Efek Blog

Minggu, 31 Mei 2015

BUNGA MAJEMUK



A. Tabel Hasil Pengamatan
No.
Nama Spesies
Tipe Bunga Majemuk
Bentuk Bunga majemuk
1

Bunga Merak (Caesalpinia pulcherrima Swart.)
Tak berbatas
Tandan
2
Bunga Soka
(Ixora grandiflora L.)
Tak berbatas
Malai rata
3
Bunga Putri Malu
(Mimosa pudica L.)
Tak berbatas
Bongkol
4
Bunga ♂ dan ♀ jagung
(Zea mays L.)
Tak berbatas
Bulir majemuk
Bongkol ♀
5
Bunga Kelapa
(Cocos nucifera L.)
Tak berbatas
Tongkol majemuk
6
Bunga Matahari
(Helianthus annuus L.)
Tak berbatas
Cawan
7
Bunga Lamtoro
(Leucaena glauca L.)
Tak berbatas
Bongkol
8
Bunga Melati
(Jasminum sambae L.)
Berbatas
Anak payung menggarpu
9
Bunga Sirih (Piper betle L.)
Tak berbatas
Untai
10
Bunga Eceng Gondok (Eichornia crassipes)
Tak berbatas
Tandan
11
Bunga Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
Tak berbatas
Malai
12
Bunga Alamanda
(Alamanda cathartica L.)
Berbatas
Anak payung menggarpu
13
Bunga Telang
(Clitoria ternatea L.)
Tak berbatas
Tandan
14
Bunga Bogenvil (Bougenvillea spectabilis)
Tak berbatas
Payung majemuk
15
Bunga Tasbih (Canna sp.)
Berbatas
Tangga berseling
16
Bunga Kangkung
(Ipomea aquatica)
Berbatas
Anak payung menggarpu



B. Hasil Pengamatan
1.  Bunga Merak (Caesalpinia pulcherrima Swart.)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Mahkota
4.  Putik
5.  Benang sari
 











Berdasarkan literatur

Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Mahkota
4.  Putik
5.  Benang sari
 
            (sumber:Anonim.2013.a)
 









(Sumber: Anonim a. 2015)


2.  Bunga Soka (Ixora grandiflora L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Mahkota
4.  Putik
5.  Benang sari
 











Berdasarkan literatur

 
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Mahkota
4.  Putik
5.  Benang sari
            (sumber:Anonim.2013.a)
 









(Sumber: Anonim b. 2015)




3.  Bunga Putri Malu (Mimosa pudica L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Mahkota
4.  Putik
5.  Benang sari
 











Berdasarkan literatur

Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Mahkota
4.  Putik
5.  Benang sari
 
            (sumber:Anonim.2013.a)
 









(Sumber: Anonim c. 2015)




4.  Bunga ♂ dan ♀ jagung (Zea mays L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Daun
3.  Putik
4.  Benang sari
 










Berdasarkan literatur
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Daun
3.  Putik
4.  Benang sari
 


           
 









(Sumber: Anonim d. 2015)





5.  Bunga Kelapa (Cocos nucifera L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Mahkota
5.  Putik

 











Berdasarkan literatur
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Mahkota
5.  Putik

 


           
 








(Sumber: Anonim e. 2015)





6.  Bunga Matahari (Helianthus annuus L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Mahkota
5.  Putik

 











Berdasarkan literatur
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Mahkota
5.  Putik

 


           
 







           
(Sumber: Anonim f. 2015)





7.  Bunga Lamtoro (Leucaena glauca L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Mahkota
5.  Putik
6.  Benang sari
 











Berdasarkan literatur
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Mahkota
5.  Putik
6.  Benang sari
 


           
 








(Sumber: Anonim g. 2015)





8.  Bunga Melati (Jasminum sambae L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Mahkota
5.  Putik
6.  Benang sari
 











Berdasarkan literatur
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Mahkota
5.  Putik
6.  Benang sari
 


           
 








(Sumber: Anonim h. 2015)





9.  Bunga Sirih (Piper betle L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Putik

 











Berdasarkan literatur
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Putik

 


           
 








(Sumber: Anonim i. 2015)





10.  Bunga Enceng Gondok (Eichornia crassipes)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga  
3.  Daun
4.  Putik
5.  Benang sari
 











Berdasarkan literatur
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Mahkota
5.  Putik
6.  Benang sari
 


           
 








(Sumber: Anonim j. 2015)





11.  Bunga Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Tenda bunga
4.  Putik
5.  Benang sari
 











Berdasarkan literatur
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Tenda bunga
4.  Putik
5.  Benang sari
 


           
 








(Sumber: Anonim k. 2015)





12.  Bunga Alamanda (Allamanda cathartica L.)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Mahkota
5.  Putik
6.  Benang sari
 










Berdasarkan literatur
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Mahkota
5.  Putik
6.  Benang sari
 


           
 








(Sumber: Anonim l. 2015)






13.  Bunga Telang (Clitoria ternatea)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Mahkota
4.  Putik
5.  Benang sari
 











Berdasarkan literatur
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Mahkota
5.  Putik
6.  Benang sari
 


           

 








(Sumber: Anonim m. 2015)




14.  Bunga Bogenvil (Bougenvillia spectabilis)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Mahkota
4.  Putik
5.  Benang sari
 











Berdasarkan literatur
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Mahkota
4.  Putik
5.  Benang sari
 


           
 









(Sumber: Anonim n. 2015)




15.  Bunga Tasbih (Canna sp.)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Putik
5.  Benang sari
 











Berdasarkan literatur
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Putik
5.  Benang sari
 


           
 









(Sumber: Anonim o. 2015)




16.  Bunga Kangkung (Ipomea aquatica)
Berdasarkan hasil pengamatan
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Mahkota
5.  Putik
6.  Benang sari
 











Berdasarkan literatur
Keterangan :
1.  Tangkai bunga
2.  Dasar bunga
3.  Kelopak
4.  Mahkota
5.  Putik
6.  Benang sari
 


           
 








(Sumber: Anonim p. 2015)





V.    ANALISIS DATA

1.      Bunga Merak (Caesalpinia pulcherrima Swart.)
Klasifikasi:
Kingdom               : Plantae
Divisio                   : Magnoliophyta
Classis                   : Magnoliopsida
Subclassis              : Rosidae
Ordo                      : Fabacales
 Familia                   : Caesalpiniaceae
  Genus                    : Caesalpinia
  Species                  : Caesalpinia pulcherrima Swart.
      Sumber : (Cronquist, 1981)                
Bunga merak tumbuh pada ujung batang (flos terminalis), pada satu tangkai terdapat banyak bunga sehingga disebut bunga majemuk. Bunganya berbentuk anak payung. Bunga merak mempunyai tipe bunga majemuk tak berbatas yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak, dan mempunyai susunan acropetal. Tanaman ini berwarna merah kekuningan. Bagian-bagian yang terdapat pada bunganya yaitu kelopak (calyx), mahkota (corolla) dan alat kelamin berupa putik (pistillum) dan benang sari (stamen). Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan (2009:129) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas adalah pada kembang merak Caesalpinia pulcherrima Swart.

2.      Bunga Soka (Ixora grandiflora L.)
Klasifikasi
Kingdom               : Plantae
Divisio                   : Magnoliophyta
Classis                   : Magnoliopsida
Subclassis              : Rosidae
Ordo                      : Rubiales
Familia                  : Rubiaceae
Genus                    : Ixora
Species                  : Ixora grandiflora L.
      Sumber : (Cronquist, 1981)
Bunga soka (Ixora grandiflora L.) merupakan bunga majemuk yang bertipe tak berbatas dengan bentuk bunga berupa malai rata yaitu bunga yang mempunyai ibu tangkai yang mengadakan percabangan demikian pula seterusnya, tetapi cabang-cabang tadi mempunyai sifat sedemikian rupa sehingga seakan-akan semua bunga pada bunga majemuk ini terdapat pada suatu bidang datar atau agak melengkung. Mempunyai tangkai daun (pedicellus), duduk daun atau bertangkai pendek dan pada ujung tangkai dengan dua daun pelindung,  mahkota (corolla), putik (pistillum), dan benang sari (stamen).
Tanaman ini memiliki bunga berwarna mulai dari merah menyala (scarlet), kuning, jingga, merah muda, bahkan putih. Bunganya mekar bergerombol. Setiap kuntumnya berukuran kecil dengan empat kelopak. Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan (2009:136) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas yang bentuknya malai rata adalah bunga soka (Ixoka grandiflora).

3.   Bunga Putri Malu (Mimosa pudica L.)
Klasifikasi
Kingdom               : Plantae
Divisio                   : Magnoliophyta
Classis                   : Magnoliopsida
Subclassis              : Rosidae
Ordo                      : Fabacales
Familia                  : Mimosaceae
Genus                    : Mimosa
Species                  : Mimosa pudica L.
Sumber : (Cronquist, 1981)
Bunga putri malu memiliki bunga pada ujung batang, satu helaian bunga berbentuk seperti jarum. Tipe bunganya adalah majemuk tak berbatas yang berbentuk bongkol (capitulum). Bagian-bagian yang terdapat dalam bunga ini yaitui tangkai bunga (pedicellus), benang sari (stamen), dan putik (pistillum). Bentuk bunganya adalah bunga bongkol atau capitulum karena meskipun bentuk bunga majemuknya menyerupai cawan, tetapi tanpa daun-daun pembalut, dan ujung ibu tangkainya biasanya membengkak. Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan (2009:135) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas yang mempunyai bentuk bunga bongkol adalah bunga sikejut atau Mimosa pudica.

4.   Bunga Jantan dan Betina Jagung (Zea mays L.)
Klasifikasi:
Kingdom               : Plantae
Divisio                   : Magnoliophyta
Classis                   : Liliopsida
Subclassis              : Commelinidae
Ordo                      : Cyperales
Familia                  : Poaceae
Genus                    : Zea
Species                  : Zea mays L.
Sumber : (Cronquist, 1981)
Bunga Jagung betina mempunyai tipe bunga majemuk tak berbatas dengan bentuk bunganya berupa tongkol yang tumbuh di ketiak daun dan mempunyai tangkai putik yang panjang agar mudah menangkap benang sari dari bunga jantan. Sedangkan bunga jantannya berbentuk bulir majemuk yang terletak pada ujung batang, yang biasanya lebih tinggi dari letak bunga betina pada tanaman jagung tersebut. Sehingga mempermudah jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Satu helai bunga betina yang berbentuk seperti rambut tersebut setelah mengalami pembuahan akan menghasilkan satu buah biji jagung.
Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri). Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan (2009:136) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas yang mempunyai bentuk bunga bulir majemukadalah bunga jantan pada jagung.

5.  Bunga Kelapa  (Cocos nucifera L.)

Klasifikasi:
Kingdom               : Plantae
          Divisio                   : Magnoliophyta
          Classis                   : Liliopsida
          Subclassis              : Arecidae
          Ordo                      : Arecales
          Familia                  : Arecaceae/Palmae
          Genus                    : Cocos
          Species                  : Cocos nucifera L.
      Sumber : (Cronquist, 1981)
Bunga Kelapa merupakan bunga majemuk yang bertipe tak berbatas dengan bentuk berupa tongkol majemuk, yaitu bunga yang ibu tangkainya bercabang-cabang dan masing-masing cabang merupakan bagian dengan susunan seperti tongkol pula dan bunga tongkol majemuk ini diselubungi oleh seludang (spatha) yang besar, tebal dan kuat. Tongkol bunga dengan dua seludang bercabang satu kali yaitu cabang karangan dengan bunga jantan yang banyak dan tersusun berpasangan.
Pada pangkalnya terdapat satu buah bunga betina yang besar dan di kanan kirinya biasanya terdapat 2 buah bunga jantan. Bunga jantan pada bunga ini mempunyai daun kelopak yang kecil dan daun mahkota yang berbentuk lanset sedangkan bunga betina berbentuk bulat peluru dengan perhiasan bunga yang berdagang dan menempel pada buah. Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan (2009:136) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas yang mempunyai bentuk bunga tongkol majemuk adalah bunga kelapa atau Cocos nucifera.

6.   Bunga Matahari  (Helianthus annuus L.)
Klasifikasi
Kingdom               : Plantae
      Divisio                   : Magnoliophyta
Classis                   : Magnoliopsida
Subclassis              : Asteridae
Ordo                      : Asterales
Familia                  : Asteraceae
Genus                    : Helianthus
Species                  : Helianthus annuus L.
Sumber : (Cronquist, 1981)
Bunga matahari mempunyai tipe bunga majemuk tak berbatas dengan bentuk yang berupa cawan, yaitu suatu bunga majemuk yang pada ujung ibu tangkainya melebar dan merata, sehingga mencapai bentuk seperti cawan dan pada bagian-bagain inilah tersusun bunga yang lengkap.  Pada pangkal bunga mejemuk yang demikian terdapat daun-daun pembalut (bractea involucralis). Pada bunga matahari, bunga yang berwarna kuning pada pinggirnya adalah bunga pita, sedangkan pada bagian tengah merupakan bunga tabung, bunga inilah yang mempunyai kedua alat kelamin (benang sari dan putik) dan dapat menghasilkan buah.
Pada bunga ini terdapat dua macam bunga, yaitu bunga pita yang mandul serta terdapat disepanjang tepi cawan dan bunga tabung yang mempunyai benang sari serta putik, terdapat di atas cawannya sendiri, seringkali kecil dan berbentuk tabung. Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan (2009:133) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas yang mempunyai bentuk bunga cawan adalah bunga matahari.


7.      Bunga Lamtoro (Leucaena glauca L.)
Klasifikasi
Kingdom               : Plantae
Divisio                   : Magnoliophyta
Classis                   : Magnoliopsida
Subclassis              : Rosidae
Ordo                      : Rosales
Familia                  : Mimosaceae
Genus                    : Leucaena
Species                  : Leucaena glauca L.
Sumber : (Cronquist, 1981)
   Bunga Lamtoro termasuk dalam bunga majemuk yang bertipe tak terbatas karena ibu tangkainya tidak bercabang-cabang sehingga bunga yang bertangkai itu langsung terdapat pada ibu tangkainya. Bentuk bunganya bongkol (capitulum). Pada bunga bongkol tersebut, terdapat banyak bunga yang apabila diambil satu bagiannya, setiap satu bunga terdiri dari tangkai bunga, benang sari dan putik. Bunganya seperti bunga putri malu tetapi berwarna putih. Bentuk kumpulan bunganya seperti bola. Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan (2009:135) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas yang mempunyai bentuk bunga bongkol adalah bunga lamtoro.

8.   Bunga Melati (Jasminum sambac L.)

Klasifikasi
Kingdom               : Plantae
Divisio                   : Magnoliophyta
Classis                   : Magnoliopsida
Subclassis              : Asteridae
Ordo                      : Asterales
Familia                  : Asteraceae
Genus                    : Jasminum
Species                  : Jasminum sambac L
Sumber : (Cronquist, 1981)
Bunga melati memiliki tipe bunga majemuk tak berbatas dengan bentuk berupa anak payung menggarpu. Merupakan anak payung menggarpu karena pada ujung ibu tangkai terdapat satu bunga. Di bawahnya terdapat dua cabang yang sama panjangnya, masing-masing mendukung satu bunga pada ujungnya.
Bunga melati mempunyai 2 benang sari (stamen) yang melekat pada mahkota (corolla) dengan tangkai sari (filamentum) yang pendek dan kepala sari (anthera) besar dengan dua ruang sari dan terdapat 1 tangkai putik yang sangat pendek. Mahkota (corolla) berbentuk terompet dengan tajuk berwarna putih bersih dan jumlah mahkotanya biasanya ada 5.
Melati berbunga lengkap, bunga bertangkai putik tidak sama, berbau harum dan berwarna putih, dalam anak payung terdapat bunga, di ujung atau diketiak lebat. Taju berbentuk garis sempit, mahkotanya berbentuk terompet dengan bentuk memanjang dan lanset dengan ujung runcing. Tangkai putik dalam bunga yang bertangkai pendek. Umumnya bunga bewarna putih.

9.   Bunga Sirih (Piper betle L.)
Klasifikasi
Kingdom               : Plantae
Divisio                   : Magnoliophyta
Classis                   : Magnoliopsida
Subclassis              : Magnoliidae
Ordo                      : Piperales
Familia                  : Piperaceae
Genus                    : Piper
Species                  : Piper betle L.
Sumber : (Cronquist, 1981)
Bunga Sirih memiliki tipe bunga majemuk tak berbatas karena ibu tangkainya yang tidak bercabang-cabang, sehingga bunga langsung pada ujung ibu tangkai, dengan bentuk seperti untai atau bunga lada yaitu bentuknya seperti bulir tetapi ibu tangkai hanya mendukung bunga-bunga yang berkelamin tunggal dan runtuh seluruhnya (bunga majemuk yang mendukung bunga jantan, yang betina menjadi buah). Untaian bunga sirih bentuknya panjang dan ramping, warnanya hijau tetapi ada juga yang agak kekuningan. Daun pelindung bentuk lingkaran, bulat telur terbalik atau bulat memanjang. Bulir jantan terdiri atas 2 benang sari dan sangat pendek. Sedangkan bulir betina kepala putiknya 3-5.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi tumbuhan (2009:129) mengatakan bahwa salah satu contoh bunga majemuk tak berbatas yang bentuk bunganya untai adalah pada sirih (Piper betle).

10. Bunga Eceng Gondok ( Eichornia crassipes (Mart.) Solms.) 
Klasifikasi
Kingdom               : Kingdom
Divisio                   : Magnoliophyta
Classis                   : Liliopsida
Subclassis              : Liliidae
Ordo                      : Liliales
Familia                  : Pontederiaceae
Genus                    : Eichornia
Species                  : Eichornia crassipes (Mart.) Solms.
      Sumber : (Cronquist, 1981)
Bunga Eceng Gondok memiliki tipe bunga majemuk tak berbatas dengan bentuk bunga tandan (racemus). Bentuk bunga tandan karena bertangkai rata dan duduk pada ibu tangkainya. Setiap bunga eceng gondok terdiri dari Benang sari (stamen) umumnya 6 dalam 2 lingkaran, jarang 3 (dengan tanpa staminodia), tangkai sari (filamentum) lepas, melekat pada tabung tepal, putik (ginaesium) pada umunya 3 karpel membentuk 1 ovarium superus. Bunga ini mempunyai mahkota bunga berwarna ungu muda.



11. Bunga Anggrek kalajengking (Arachis flos-aeris)
Klasifikasi
Kingdom               : Plantae
Divisio                   : Magnoliophyta
Classis                   : Liliopsida
Sub classis             : Liliidae
Ordo                      : Orchidales
Familia                  : Orchidaceae
Genus                    : Arachis
Spesies                  : Arachis flos-aeris
Sumber : (Steenis, 2003)
Bunga anggrek kalajengking mempunyai tipe bunga majemuk tak berbatas yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak dan mempunyai susunan acropetal, dan bentuk bunganya adalah tandan karena bunga duduk pada ibu tangkainya dan setiap cabang menopang satu bunga. Bagian-bagian dari bunga anggrek antara lain tangkai bunga (pedicellus) dan tenda bunga (tepal). Bunganya berwarna putih agak kekuning-kuningan dengan bercak-bercak berwarna coklat. Bunga ini merupakan bunga yang tidak sempurna karena tidak memiliki mahkota maupun kelopak bunga yang dimiliki hanyalah tenda bunga. Berkelamin dua. Pada bunga terdapat daun pelindung. Benang sari berjumlah dua atau satu dan terdiri dari benang-benang sari yang literal pada lingkaran dan median  pada lingkaran luar. Sedangkan benang sari lainnya bersifat mandul. Tangkai putik dan tangkia sari berlekatan membentuk suatu tiang (columna) sedangkan untuk kepala putik ada yang subur dan ada yang mandul dan ada yang mengalami metamorfosis.

12.    Alamanda (Allamanda chatartica L.)
Klasifikasi
Kingdom            : Kingdom
Divisio                : Magnoliophyta
Classis                : Magnoliopsida
Subclassis           : Asteriide
Ordo                   : Genianales
Familia               : Apocynaceae
Genus                 : Allamanda
Species               : Allamanda cathartica L.
Sumber   : (Cronquist. 1981)
Bunga alamanda memiliki tipe bunga majemuk berbatas dan bentuk bunganya adalah anak payung menggarpu (dichasium), yaitu bunga yang mempunyai ibu tangkai yang pada ujungnya terdapat satu bunga (mekarnya lebih dahulu daripada 2 bunga lainnya) dan di bawahnya terdapat dua cabang yang sama panjangnya, masing-masing mendukung satu bunga pada ujungnya. Pada setiap bunga, terdapat tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptaculum), kelopak bunga (calyx), mahkota (corolla), benang sari (stamen) dan putk (pistillum).

13.    Kembang telang (Clitoria ternatea L.)
Klasifikasi
Kingdom            : Plantae
Divisio                : Magnoliophyta
Classis                : Magnoliopsida
Subclassis           : Rosidae
Ordo                   : Fabales
Familia               : Fabaceae
         Genus                 : Clitoria
Species               : Clitoria ternatea L.
Sumber   : (Cronquist. 1981)
   Bunga telang memiliki tipe bunga majemuk tak berbatas karena bunga yang tidak mengalami percabangan dan bunga langsung pada ibu tangkai bunga dengan tipe tandan (racemus) karena memiliki ibu tangkai bunga yang jelas.. Bunga telang yang diamati terdapat bagian-bagian seperti tangkai bunga, kelopak bunga dan mahkota bunga, namun untuk putik dan benang sarinya tidak terlihat.
   Pada bunga ini benang sarinya berjumlah 10 buah, tersusun atas dua berkas, berkas pertama tersusun dari 7 benang sari sedangkan berkas kedua tersusun atas 3 benang sari. Putik pada bunga ini berbentuk lembaran pipih seperti daun. Kelopak bunga berjumlah 5 buah yang berdekatan dengan dua lingkaran sedangka mahkota bunga berjumlah 3 buah dan berlekatan. Simetris bunga ini termasuk simetris bunga setangkup tunggal dengan bentuk setangkup tegak. Hal ini sesuai dengan bidang simetri bunga yang berimpit dengan bidang mediannya.

14.   Bogenvil (Bougainvillea spectabilis)
Klasifikasi
Kingdom            : Plantae
Divisio                : Magnoliophyta
Classis                : Magnoliopsida
         Sub Classis         : Caryophyllidae                  
Ordo                   : Caryophyllales
Familia               : Nyctaginaceae
Genus                 : Bougainville
Species               : Bougainvillea spectabilis Willd.
Sumber : (Cronquist.1981)
               Bunga kertas memiliki tipe bunga majemuk tak berbatas dan bunganya tidak berada pada ibu tangkai bunga melainkan pada cabang-cabang yang dialami ibu tangkai bunga, dengan bentuk bunga tabung. Bunga tabung ini menempel pada daun pemikatnya, setiap satu bunga menempel pada satu daun pemikat dan dalam satu karang daun pekat, terdiri dari 3 bunga tabung dengan 3 helai daun pemikat. Pada bunga tabungnya terdapat putik (pistillum) dan benang sari (stamen).   Tenda bunga bentuk tabung, berambut; tabung berusuk 5, bersegi 5, 1,5-2,5 cm panjangnya, hijau, bagian bawah agak melembung dan bagian ini tetap menyelubungi buah, bagian atas rontok; tepi melebar, terbentang, kuning, dengan 10 taju, di mana 5 melekuk ke dalam. Benang sari kebanyakan 8, tidak sama, lk sama panjangnya dengan tabung. Tangkai putik lebih pendek, kepala putik miring, kerapkali tidak dengan taju-bertaju tidak beraturan. Bunga bougenville dapat dibilang bunga yang unik, karena bunganya tumbuh pada tenda bunga (perigonium). Jadi untuk melihat organ-organ bunga, bunga tersebut harus di lepaskan dari tendanya kemudian dibedah, sehingga akan terlihat semua organ-organnya.”

15.   Bunga Tasbih (Canna sp.)
Klasifikasi
Kingdom            : Plantae
Divisio                : Magnoliophyta
Classis                : Magnoliopsida
Subclassis           : Zingiberidae
Ordo                   : Bromeliales
Familia               : Canaceae
Genus                 : Canna
Species               : Canna sp.
Sumber   : (Cronquist, 1981)
Bunga tasbih memiliki tipe bunga majemuk berbatas dan bentuk bunganya adalah anak payung menggarpu (dichasium), yaitu bunga yang mempunyai ibu tangkai yang pada ujungnya terdapat satu bunga (mekarnya lebih dahulu daripada 2 bunga lainnya) dan di bawahnya terdapat dua cabang yang sama panjangnya, masing-masing mendukung satu bunga pada ujungnya. Bunganya berwarna kuning, tetapi yang berwarna kuning tersebut sebenarnya bukan mahkota, melainkan tangkai benang sari yang warnanya sangat menarik dan mencolok. Setiap bunga memiliki bagian-bagian seperti tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptaculum), mahkota (corolla), tangkai benang sari (filamentum) dan putik (pistillum).





16.   Bunga Kangkung (Ipomoea aquatica L.)
Klasifikasi
Kingdom            : Plantae
Divisio                : Magnoliophyta
Classis                : Magnoliopsida
Subclassis           : Asteridae
Ordo                   : Solanales
Familia               : Convolvulaceae
Genus                 : Ipomea
Species               : Ipomea aquatica L.
Sumber : (Cronquist, 1981)
              Bunga kangkung memiliki tipe bunga majemuk berbatas dan bentuk bunganya adalah anak payung menggarpu (dichasium)., yaitu bunga yang mempunyai ibu tangkai yang pada ujungnya terdapat satu bunga (mekarnya lebih dahulu daripada 2 bunga lainnya) dan di bawahnya terdapat dua cabang yang sama panjangnya, masing-masing mendukung satu bunga pada ujungnya. Pada bunga kangkung, bagian-bagiannya antara lain adanya tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptaculum), kelopak (calyx), mahkota (corolla), benang sari (stamen) dan putik (pistillum). Bunganya ada yang berwana ungu dengan corak putih di tengahnya, atau berwarna putih dengan corak ungu di tengahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar