae
Ordo : Fabacales
Familia :
Caesalpiniaceae
Genus :
Caesalpinia
Species :
Caesalpinia pulcherrima Swart.
Sumber : (Cronquist, 1981)
Bunga
merak tumbuh pada ujung batang (flos terminalis), pada satu tangkai terdapat
banyak bunga sehingga disebut bunga majemuk. Bunganya
berbentuk anak payung. Bunga
merak mempunyai tipe bunga majemuk tak berbatas yang ibu tangkainya dapat
tumbuh terus dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak, dan
mempunyai susunan acropetal. Tanaman ini berwarna merah kekuningan. Bagian-bagian yang
terdapat pada bunganya yaitu kelopak (calyx),
mahkota (corolla) dan alat kelamin
berupa putik (pistillum) dan benang
sari (stamen). Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan
(2009:129) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas adalah
pada kembang merak Caesalpinia pulcherrima Swart.
2. Bunga
Soka (Ixora grandiflora L.)
Klasifikasi
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Magnoliopsida
Subclassis :
Rosidae
Ordo :
Rubiales
Familia :
Rubiaceae
Genus :
Ixora
Species :
Ixora grandiflora L.
Sumber : (Cronquist, 1981)
Bunga soka (Ixora grandiflora L.) merupakan bunga
majemuk yang bertipe tak berbatas dengan bentuk bunga berupa malai rata yaitu
bunga yang mempunyai ibu tangkai yang mengadakan percabangan demikian pula
seterusnya, tetapi cabang-cabang tadi mempunyai sifat sedemikian rupa sehingga
seakan-akan semua bunga pada bunga majemuk ini terdapat pada suatu bidang datar
atau agak melengkung. Mempunyai tangkai daun (pedicellus), duduk daun atau bertangkai pendek dan pada ujung
tangkai dengan dua daun pelindung,
mahkota (corolla), putik (pistillum), dan benang sari (stamen).
Tanaman ini memiliki bunga berwarna mulai dari merah
menyala (scarlet), kuning, jingga, merah muda, bahkan putih. Bunganya
mekar bergerombol. Setiap kuntumnya berukuran kecil dengan empat kelopak. Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan
(2009:136) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas yang
bentuknya malai rata adalah bunga soka (Ixoka grandiflora).
3. Bunga Putri Malu (Mimosa pudica L.)
Klasifikasi
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Magnoliopsida
Subclassis : Rosidae
Ordo : Fabacales
Familia : Mimosaceae
Genus :
Mimosa
Species :
Mimosa pudica L.
Sumber
: (Cronquist, 1981)
Bunga putri malu memiliki
bunga pada ujung batang, satu helaian bunga berbentuk seperti jarum. Tipe bunganya adalah majemuk tak berbatas yang berbentuk bongkol
(capitulum). Bagian-bagian yang
terdapat dalam bunga ini yaitui tangkai bunga (pedicellus), benang sari (stamen), dan
putik (pistillum). Bentuk bunganya adalah bunga
bongkol atau capitulum karena
meskipun bentuk bunga majemuknya menyerupai cawan, tetapi tanpa daun-daun
pembalut, dan ujung ibu tangkainya biasanya membengkak. Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan
(2009:135) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas yang
mempunyai bentuk bunga bongkol adalah bunga sikejut atau Mimosa pudica.
4. Bunga Jantan dan Betina Jagung (Zea mays L.)
Klasifikasi:
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Liliopsida
Subclassis : Commelinidae
Ordo : Cyperales
Familia : Poaceae
Genus
: Zea
Species : Zea mays L.
Sumber : (Cronquist,
1981)
Bunga Jagung betina mempunyai tipe
bunga majemuk tak berbatas dengan bentuk bunganya berupa tongkol
yang tumbuh di
ketiak daun dan mempunyai tangkai putik yang panjang agar mudah menangkap
benang sari dari bunga jantan. Sedangkan bunga jantannya berbentuk bulir majemuk yang
terletak pada ujung batang, yang biasanya lebih tinggi dari letak bunga betina pada tanaman jagung
tersebut. Sehingga mempermudah jatuhnya serbuk sari di kepala
putik. Satu helai bunga betina yang berbentuk seperti rambut tersebut setelah
mengalami pembuahan akan menghasilkan satu buah biji jagung.
Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan
pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol
produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul
dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai
varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5
hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri). Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan
(2009:136) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas yang
mempunyai bentuk bunga bulir majemukadalah bunga jantan pada jagung.
5. Bunga Kelapa (Cocos nucifera L.)
Klasifikasi:
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Liliopsida
Subclassis : Arecidae
Ordo : Arecales
Familia : Arecaceae/Palmae
Genus :
Cocos
Species : Cocos nucifera L.
Sumber : (Cronquist, 1981)
Bunga Kelapa merupakan bunga majemuk yang bertipe tak
berbatas dengan bentuk berupa tongkol majemuk, yaitu bunga yang ibu tangkainya
bercabang-cabang dan masing-masing cabang merupakan bagian dengan susunan
seperti tongkol pula dan bunga tongkol majemuk ini diselubungi oleh seludang (spatha)
yang besar, tebal dan kuat. Tongkol
bunga dengan dua seludang bercabang satu kali yaitu cabang karangan dengan
bunga jantan yang banyak dan tersusun berpasangan.
Pada pangkalnya terdapat satu buah bunga betina yang
besar dan di kanan kirinya biasanya terdapat 2 buah bunga jantan. Bunga jantan
pada bunga ini mempunyai daun kelopak yang kecil dan daun mahkota yang
berbentuk lanset sedangkan bunga betina berbentuk bulat peluru dengan perhiasan
bunga yang berdagang dan menempel pada buah. Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan
(2009:136) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas yang
mempunyai bentuk bunga tongkol majemuk adalah bunga kelapa atau Cocos
nucifera.
6. Bunga
Matahari (Helianthus annuus L.)
Klasifikasi
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Magnoliopsida
Subclassis : Asteridae
Ordo : Asterales
Familia : Asteraceae
Genus
: Helianthus
Species : Helianthus annuus L.
Sumber : (Cronquist,
1981)
Bunga matahari mempunyai tipe
bunga majemuk tak berbatas dengan bentuk yang berupa cawan, yaitu suatu bunga
majemuk yang pada ujung ibu tangkainya melebar dan merata, sehingga mencapai
bentuk seperti cawan dan pada bagian-bagain inilah tersusun bunga yang lengkap. Pada pangkal
bunga mejemuk yang demikian terdapat daun-daun pembalut (bractea
involucralis). Pada bunga matahari, bunga yang berwarna kuning pada
pinggirnya adalah bunga pita, sedangkan pada bagian tengah merupakan bunga
tabung, bunga
inilah yang mempunyai kedua alat kelamin (benang sari dan putik) dan dapat
menghasilkan buah.
Pada
bunga ini terdapat dua macam bunga, yaitu bunga pita yang mandul serta terdapat
disepanjang tepi cawan dan bunga tabung yang mempunyai benang sari serta putik,
terdapat di atas cawannya sendiri, seringkali kecil dan berbentuk tabung. Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan
(2009:133) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas yang
mempunyai bentuk bunga cawan adalah bunga matahari.
7. Bunga
Lamtoro (Leucaena glauca L.)
Klasifikasi
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Magnoliopsida
Subclassis : Rosidae
Ordo : Rosales
Familia : Mimosaceae
Genus
: Leucaena
Species : Leucaena glauca L.
Sumber : (Cronquist,
1981)
Bunga Lamtoro termasuk dalam bunga majemuk yang bertipe
tak terbatas karena ibu tangkainya tidak bercabang-cabang sehingga bunga yang
bertangkai itu langsung terdapat pada ibu tangkainya. Bentuk bunganya bongkol (capitulum).
Pada bunga bongkol tersebut, terdapat banyak bunga yang apabila diambil satu
bagiannya, setiap satu bunga terdiri dari tangkai bunga, benang sari dan putik.
Bunganya seperti bunga putri malu tetapi berwarna putih. Bentuk kumpulan
bunganya seperti bola. Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
tumbuhan (2009:135) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak
berbatas yang mempunyai bentuk bunga bongkol adalah bunga lamtoro.
8. Bunga Melati (Jasminum sambac L.)
Klasifikasi
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Magnoliopsida
Subclassis : Asteridae
Ordo : Asterales
Familia : Asteraceae
Genus :
Jasminum
Species :
Jasminum sambac L
Sumber : (Cronquist,
1981)
Bunga melati memiliki tipe bunga majemuk tak berbatas dengan
bentuk berupa anak payung menggarpu. Merupakan anak payung
menggarpu karena pada ujung ibu tangkai terdapat satu bunga. Di bawahnya
terdapat dua cabang yang sama panjangnya, masing-masing mendukung satu bunga
pada ujungnya.
Bunga melati mempunyai 2 benang sari (stamen)
yang melekat pada mahkota (corolla) dengan tangkai sari (filamentum)
yang pendek dan kepala sari (anthera) besar dengan dua ruang sari dan
terdapat 1 tangkai putik yang sangat pendek. Mahkota (corolla) berbentuk
terompet dengan tajuk berwarna putih bersih dan jumlah mahkotanya biasanya ada
5.
Melati
berbunga lengkap, bunga bertangkai putik tidak sama, berbau harum dan berwarna
putih, dalam anak payung terdapat bunga, di ujung atau diketiak lebat. Taju
berbentuk garis sempit, mahkotanya berbentuk terompet dengan bentuk memanjang dan
lanset dengan ujung runcing. Tangkai putik dalam bunga yang bertangkai pendek.
Umumnya bunga bewarna putih.
9. Bunga Sirih (Piper betle L.)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Magnoliopsida
Subclassis : Magnoliidae
Ordo : Piperales
Familia : Piperaceae
Genus : Piper
Species : Piper betle L.
Sumber :
(Cronquist, 1981)
Bunga
Sirih memiliki tipe bunga majemuk tak berbatas karena ibu tangkainya yang tidak
bercabang-cabang, sehingga bunga langsung pada ujung ibu tangkai, dengan bentuk seperti untai atau bunga lada yaitu bentuknya
seperti bulir tetapi ibu tangkai hanya mendukung bunga-bunga yang berkelamin
tunggal dan runtuh seluruhnya (bunga majemuk yang mendukung bunga jantan, yang
betina menjadi buah). Untaian bunga
sirih bentuknya panjang dan ramping, warnanya hijau tetapi ada juga yang agak
kekuningan. Daun
pelindung bentuk lingkaran, bulat telur terbalik atau bulat memanjang. Bulir
jantan terdiri atas 2 benang sari dan sangat pendek. Sedangkan bulir betina kepala
putiknya 3-5.
Menurut Gembong
Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan (2009:129) mengatakan
bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas yang bentuk bunganya untai
adalah pada sirih (Piper betle).
10. Bunga Eceng Gondok
( Eichornia crassipes (Mart.) Solms.)
Klasifikasi
Kingdom :
Kingdom
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Liliopsida
Subclassis : Liliidae
Ordo : Liliales
Familia : Pontederiaceae
Genus : Eichornia
Species : Eichornia crassipes
(Mart.) Solms.
Sumber : (Cronquist, 1981)
Bunga Eceng Gondok memiliki tipe bunga
majemuk tak berbatas dengan bentuk bunga tandan (racemus). Bentuk bunga tandan
karena bertangkai rata dan duduk pada ibu tangkainya. Setiap bunga eceng gondok terdiri dari
Benang sari (stamen) umumnya 6 dalam 2 lingkaran, jarang 3 (dengan tanpa
staminodia), tangkai sari (filamentum) lepas, melekat pada tabung tepal,
putik (ginaesium) pada umunya 3 karpel membentuk 1 ovarium superus.
Bunga ini mempunyai mahkota bunga berwarna ungu muda.
11.
Bunga Anggrek kalajengking (Arachis flos-aeris)
Klasifikasi
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Sub
classis : Liliidae
Ordo
: Orchidales
Familia : Orchidaceae
Genus : Arachis
Spesies : Arachis flos-aeris
Sumber : (Steenis, 2003)
Bunga
anggrek kalajengking mempunyai tipe bunga majemuk tak berbatas yang ibu
tangkainya dapat tumbuh terus dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi
atau tidak dan mempunyai susunan acropetal, dan bentuk bunganya adalah
tandan karena bunga duduk pada ibu tangkainya dan setiap cabang menopang satu
bunga. Bagian-bagian
dari bunga anggrek
antara lain tangkai bunga (pedicellus)
dan tenda bunga (tepal). Bunganya
berwarna putih agak kekuning-kuningan dengan bercak-bercak
berwarna coklat. Bunga ini merupakan
bunga yang tidak sempurna karena tidak memiliki mahkota maupun kelopak bunga
yang dimiliki hanyalah tenda bunga. Berkelamin dua. Pada bunga
terdapat daun pelindung. Benang sari berjumlah dua atau satu dan terdiri dari
benang-benang sari yang literal pada lingkaran dan median pada lingkaran luar. Sedangkan benang sari
lainnya bersifat mandul. Tangkai putik dan tangkia sari berlekatan membentuk
suatu tiang (columna) sedangkan untuk kepala putik ada yang subur dan ada yang
mandul dan ada yang mengalami metamorfosis.
12. Alamanda (Allamanda chatartica L.)
Klasifikasi
Kingdom :
Kingdom
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Subclassis : Asteriide
Ordo : Genianales
Familia : Apocynaceae
Genus : Allamanda
Species : Allamanda
cathartica L.
Sumber : (Cronquist. 1981)
Bunga
alamanda memiliki
tipe bunga majemuk berbatas dan
bentuk bunganya adalah anak payung menggarpu (dichasium), yaitu bunga
yang mempunyai ibu tangkai yang pada ujungnya terdapat satu bunga (mekarnya
lebih dahulu daripada 2 bunga lainnya) dan di bawahnya terdapat dua cabang yang
sama panjangnya, masing-masing mendukung satu bunga pada ujungnya. Pada setiap bunga, terdapat tangkai
bunga (pedicellus), dasar bunga (receptaculum), kelopak bunga (calyx), mahkota (corolla), benang sari (stamen)
dan putk (pistillum).
13. Kembang telang (Clitoria
ternatea L.)
Klasifikasi
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Magnoliopsida
Subclassis : Rosidae
Ordo : Fabales
Familia : Fabaceae
Genus
: Clitoria
Species : Clitoria ternatea L.
Sumber : (Cronquist. 1981)
Bunga
telang memiliki tipe bunga majemuk tak berbatas karena bunga yang
tidak mengalami percabangan dan bunga langsung pada ibu tangkai bunga dengan
tipe tandan (racemus) karena memiliki ibu
tangkai bunga yang jelas.. Bunga telang yang diamati terdapat bagian-bagian
seperti tangkai bunga, kelopak bunga dan mahkota bunga, namun untuk putik dan benang
sarinya tidak terlihat.
Pada bunga ini benang
sarinya berjumlah 10 buah, tersusun atas dua berkas, berkas pertama tersusun
dari 7 benang sari sedangkan berkas kedua tersusun atas 3 benang sari. Putik
pada bunga ini berbentuk lembaran pipih seperti daun. Kelopak bunga berjumlah 5
buah yang berdekatan dengan dua lingkaran sedangka mahkota bunga berjumlah 3
buah dan berlekatan. Simetris bunga ini termasuk simetris bunga setangkup
tunggal dengan bentuk setangkup tegak. Hal ini sesuai dengan bidang simetri
bunga yang berimpit dengan bidang mediannya.
14. Bogenvil (Bougainvillea
spectabilis)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Sub Classis : Caryophyllidae
Ordo :
Caryophyllales
Familia :
Nyctaginaceae
Genus
: Bougainville
Species : Bougainvillea spectabilis Willd.
Sumber :
(Cronquist.1981)
Bunga kertas memiliki tipe bunga majemuk tak berbatas dan bunganya tidak berada pada
ibu tangkai bunga melainkan pada cabang-cabang yang dialami ibu tangkai bunga, dengan bentuk bunga tabung. Bunga
tabung ini menempel pada daun pemikatnya, setiap satu bunga menempel pada satu
daun pemikat dan dalam satu karang daun pekat, terdiri dari 3 bunga tabung
dengan 3 helai daun pemikat. Pada bunga
tabungnya terdapat putik (pistillum) dan benang sari (stamen). Tenda bunga bentuk tabung, berambut; tabung berusuk
5, bersegi 5, 1,5-2,5 cm panjangnya, hijau, bagian bawah agak melembung dan
bagian ini tetap menyelubungi buah, bagian atas rontok; tepi melebar,
terbentang, kuning, dengan 10 taju, di mana 5 melekuk ke dalam. Benang sari
kebanyakan 8, tidak sama, lk sama panjangnya dengan tabung. Tangkai putik lebih
pendek, kepala putik miring, kerapkali tidak dengan taju-bertaju tidak
beraturan. Bunga
bougenville dapat dibilang bunga yang unik, karena bunganya tumbuh pada tenda
bunga (perigonium). Jadi untuk melihat organ-organ bunga, bunga tersebut
harus di lepaskan dari tendanya kemudian dibedah, sehingga akan terlihat semua
organ-organnya.”
15. Bunga
Tasbih (Canna sp.)
Klasifikasi
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Magnoliopsida
Subclassis : Zingiberidae
Ordo : Bromeliales
Familia : Canaceae
Genus
: Canna
Species : Canna sp.
Sumber : (Cronquist, 1981)
Bunga tasbih memiliki
tipe bunga majemuk berbatas dan
bentuk bunganya adalah anak payung menggarpu (dichasium), yaitu bunga
yang mempunyai ibu tangkai yang pada ujungnya terdapat satu bunga (mekarnya
lebih dahulu daripada 2 bunga lainnya) dan di bawahnya terdapat dua cabang yang
sama panjangnya, masing-masing mendukung satu bunga pada ujungnya. Bunganya
berwarna kuning, tetapi yang berwarna kuning tersebut sebenarnya bukan mahkota,
melainkan tangkai benang sari yang warnanya sangat menarik dan mencolok. Setiap bunga memiliki bagian-bagian seperti tangkai bunga
(pedicellus), dasar bunga (receptaculum), mahkota (corolla), tangkai benang sari (filamentum) dan putik (pistillum).
16. Bunga Kangkung (Ipomoea aquatica L.)
Klasifikasi
Kingdom :
Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Subclassis : Asteridae
Ordo : Solanales
Familia : Convolvulaceae
Genus : Ipomea
Species : Ipomea aquatica L.
Sumber :
(Cronquist, 1981)
Bunga kangkung memiliki tipe bunga majemuk berbatas dan bentuk bunganya adalah anak
payung menggarpu (dichasium)., yaitu bunga yang mempunyai ibu tangkai
yang pada ujungnya terdapat satu bunga (mekarnya lebih dahulu daripada 2 bunga
lainnya) dan di bawahnya terdapat dua cabang yang sama panjangnya,
masing-masing mendukung satu bunga pada ujungnya. Pada bunga kangkung, bagian-bagiannya antara lain adanya
tangkai bunga (pedicellus), dasar
bunga (receptaculum), kelopak (calyx), mahkota (corolla), benang sari (stamen)
dan putik (pistillum). Bunganya ada
yang berwana ungu
dengan corak putih di tengahnya, atau berwarna putih dengan corak ungu di
tengahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar